Jakarta, Gizmologi – Artificial Intelligence atau AI telah menjadi salah satu teknologi yang dapat digunakan secara bebas oleh perusahaan. Perusahaan bahkan dapat menggunakan dengan gratis dengan opsi berbayar beserta fitur lebih lengkap di dalamnya. Tren tersebut membuat perkembangan pasar generatif AI di Indonesia diperkirakan mencapai US$212,6 juta pada 2023 dengan laju pertumbuhan sebesar 27% di tahun 2024.
Perkembangan generatif AI pun mendorong perubahan pada model pemanfaatannya di perusahaan. Dari sebelumnya hanya menjadi teknologi yang bagus untuk dimiliki (nice-to-have) menjadi teknologi yang harus dimiliki (must-have). Hal yang harus disadari oleh publik, terutama bagi perusahaan-perusahaan untuk menyertakan AI ke dalam organisasi mereka secara efektif.
Perusahaan teknologi Cisco turut memberi perhatian pada perkembangan teknologi generatif AI ini. Mereka mengganggap bahwa setiap perusahaan harus dapat menangkap peluang serta tren baru dalam teknologi AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis.
Cisco memprediksi akan ada lima tren baru untuk teknologi AI dalam masa mendatang. Selain mengenai perubahan kebutuhan menjadi must-have, teknologi ini juga memerlukan infrastruktur jaringan intutif, serta bagian dari upaya transformasi digital.
Baca juga: Fitur AI di Google Chrome Versi Terbaru, Makin Menarik
Prediksi 5 Tren Cisco untuk Teknologi AI di Masa Depan

- Tren 1: AI Jadi Teknologi Must-Have
Industri AI, yang diharapkan akan tumbuh dari US$95,60 miliar menjadi US$1,8 triliun pada tahun 2030, akan jadi salah satu pendorong utama ekonomi dunia di dekade berikutnya. Namun, Perusahaan-perusahaan belum sepenuhnya siap memanfaatkan peluang ini.
AI Readiness Index tahunan Cisco mengungkapkan bahwa hanya 1 dari 5 (20%) organisasi di Indonesia yang benar-benar siap untuk menjalankan dan memanfaatkan AI, dengan 68% mengakui kekhawatiran besar mengenai dampaknya terhadap bisnis jika mereka gagal mengambil langkah dalam 12 bulan mendatang.
Kini perusahaan harus benar-benar serius mengadaptasi teknologi AI jika hendak terus bersaing di industri yang mereka geluti. Karena nyaris seluruh perusahaan besar kini telah memanfaatkan AI untuk menjadi salah satu bagian dari proses kerja mereka.
- Tren2: Adopsi AI Secara Etis dan Bertanggung Jawab
Teknologi ini memang menjajikan keuntungan transformatif tetapi dalam pengadopsiannya penuh dengan resiko yang menuntut organisasi memiliki kerangka dan kebijakan kuat untuk pengelolaan data dan sistem AI yang etis dan bertanggung jawab.
Perusahaan yang mengembangkan aplikasi AI harus mempertimbangkan untuk membenamkan keamanan, privasi dan kepercayaan berdasarkan proses desain di seluruh siklus pengembangan inovasi mereka dan aplikasinya dalam produk, layanan dan operasional perusahaan.
- Tren 3: Era Baru Infrastruktur Jaringan Intuitif
Membangun jaringan modern dan cerdas akan menjadi bagian penting dari pertumbuhan perusahaan karena skalabilitas dan integrasi jaringan mereka dengan beban kerja AI atau teknologi baru bisa menjadi pembeda satu-satunya untuk kesuksesan mereka dalam memanfaatkan AI dan inovasi.
Perusahaan-perusahaan akan menyadari kebutuhan akan platform keamanan terintegrasi yang bisa menyediakan visibilitas yang komprehensif bagi organisasi mereka, terutama ketika keamanan siber menjadi semakin kompleks di dalam lingkungan multi-aplikasi dan multi-cloud, dan ketika karyawan bekerja dari lokasi berbeda, dengan menggunakan beberapa koneksi, dan mengakses informasi di seluruh platform yang berbeda pula.
- Tren 4: Pemanfaatan AI untuk Program Iklim
Kepedulian terhadap iklim menjadi salah satu perhatian setiap perusahaan ketika menjalankan operasional mereka. Tidak mengherankan apabila perubahan-perubahan terus dilakukan untuk dapat menekan laju perubahan iklim sehingga tidak terjadi pemasanan global, di antaranya lewat program teknologi ramah lingkungan.
Teknologi AI dipercaya dapat menjadikan perusahaan bekerja lebih efektif sekaligus optimal. Perusahaan-perusahaan perlu membuat kemajuan dalam program keberlanjutan mereka dengan teknologi yang memainkan peran penting dalam menyediakan visibilitas dan wawasan dari data center ke lingkungan perusahaan, yang akan membantu mereka mengukur emisi secara akurat dan membuat rencana untuk menciptakan bangunan cerdas dan ruang kerja pintar.
- Tren 5: Transformasi Digital
Ketika perusahaan di Indonesia melanjutkan perjalanan digitalisasi, mereka harus memastikan bahwa karyawan mereka mampu mengimbangi pertumbuhan perusahaan tersebut. Meskipun industri teknologi terus berkembang di Indonesia, tetap ada kekurangan tenaga kerja di bidang teknologi dan Tingkat permintaannya tinggi.
Hal ini memberikan peluang bagi berbagai organisasi untuk mengembangkan pekerja profesional teknologi masa depan yang dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan lanskap teknologi yang berkembang.
“Selain dari menumbuhkan jajaran talenta yang kuat, berbagai organisasi harus memastikan bahwa mereka mengembangkan budaya yang tepat, yang berakar pada tujuan, dan transformasi manajemen agar tetap lincah. Kami sudah melihat langsung bagaimana hal ini telah membantu tim untuk mampu terus terhubung dan berkolaborasi dengan satu sama lain dan dengan perusahaan saat mereka mengarungii lingkungan makro ekonomi yang kompleks,” kata Marina Kacaribu, Managing Director, Cisco Indonesia.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




