Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Jay Subiakto Berbagi Tips Bikin Konten Video Kreatif dari Smartphone

Jay Subiakto

Jay Subiakto. Orang yang berkecimpung di dunia kreatif dan penggemar film pasti mengenalnya. Seniman kondang yang kini menginjak usia 59 tahun namun tetap enerjik ini dikenal sebagai sutradara film dan pertunjukan, penata artistik, sekaligus fotografer ternama Indonesia.

Film terbaru yang dibuatnya pada 2017 yakni Banda the Dark Forgotten trail meraih Piala Maya sebagai Film Dokumenter Panjang Terpilih 2017 dan Nominasi Piala Citra 2017 kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik. Selain itu, banyak karya dan pencapaian yang telah diperolehnya.

Di ajang media trip Samsung Galaxy S10 yang diadakan di Turki, Jay Subiakto rupanya diajak Samsung ikut menjadi peserta rombongan. Keponakan dari proklamator Mohammad Hatta ini ternyata kelahiran Turki, persisnya Ankara. Sehingga berkunjung ke Turki ini, walau tidak ke Ankara, baginya tetap merupakan nostalgia tanah kelahirannya.

Jay Subiakto berbagi pengalaman ketika sebelumnya mencoba kemampuan Galaxy S10 Plus di Nepal dengan kondisi yang ekstrim. Serta berbagi tips seputar merekam video menggunakan smartphone Galaxy S10 Plus.

Rangkaian Samsung Galaxy S10 ini memang hadir untuk menunjang kebutuhan videografi terutama dengan semakin maraknya tren vlogging. Samsung Galaxy S10 Plus dilengkapi dengan fitur andalan yang mampu memberikan pengalaman merekam video lebih dari biasanya.

Related Posts
1 daripada 8

Kamera intuitif Galaxy S10 dibekali Super Speed Dual Pixel dan Dual Aperture yang memuat teknologi kamera sangat cerdas, memudahkan pengambilan gambar dan perekaman video. Ponsel ini juga mendukung perekaman video UHD dan pemutaran video true-to-life. Dan untuk pertama kalinya dalam industri smartphone, rangkaian Galaxy S10 mampu merekam video setingkat profesional dalam kualitas HDR10+ dengan kamera belakang.

“Tidak ada karya spektakuler yang dihasilkan dengan mudah. Namun, Samsung Galaxy S10 memberikan kemungkinan yang luas untuk mengeksplorasi dengan cara yang lebih nyaman, lebih cepat dan lebih terarah,” ujar Jay.

Tips Video Kreatif Jay Subiakto

Foto bareng Jay Subiakto di depan Hagia Sophia, Istanbul

Kami pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk meminta Jay Subiakto berbagi tips membuat konten video kreatif dengan smartphone.

Petikan wawancara ketika sedang naik cable car di Uludag, Bursa bisa ditonton di video di atas. Sedangkan untuk ulasan lengkapnya bisa dibaca berikut ini:

1. Menciptakan karya yang orisinil

Perlu sering latihan dan melakukan evaluasi untuk menciptakan karya yang orisinil dan tidak biasa. Karenanya, kita perlu untuk terus melakukan eksplorasi dan menikmati perjalanan prosesnya. Karya bagus ditentukan oleh pengalaman yang sudah kita jalani.

Saat memotret perjalanan, selipkan unsur budaya dan cerita dari video atau film yang hendak dibuat. Ambil beberapa foto untuk dijahit ke dalam video yang dapat menonjolkan budaya yang ingin dijadikan primadona.

2. Memilih smartphone yang tepat

Untuk mendapatkan footage yang baik dan layak untuk menjalani proses editing, pilih smartphone dengan kemampuan merekam baik. Menurut Jay Subiakto, Samsung Galaxy S10 Plus ini membuatnya malas untuk membawa kamera yang berat ketika bepergian. Karena fitur kameranya sudah mendukung kebutuhan videografi yang layak. Termasuk kemampuan merekam video HDR10+ dan 10 bit, sehingga dapat menghadirkan kekentalan warna yang tidak akan pecah saat mengalami proses editing.

2. Perlakukan tangan layaknya tripod

Teknik ini dapat mengurangi guncangan saat merekam video. Samsung Galaxy S10 dilengkapi fitur Super Steady yang memampu meredam goncangan saat proses perekaman gambar. Super Steady pada kamera merupakan lompatan inovasi yang memungkinkan perekaman video dengan mulus, menstabilkan perekaman gambar meski objek video bergerak, hingga cuplikan video yang dihasilkan terlihat halus tanpa goncangan berarti.

3. Merekam dengan format landscape

Hasil rekaman akan terasa lebih utuh saat kita menggunakan format landscape saat merekam video menggunakan smartphone. Samsung Galaxy S10 dilengkapi Ultra-Wide angle yang mampu menangkap video sesuai dengan apa yang ditangkap oleh mata (123º) sehingga mampu memberikan efek sinematik.

Namun jika ingin membuat konten di Instagram Story atau IGTV, tentu merekamnya harus dengan format vertikal atau portrait.

4. Memperhatikan angle pengambilan video yang unik

Melatih mata untuk melihat yang bagus. Saat merekam video perlu memperhatikan angle pengambilan video sehingga hasilnya bisa lebih menarik. Jay Subiakto menyarankan agar kita merencanakan untuk mencipta sesuatu yang tidak konvensional.

Bila objek rekam sama maka pikirkan bagian dari hasil karya yang mampu mendapat perhatian penonton. Kita perlu mengambil gambar dengan berbagai angle kamera untuk menemukan yang paling pas. Dalam hal ini, Samsung Galaxy S10+ dilengkapi dengan pilihan kamera berakang, Ultra – Wide, Wide dan Telephoto, sehingga dapat menangkap stock shoot dengan beragam angle.

5. Efek Sinematik

Untuk menambah efek sinematik, kita dapat memanfaatkan sejumlah teknik pengambilan gambar saat sedang melakukan merekam menggunakan smartphone:

a) Teknik Tilt – menggunakan tangan sebagai tumpuan untuk kemudian menggerakan smartphone ke atas atau ke bawah.

b) Teknik Slide – sama seperti teknik tilt, teknik ini juga menggunakan tangan sebagai tumpuan, kemudian menggerakan smartphone ke kanan dan ke kiri.

c) Teknik Panning – teknik ini digunakan dengan menjadikan badan sebagai tumpuan, dapat dilakukan dengan gerakan vertikal atau horizontal.

6. Memanfaatkan Super Steady

Untuk pengambilan video dengan kondisi berjalan atau menaiki kendaraan, ukuran smartphone yang kecil seringkali membuatnya sulit untuk menangkap gambar dengan steady. Sehingga hasil recording dari smartphone sering terlihat shaky. Jangankan sambil melakukan aktivitas lain, mengambil video sambil berjalan saja sering terlihat tidak stabil.

Untuk menyiasati permasalahan tersebut, pengguna Samsung Galaxy S10 dapat mengatifkan fitur Super Steady saat merekamvideo. Hasilnya gambar akan terlihat lebih stabil meski sedang bermain salju sekalipun. Jay Subiakto sudah mencobanya ketika ke Nepal dengan menaiki helikopter, hasilnya video terlihat smooth meski tanpa gimbal.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More