Jakarta, Gizmologi – Lenovo dalam ajang Tech World CES 2026 di Sphere, Las Vegas, telah mengumumkan solusi terbarunya untuk pengembangan AI Inferencing, Jumat (9/1). Inovasi baru ini diumumkan sekaligus penanda Lenovo dalam memperluas portofolio Lenovo Hybrid AI Advantage.
AI Inferencing menandai pergeseran penting dari pelatihan Large Language Models (LLM) menuju pemanfaatan model yang telah sepenuhnya terlatih untuk menganalisis data yang belum pernah dilihat sebelumnya. Rangkaian solusi AI Inferencing terbaru dari Lenovo menyatukan dan menghubungkan data organisasi di seluruh cloud, pusat data, dan edge, guna menjalankan beban kerja AI di mana pun yang memberikan hasil paling optimal.
Menurut estimasi Futurum, pasar global infrastruktur AI inferencing diproyeksikan tumbuh dari US$5,0 miliar pada 2024 menjadi US$48,8 miliar pada 2030, mencerminkan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 46,3% selama enam tahun. Dengan itu, Lenovo memajukan bidang inferensi dan menghilangkan berbagai hambatan guna mendukung skenario penggunaan AI di dunia nyata.
Baca Juga: Lenovo Legion 9i Meluncur di Indonesia, Harga Premium dengan Balutan Carbon Fiber Kembali
Server AI Inferencing Masuk ke Lenovo ThinkSystem dan ThinkEdge

“Perusahaan saat ini membutuhkan AI yang mampu mengubah data dalam jumlah besar menjadi wawasan pada saat data tersebut tercipta,” ujar Ashley Gorakhpurwalla, Executive Vice President Lenovo sekaligus President Lenovo Infrastructure Solutions Group.
Server AI inferencing terbaru dari Lenovo menghadirkan beragam pilihan untuk memenuhi kebutuhan beban kerja bisnis dengan berbagai skala. Dilengkapi kapabilitas GPU, memori, dan jaringan tercanggih, portofolio Lenovo yang dioptimalkan untuk inferensi mencakup Lenovo ThinkSystem SR675i, ThinkSystem SR650i, dan ThinkEdge SE455i.
Di Lenovo ThinkSystem SR675i, server AI Inferencing berperforma tinggi yang dirancang untuk menjalankan LLM secara penuh di mana saja dengan skalabilitas masif, mendukung beban kerja terbesar serta simulasi terakselerasi di lingkungan manufaktur, layanan kesehatan darurat, dan jasa keuangan. Lalu ThinkSystem SR650i menghadirkan kekuatan AI inferencing terakselerasi dengan komputasi GPU berdensitas tinggi yang skalabel serta mudah diimplementasikan di pusat data yang sudah ada.

Pada server pemecah rekor ThinkPad SE455i, kapabilitas AI Inferencing langsung di lokasi data berada, dengan latensi ultra-rendah dan keandalan tangguh—serta fleksibilitas operasional di rentang suhu -5°C hingga 55°C.
Seiring dengan kemajuan teknologi AI, Lenovo Hybrid AI Factory Services juga kini menawarkan keahlian dalam layanan konsultasi, penerapan, serta pengelolaan sistem AI. Layanan ini bertujuan untuk membangun dan mengoptimalkan lingkungan AI berperforma tinggi yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan bisnis dan beban kerja spesifik di berbagai industri.
Dengan solusi ini, perusahaan dapat lebih mudah beradaptasi dengan perubahan teknologi yang ada. Seperti, performa server optimal sejak hari pertama dengan keandalan, efisiensi, dan skalabilitas jangka panjang untuk mempercepat realisasi ROI.

Serta, dukungan berkelanjutan yang andal untuk pengelolaan pusat data melalui Lenovo Premier Support. Skema pembiayaan fleksibel Lenovo TruScale Infrastructure-as-a-Service juga dibuat memudahkan perusahaan melakukan penskalaan seiring berkembangnya inferencing dan operasional AI.
Layanan Hybrid AI Factory terbaru dari Lenovo dirancang untuk mempermudah proses AI Inferencing di setiap tahapannya—membantu bisnis mempercepat penggunaan AI dan mendapatkan manfaat maksimal. Layanan AI ini mempertegas komitmen Lenovo dalam mendukung seluruh siklus kebutuhan teknologi perusahaan, sehingga organisasi dapat berinovasi dengan yakin serta mengelola operasional AI yang sangat penting dengan andal dan mudah dikembangkan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



