Jakarta, Gizmologi – WhatsApp Business berikan beberapa fitur yang bisa dilakukan oleh UMKM untuk memaksimalkan penjualan selama Bulan Ramadan. Secara khusus, WhatsApp Indonesia ingin membantu para pelaku UMKM agar penjualan bisa terus stabil dan maksimal di Bulan Suci ini.
WhatsApp menyoroti fakta bahwa mayoritas masyarakat Indonesia kini rutin menghubungi bisnis lewat chat setiap pekan. Kondisi ini menjadikan WhatsApp bukan sekadar kanal komunikasi, tetapi juga pintu masuk transaksi, mulai dari tanya produk hingga pembayaran. Di Ramadan, intensitas ini biasanya meningkat tajam, terutama menjelang waktu berbuka dan Idulfitri.
Namun, meski WA business menawarkan beragam fitur pendukung, efektivitasnya tetap bergantung pada kesiapan pelaku usaha. Fitur digital bisa membantu mempercepat layanan, tetapi tidak otomatis menyelesaikan masalah klasik seperti manajemen stok, logistik, dan kapasitas operasional.
Baca Juga: Zotac Rilis Mini PC Edge AI, Bawa RAM 64GB dan NPU Intel Core Ultra!
Fitur yang Relevan untuk Lonjakan Permintaan Ramadan

WA Business membawa sejumlah fitur yang cukup relevan untuk menghadapi lonjakan chat selama Ramadan. Profil bisnis yang lengkap, jam operasional yang diperbarui, serta pesan otomatis menjadi fondasi dasar agar pelanggan tidak merasa diabaikan saat volume pesan membludak.
Fitur seperti balasan cepat, label percakapan, dan katalog produk juga berperan penting dalam menjaga alur layanan tetap rapi. Untuk UMKM yang menjual paket berbuka atau hampers Lebaran, katalog di dalam chat bisa memangkas proses tanya jawab yang berulang. Sementara Status WhatsApp dan siaran pesan dimanfaatkan untuk promosi kilat yang mengandalkan urgensi waktu.
Di sisi lain, fitur lanjutan seperti iklan yang mengarah ke WhatsApp dan Meta Verified lebih relevan bagi bisnis yang sudah punya anggaran pemasaran digital. Bagi UMKM kecil, fitur ini bisa terasa berlebihan atau belum menjadi prioritas utama dibandingkan kebutuhan operasional dasar.
Efisiensi Digital Tak Selalu Berbanding Lurus dengan Penjualan
Meski secara konsep WhatsApp Business menawarkan efisiensi komunikasi, implementasinya tetap menuntut disiplin. Lonjakan pesan tanpa sistem pencatatan pesanan yang rapi justru berpotensi menimbulkan kesalahan, terutama saat jam sibuk Ramadan. Pesan otomatis membantu, tetapi pelanggan tetap menuntut respons manusia yang cepat dan akurat.
Selain itu, ketergantungan penuh pada satu platform juga menyimpan risiko. Gangguan layanan, pembatasan fitur, atau perubahan kebijakan bisa berdampak langsung ke operasional bisnis. Karena itu, WhatsApp Business sebaiknya dilihat sebagai alat pendukung, bukan satu-satunya tulang punggung penjualan.
Pada akhirnya, fitur-fitur WhatsApp Business memang bisa membantu UMKM tampil lebih siap menghadapi Ramadan. Namun, keberhasilannya tetap ditentukan oleh strategi bisnis yang matang, kesiapan operasional, dan kemampuan pelaku usaha mengelola permintaan yang meningkat, bukan semata-mata oleh teknologi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



