Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Mengenal Clubhouse, Aplikasi Media Sosial Audio untuk Pengguna iPhone

Elon Musk boleh jadi adalah raja midas masa kini. Apapun yang dicuit oleh sang CEO Tesla dan SpaceX ini selalu viral. Saham Tesla meningkat dengan pesat, cuitan tentang aset kripto DOGE membuat nilai kapitalisainya melonjak drastis. Terbaru, ia baru saja memperkenalkan Clubhouse.

Sebagian dari kita mungkin belum menyadari keberadaan aplikasi baru tersebut. Elon Musk memperkenalkannya melalui sesi perbincangan yang dilakukan bersama pada aplikasi Clubhouse di Youtube. Video ini diunggah secara global melalui kanal Tesla Owners Online. Dengan durasi sekitar satu jam setengah, ia melakukan diskusi dengan pengguna Clubhouse lainnya. Termasuk di dalamnya, CEO Robinhood Vlad Tenev.

Aplikasi ini dikembangkan pada Maret 2020 oleh startup Alpha Exploration Co. Clubhouse adalah aplikasi audio chat yang berfungsi layaknya siaran langsung pada umumnya. Pengguna dapat melakukan streaming audio, telepon, sampai podcast. Berbeda dengan aplikasi yang lain, secara penampilan, Clubhouse menampilkan ruang obrolan di aplikasi yang terbilang sederhana. Hanya menunjukan foto profil berikut nama pengguna di bawahnya.

Baca juga: Takut Pengguna Kabur, WhatsApp Tunda Perubahan Kebijakan Privasi

Fitur Aplikasi Clubhouse

Clubhouse Ruang obrolan di aplikasi dapat menampung sekitar 5.000 partisipan. Ketika sesi perbincangan berakhir, nantinya ruang obrolan akan diselesaikan oleh moderator dan tertutup dengan sendirinya. Namun saat ini, pengguna tidak bisa menyimpan atau merekam sesi percakapan yang sudah berlangsung.

Clubhouse belum menyediakan fitur-fitur menarik seperti tools editing, efek suara, filter transisi, serta cuplikan iklan di dalamnya. Aplikasi ini juga belum bisa dimonetisasi, sehingga belum ada suatu sistem yang dapat mengkomersilkan akun pengguna seperti layaknya pada Youtube dan Instagram.

Mengingat aplikasi ini masih bersifat terbatas, pengguna yang belum memiliki akun harus mendapatkan kode undangan dari orang yang sudah menjadi anggota. Untuk saat ini, pengguna tidak bisa sembarangan mengirimkan undangan ke siapapun. Pengguna yang telah bergabung, hanya memiliki kesempatan mengundang sebanyak dua orang. Jumlahnya akan bertambah bersamaan dengan meningkatnya pemakaian pada aplikasi.

Peningkatan Pengguna Baru

Dalam kabar terbaru yang dikutip dari website resmi Clubhouse, saat ini pihak pengembang ingin merampungkan tahap beta pada aplikasi. Dengan begitu, aplikasi audio chat ini nantinya dapat diunduh ke seluruh dunia. Aplikasi ini baru tersedia di iOS dan bisa diunduh. Untuk pengguna Android harus sedikit bersabar, mengingat pengerjaan yang masih dilakukan.

Permintaan untuk keanggotaan semakin meningkat sehingga ada kemungkinan pasar untuk Clubhouse tumbuh seperti platform seperti Reddit, eBay, dan Craigslist. Di China, undangan dijual di Alibaba dan Idle Fish. Pengundang harus memiliki nomor telepon orang yang akan diundang, untuk dikirimi pesan berisi tautan ke situs Clubhouse. Di sini, calon pengguna bisa membuat akun dengan nomor telepon tadi.

Berkat diskusi Ini, membantu banyak peminat untuk mengunduh. Pada 1 Februari 2021, Clubhouse telah mencatatkan 2 juta pengguna. Mereka juga telah mengumumkan fitur-fitur baru yang segera hadir, seperti tip, tiket, atau langganan, untuk membayar kreator secara langsung di aplikasi. Setelah dana yang dikumpulkan sejak peluncuran, Alpha Exploration sekarang memiliki nilai USD 1 miliar.

Ada aplikasi Clubhouse lain dengan fungsi yang berbeda, kok bisa?

Clubhouse vs Clubhouse
Perbedaan dua aplikasi Clubhouse (Sumber: Twitter @jowyang)

Hadirnya aplikasi Clubhouse ini memicu perbincangan yang cukup seru di media sosial. Selain dari berbagai fitur baru yang ditawarkan, ternyata ada aplikasi yang punya nama sama persis. Seperti terlihat pada infografik di atas, aplikasi yang dipromosikan oleh Elon Musk berada di sebelah kanan. Justru baru didirikan pada tahun 2020 dengan fungsi sebagai aplikasi drop-in audio chat.

Sementara itu aplikasi Clubhouse di sebelah kiri jauh lebih dulu dirilis. Fungsinya adalah sebagai project management software. Aplikasi chat besutan Alpha Exploration baru tersedia di platform iOS. Sedangkan aplikasi manajemen prouek yang lebih dulu hadir telah lebih dulu dirilis tersedia di Android.

Di sinilah letak permasalahannya. Banyak followers Elon Musk yang memakai Android. Begitu mereka mencari di Play Store dan mengunduh aplikasi Clubhouse, ternyata tidak seperti yang diharapkan. Mereka tidak menemukan fitur audio chat. Sontak saja banyak yang memberikan rating rendah di Play Store. Para pengguna tidak menyadari bahwa itu adalah dua aplikasi yang berbeda fungsinya.

Apakah Alpha Exploration tidak melakukan riset nama terlebih dulu sebelum mengembangkan aplikasinya? Jika pengembang dari Clubhouse Software inc yang telah lebih dulu rilis telah mendaftarkan paten termasuk hak cipta nama merek, maka ini akan menjadi masalah di kemudian hari. Dari sisi pengguna juga pasti akan dibuat bingung. Kita tunggu saja perkembangan lebih lanjut mengenai kedua aplikasi ini.

Tinggalkan komen