Jakarta, Gizmologi – Sekitar bulan Juli kemarin, aplikasi kirim pesan paling populer saat ini yaitu WhatsApp telah meluncurkan fitur baru bernama pesan sementara (disappearing messages). Sesuai dengan namanya, fitur tersebut memungkinkan kamu untuk menyampaikan informasi dalam batasan waktu tertentu saja, alias tak tersimpan hingga seterusnya.
Fitur tersebut berguna bagi kamu yang memang tak ingin menyimpan banyak obrolan—dengan beragam alasan tentunya, mungkin karena obrolan yang tidak terlalu penting. Berbeda dengan Telegram, WhatsApp menyimpan file backup ke Google Drive (atau iCloud di perangkat iOS). Sehingga semakin banyak obrolan, tentu ukuran backup semakin meluas.
Lima bulan kemudian, WhatsApp yang kini dimiliki oleh Meta (perusahaan induk dari Facebook) memutuskan untuk berikan penyempurnaan pada fitur pesan sementara. Pembaruan ini hadir atas perubahan cara komunikasi antar manusia yang kini lebih banyak berlaku secara digital. Sehingga obrolan yang benar-benar privat pun bisa terjadi lewat WhatsApp, mulai dari curhatan dan lainnya.
Baca juga: Cara Bagikan Lirik Spotify ke Media Sosial Instagram Sampai WhatsApp Status
Cara Atur Fitur Pesan Sementara WhatsApp (Dissapearing Messages)

Untuk itu, WhatsApp ingin penggunanya benar-benar memegang kendali atas bagaimana obrolan tersebut bertahan di dalam platform. Selain untuk obrolan personal, fitur ini juga hadir untuk obrolan dalam bentuk grup. Serta ditambahkan pula pilihan durasi untuk pesan sementara, tak lagi hanya 7 hari saja.
Sejak Juli lalu, pengguna memang bisa mengaktifkan fitur pesan sementara atau disappearing messages secara opsional, dengan masuk ke menu pengaturan pada setiap obrolan individu. Kini diberikan pilihan untuk aktifkan fitur tersebut untuk semua obrolan baru, sehingga tidak harus mengaktifkannya untuk setiap kontak saja. Ketika aktif, obrolan sebelumnya bakal tetap tersimpan secara permanen, alias hanya efektif untuk obrolan baru.
Durasinya juga dibuat lebih fleksibel. Selain 7 hari, kini pengguna bisa memilih rentang antara 24 jam atau 90 hari sekalipun. Dan sama seperti sebelumnya, baik pengirim pesan maupun penerima akan mendapat notifikasi bila fitur tersebut sedang aktif, sehingga kedua pihak bisa sama-sama mengerti kalau obrolan bakal otomatis terhapus.
Cara mengaktifkan fitur ini adalah dengan masuk ke menu pengaturan di dalam WhatsApp, kemudian Account – Privacy – Default message timer. Yang perlu dicatat, semua obrolan yang belum terhapus hingga durasi tertentu masih tetap bisa di-copy maupun diambil gambar (screenshot). Jadi pastikan kamu memanfaatkan fitur ini dengan orang yang benar-benar bisa dipercaya ya.
Juga Berikan Opsi Backup Terenkripsi

WhatsApp sendiri memang terus berusaha untuk tingkatkan faktor keamanan pada aplikasi obrolannya. Salah satunya dengan berikan opsi untuk mengirim foto yang hanya bisa dilihat satu kali saja, berguna untuk informasi yang bersifat rahasia seperti password dan sejenisnya. Ketika sudah dilihat oleh penerima, pengirim pun akan mengetahuinya lewat status “opened”.
Baca juga: Cara Pakai Fitur Media Sekali Lihat (View Once) Saat Kirim Foto di WhatsApp
Dan untuk data yang di-backup ke penyimpanan cloud seperti Google Drive dan iCloud, WhatsApp berikan opsi proteksi ekstra yakni end-to-end encryption. Di mana penggunanya bisa menambahkan password atau kunci enkripsi 64 digit. Fitur ini sedang diluncurkan secara bertahap untuk semua pengguna yang sudah memasang aplikasi WhatsApp versi terbaru.
Ini adalah usaha tambahan dari WhatsApp untuk lindungi data penggunanya. Saat fitur tersebut diperkenalkan, diklaim telah terjadi lebih dari 100 milyar pesan yang dikirim setiap harinya, berpindah antar pengguna yang kini jumlahnya sudah melampaui 2 milyar.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




