Google Cloud Hadirkan Fitur Pelacak Jejak Karbon via Citra Satelit

Jakarta, Gizmologi – Google menghadirkan fitur baru yang bertujuan mengajak penggunanya mengurangi jejak emisi karbon. Ini termasuk mencatat rute ramah lingkungan, navigasi ringan dilengkapi berbagi informasi yang dapat membantu orang lain membuat pilihan yang lebih ramah lingkungan saat bepergian.

Melansir Techcrunch, upaya ini adalah sebagai bagian dari dorongan untuk membantu perusahaan melacak dan memotong anggaran karbon. Rute-rute pilihan ini bisa didapatkan melalui citra satelit bagi mereka pelanggan layanan Google Cloud.

“informasi bagi pesepeda yang memungkinkan pengguna dapat dengan cepat memeriksa stasiun terdekat dan berapa banyak sepeda dan skuter yang tersedia setiap saat di Google Maps,” bunyi laporan yang tertulis di dalam blog Google, Rabu (13/10).

Fitur-fitur baru tersebut termasuk di antara pengumuman yang dibuat Google Cloud pada hari Selasa (12/10) waktu setempat untuk memulai konferensi pelanggan tahunannya, yang diadakan secara virtual tahun ini karena pandemi.

Terkoneksi Layanan Cloud

 

Untitled 3

Penyedia cloud terkemuka seperti Google, Microsoft Corp dan Amazon.com Inc telah bersaing dalam penawaran teknologi mereka yang keberlanjutan selama bertahun-tahun. Mereka bertujuan untuk melayani perusahaan yang berada di bawah tekanan dari pemangku kepentingan untuk memikirkan kembali operasi sehubungan dengan perubahan iklim.

Pelaporan jejak karbon baru Google, serupa dengan yang telah disediakan Microsoft, menunjukkan emisi yang terkait dengan listrik yang digunakan untuk menyimpan dan memproses data pelanggan. Selain itu, Google sekarang akan memperingatkan pelanggan ketika mereka membuang-buang energi untuk layanan cloud yang tidak aktif.

“Ini adalah sesuatu yang sekarang kami sadari dapat diterapkan pada banyak peluang komersial ini,” kata direktur teknis di Google Cloud, Jen Bennett.

Penawaran pemetaan baru, Google Earth Engine, telah digunakan oleh puluhan ribu peneliti, pemerintah, dan kelompok advokasi sejak 2009. Namun, Google sekarang mengizinkan bisnis dalam layanan tersebut, yang mencakup banyak kumpulan data geospasial besar seperti Landsat dan perangkat lunak yang dibutuhkan untuk menganalisis.

Tinggalkan komen