Halodoc Jadi Aplikasi Populer di AppStore, Luncurkan Layanan Imunisasi Anak di Rumah

Jakarta, Gizmologi – Pandemi COVID-19 yang masih melanda banyak negara termasuk Indonesia, membuat masyarakatnya lebih berhati-hati dan fokus untuk menjaga kesehatan agar tidak terpapar oleh virus. Keberadaan layanan aplikasi kesehatan yang lengkap pun menjadi penting, termasuk Halodoc yang menjadi salah satu platform paling populer.

Agar dapat menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks di tengah pandemi, Halodoc tak henti-hentinya untuk terus berinovasi. Menggabungkan kemampuan teknologi, Halodoc berhasil memberikan penggunanya fitur yang lengkap serta relevan di situasi PPKM saat ini. Termasuk PPKM Darurat yang memerlukan hasil tes lebih ketat untuk bepergian.

Baca juga: Halodoc dan Gojek Resmikan Pos Vaksinasi COVID-19 Drive Thru di Bogor

Fiturnya yang lengkap tentu menarik banyak konsumen untuk meng-install dan gunakan Halodoc dalam kehidupannya sehari-hari. Dalam sebuah rilis yang diterima Gizmologi (3/8), tercatat pengguna aktif bulanan platform kesehatan digital ini sudah mencapai 20 juta orang per April 2021 kemarin. Hal tersebut juga membuat Halodoc berhasil ‘nangkring’ dalam jajaran aplikasi paling populer di Indonesia.

Halodoc - Apple AppStore Trending
Aplikasi Halodoc sempat trending di Apple AppStore

Dari data aplikasi trending di Apple App Store per 21 Juli 2021, Halodoc berhasil masuk ke dalam jajaran aplikasi yang paling happening di masa itu. Bahkan menempati posisi kedua di App Store Indonesia, bersaing dengan aplikasi lain seperti Gojek, Netflix hingga Twitter dan aplikasi e-commerce.

Alfonsius Timboel selaku Chief Product Officer Halodoc mengatakan bila pencapaian ini hadir sebagai motivasi tersendiri, bahwa inovasi yang dihadirkan telah mampu menjadi solusi kesehatan yang digunakan oleh masyarakat. “Dengan menghadirkan inovasi komprehensif dari hulu ke hilir, kami berharap dapat terus menjadi andalan masyarakat.”

Layanan Homecare Untuk Anak Perlancar Imunisasi

Layanan Imunisasi Anak Homecare Halodoc

Oleh karena itu, kini dihadirkan dua peningkatan baru untuk menyelesaikan masalah masyarakat lebih baik. Yaitu dengan memberikan layanan imunisasi ke rumah, dan integrasi seluruh layanan drive-thru COVID-19 Halodoc ke databse New All Record (NAR) milik Kemenkes RI.

Berdasarkan data dari WHO & UNICEF, dilaporkan bila terdapat 23 juta anak di seluruh dunia yang melewatkan imunisasi rutin di 2020, naik sekitar 3,7 juta dari 2019. Salah satu penyebabnya tentu karena adanya pandemi COVID-19, menjadi latar Halodoc untuk berkolaborasi bersama mitra klinik agar dapat hadirkan layanan homecare untuk imunisasi rutin bagi anak.

Halodoc sediakan layanan imunisasi anak ke rumah dalam lima jenis pilihan imunisasi, termasuk paket imunisasi untuk DTP, Polio, Influenza serta Hepatitis B, dapat dipilih sesuai kebutuhan. Dalam tahap awal ini, layanan baru tersedia di daerah DKI Jakarta.

Kedepannya tentu ketersediaan bakal diperluas. Sementara selama tahap awal ini, pengguna bisa memanfaatkan potongan harga Rp100 ribu dengan menggunakan kode IMUNISASI, berlaku 1x hingga 31 Agustus 2021.

Hasil Tes PCR Halodoc Terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi

Aplikasi PeduliLindungi cetak sertifikat vaksin COVID-19

Tak hanya fokus hadirkan layanan imunisasi baru, kini hasil tes PCR yang telah dipesan lewat aplikasi Halodoc juga bisa digunakan sebagai syarat perjalanan selama masa PPKM. Sejak penerbangan antar bandara di Pulau Jawa dan Bali mengharuskan penumpang untuk membawa kartu vaksin dan hasil tes PCR (maks 2×24 jam), Kemenkes membuka akses bagi operator transportasi udara untuk lakukan pengecekan kesehatan penumpang.

Yaitu dengan menunjukkan kode QR di aplikasi PeduliLindungi, atau dengan nomor NIK di counter check-in, sehingga tak lagi perlu menunjukkan dokumen tercetak (hard copy). Namun pengguna Halodoc juga dapat menunjukkannya secara langsung, karena telah memastikan seluruh lokasi drive-thru tes COVID-19 sudah terafiliasi dengan NAR.

Layanan drive-thru tes COVID-19 Halodoc telah tersedia di 120 lokasi di 34 kota, dan semua hasilnya akan terbaca di aplikasi PeduliLindungi. Pengguna dianjurkan untuk terus memperbarui versi aplikasi mereka supaya bisa menikmati benefit dari fitur baru yang ditawarkan.

Tinggalkan komen