Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Mengenal Jitsi Meet, Alternatif Konferensi Video yang Gratis & Open Source

3 33.199

Anjuran untuk #DiRumahAja selama masa pandemi virus Covid-19, membuat kebutuhan aplikasi komunikasi video makin tinggi. Zoom saat ini mungkin telah menjadi yang paling dikenal, dengan jumlah lebih dari 200 juta pengguna hingga Maret lalu. Namun tahukah Gizmo lovers kalau ada alternatif lain yang tak kalah menarik seperti Jitsi Meet?

Meski sudah sangat umum digunakan, tak sedikit yang meragukan keamanan dari aplikasi video konferensi Zoom. Penyedia lainnya pun berbondong-bondong mengambil kesempatan dengan merilis fitur-fitur baru agar bisa bersaing untuk ikut digunakan masyarakat. Tak terkecuali Jitsi Meet, platform video conference open source yang mungkin sudah pernah Gizmo lovers dengar atau pakai sebelumnya.

Fitur Unggulan Jitsi Meet

Tampilan Jitsi Meet

Keamanan dan fleksibilitas adalah kunci utama yang ditawarkan oleh Jitsi. Dengan Jitsi Meet, panggilan video dienkripsi penuh, dan sepenuhnya gratis bahkan tidak memerlukan akun sama sekali. Jitsi Meet mengklaim mampu berikan kualitas audio lebih tinggi dengan bekerja sama oleh Optus. Menjadi open source, para developer aplikasi dapat memodifikasi serta kustomisasi platform ini secara bebas.

Walaupun gratis dan tidak memerlukan akun bahkan aplikasi sekalipun (tetap bisa install kalau mau—Jitsi menyediakan aplikasi baik untuk smartphone Android, iOS, Windows PC, Mac, Ubuntu hingga Linux), Jitsi Meet versi browser sangat kaya akan fitur. Berbeda seperti Skype Meet Now yang baru saja dirilis, Jitsi Meet versi browser punya kelengkapan fitur yang setingkat dengan aplikasi.

Setiap panggilan video dapat diberikan short URL sehingga lebih mudah untuk dibagikan. Selain kolom chat, kamu juga bisa membagikan tampilan layar komputer kepada peserta video conference lainnya. Jumlah partisipan terbatas hingga 75 orang—Jitsi menyebutkan maksimal 35 orang jika ingin kualitas tetap optimal.

Fitur Jitsi Meet
Beberapa fitur yang bisa dimanfaatkan selain screen sharing dan private chat.

Fitur mengganti latar belakang seperti Zoom belum tersedia di Jitsi Meet, tetapi ada opsi untuk memberikan efek blur, agar setidaknya suasana yang sedikit berantakan di rumah tidak terlihat. Sesi panggilan video bisa direkam dan langsung disimpan lewat Dropbox, dan bisa diintegrasikan dengan Slack, Google Calendar sampai Office 365.

Cara Menggunakan Jitsi Meet

Tanpa perlu mengunduh aplikasi, kamu hanya perlu mengunjungi situs https://meet.jit.si/, berikan nama sesi meeting sesuai selera, dan klik Go. Itu saja, dan sesi panggilan video sudah dimulai. Bagikan link secara mudah, dan kamu bisa menambahkan password untuk mencegah orang yang tak diinginkan join ke dalam sesi video conference. Opsi membagikan layar, angkat tangan untuk bertanya dan berkirim teks bisa diakses dengan mudah layaknya Zoom. Tetapi tidak seperti Zoom, kamu bisa menelepon hingga berjam-jam dengan Jitsi Meet tanpa ada batasan waktu.

Kualitas video bisa diatur sesuai selera, mulai 240p hingga HD, tergantung jenis perangkat yang kamu gunakan. Kamu juga bisa membuat sesi menjadi live streaming pada platform YouTube. Ingin menendang salah satu partisipan dalam sebuah meeting? Bisa hanya dengan meng-klik partisipan tersebut, dan opsi untuk kick akan tersedia.

Apapun aplikasi video conference yang kamu gunakan, jangan lupa untuk selalu terhubung dengan keluarga maupun teman terdekat selama masa pandemi berlangsung ya.

Bisa Install Jitsi Meet di Server Hosting Sendiri

Satu hal kelebihan Jitsi Meet yang tidak dimiliki platform video conference adalah sifatnya yang open source. Kita bisa menginstall source code di server yang dimiliki sendiri. Sehingga bisa melakukan kustomisasi dan kontrol lebih maksimal. Bahkan bisa membuat layanan video conference dengan domain dan branding sendiri.

Salah satu contohnya yang kami temukan adalah DiRumahAja.live. Platform video conference berbasis web ini memiliki antarmuka yang sama dengan Jitsi Meet, namun dengan tampilan bahasa Indonesia sehingga lebih mudah dimengerti.

Selain itu, Telkom Indonesia juga memakai platform Jitsi Meet untuk layanan video conference UMeetMe. Sebagaimana DiRumahAja.Live, UMeetMe hanya mengganti tampilan depan atau homepage saja. Sementara antarmuka video conference di dalamnya tetap seperti Jitsi Meet yang asli. Selain itu, ada logo UMeetMe sebagai tanda ini menggunakan server sendiri.

Untuk membuat Jitsi Meet di server milik sendiri, pengguna perlu terlebih dulu mengunduhnya di website Jitsi maupun repository Github. Versi Desktop tersedia untuk sistem operasi Microsoft Windows, MAC OS X, dan Linux (Ubuntu, Debian, Arch Linux). Selamat mencoba.