Pesaing Gojek & Grab, inDriver Kini Hadir di Jakarta

Jakarta, Gizmologi – Seiring dengan menurunnya jumlah kasus COVID-19 dan terus naiknya jumlah masyarakat yang sudah tervaksinasi, kini sudah mulai banyak dari mereka yang berkegiatan di luar ruangan. Memanfaatkan moda transportasi umum, terutama di Jakarta, inDriver hadir sebagai opsi pilihan tambahan aplikasi transportasi daring.

Belum familiar? Serupa dengan Gojek dan Grab, inDriver adalah sebuah platform transportasi layanan ride-hailing, yang bila diterjemahkan menjadi sebuah layanan pengantaran manusia. Berasal dari Rusia, platform ini sudah ditemukan sejak 2013 lalu, kini dikabarkan sudah punya lebih dari 100 juta pengguna di lebih dari 546 kota dan 34 negara.

Salah satunya termasuk Indonesia, di mana inDriver melakukan tes pasar pertama kali di Medan sejak 2019 lalu. Dalam kurun waktu dua tahun, saat ini telah berhasil diperluas cakupan operasionalnya, lebih dari 50 kota di Tanah Air. Kini akhirnya di Jakarta dan area Jabodetabek, sebagai cakupan perluasan terbarunya.

Baca juga: GoCorp, Solusi Perusahaan Atur Tunjangan Transportasi Karyawan

Pengguna inDriver Bisa Saling Tawar Tarif Harga

inDriver

Menurut Egor Fedorov, Direktur Operasional (COO) inDriver, kehadiran platform-nya di Jakarta merupakan momen yang sangat signifikan bagi pertumbuhan perusahaan. “Kami sangat antusias akhirnya bisa menjejakkan kaki di ibu kota,” tambahnya lewat sebuah rilis yang diterima Gizmologi (14/10). Pihaknya sendiri hadir ke Indonesia dengan sebuah misi yang cukup fair sekaligus unik.

Yaitu menyediakan layanan transportasi daring yang lebih terjangkau, mudah diakses dan adil. Dengan misi tersebut, respon yang diterima diklaim luar biasa, membuatnya yakin bila pengguna inDriver di wilayah Jabodetabek lainnya juga bakal melihat platform ini sebagai salah satu opsi menarik ketika harus bepergian.

Membawa fitur Real-time Deals (RTD), inDriver hadir dengan metode pembayaran yang cukup unik, di mana pengguna punya kebebasan untuk tentukan preferensi perjalanan mereka. Pertama, pengguna akan ajukan harga untuk permintaan perjalanan. Kemudian pengemudi menerima pemberitahuan permintaan, dan punya pilihan untuk terima, abaikan hingga lakukan negosiasi harga agar sama-sama menguntungkan.

Keunikan dari fitur milik inDriver satu ini juga membuat pengemudi tak secara otomatis ditetapkan ke penumpang. Pengguna juga bisa bebas memilih pengemudi yang sesuai preferensi, seperti berdasarkan harga, peringkat pengemudi, perkiraan waktu tiba sampai jenis kendaraan. Fitur keamanan pengguna pun juga diperhatikan.

Telah Capai 100 Juta Jumlah Unduhan

inDriver

Selama layanan digunakan, pengguna aplikasi inDriver bisa bagikan proses perjalanan bersama lokasi real-time menggunakan GPS. Juga diberikan tombol keselamatan, di mana dapat langsung menghubungkan pengguna dengan lembaga penegak hukum secara langsung, bila terjadi keadaan darurat.

“Ada sekitar 15 juta pengguna transportasi daring di wilayah Jabodetabek, artinya kami memiliki kesempatan tak terbatas untuk terus tumbuh, berkembang dan bersaing. Peluncuran hari ini merupakan batu loncatan yang cukup penting, selain membuat posisi kami lebih baik dalam persaingan, juga menegaskan komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan layanan transportasi daring,” tambah Egor.

Meski harus menghadapi segala hambatan yang ada karena pandemi COVID-19, inDriver masih bisa meraih prestasi sepanjang tahun 2021. Di antaranya seperti jumlah 1 milyar perjalanan yang terselesaikan per Juni kemarin, serta melampaui 100 juta unduhan di platform Android dan iOS di bulan September.

Tinggalkan komen