Jakarta, Gizmologi – Kementerian Komunikasi dan Informatikan (Kominfo) membuka suaranya terkait kehadiran elaelo. Menurut kominfo elaelo bukan buatan pemerintah, berbeda dengan klaim platform tersebut.
Awal populernya elaelo dikarenakan rencana Kominfo yang ingin memblokir X karena diperbolehkannya konten pornografi di platformnya. Lalu, elaelo muncul membawa klaim sebagai sosial media buatan anak bangsa.
Website elaelo.id memperlihatkan burung garuda sebagai lambang Pancasila dan memperlihatkan countdown hitung mundur, ditambah tulisan “Ela Elo Is Coming, Big Features Will Be Ready” dan “Under Construction by Kominfo”. Selain itu juga ada musik mars Pancasila yang bisa didengarkan oleh pengunjung, menambah rasa nasionalis di sosial media baru ini.
Baca Juga: Bahaya Elaelo, Sosmed Pengganti X punya Domain Situs Tidak Aman!
Namun Kominfo Mengatakan Elaelo Bukan Buatan Pemerintah

Penjelasan elaelo bukan buatan pemerintah ini dilaporkan dari Antaranews, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan elaela bukan buatan pemerintah. Hal ini juga didukung dengan adanya Laporan Isu Hoaks, Jumat (3/5/2024).
”Emang bukan dari (Kementerian) Kominfo,” ujar Semuel, Rabu (19/6/2024).
Dalam fitur Cek Hoaks di situ Aduankonten.id yang dikelola oleh Kominfo mengungkap bahwa klaim elaelo sebagai buatan pemerintah adalah hoaks. Dengan begitu janji yang dimana elaelo buat untuk 1.000 pengguna pertama mendapat centang biru hanya akan menjadi angin lalu saja.
Pengamat Juga Sudah Tahu Elaelo Bukan Buatan Pemerintah

Ketua Komtap Cyber Security Awareness Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (Aptiknas), Alfons Tanujaya atau yang biasa kita kenal juga sebagai pengamat keamanan siber mengatakan tak mungkin pemerintah menjadi pemain. Karena menurut pemerintah di situasi ini harusnya hanya berperan sebagai regulator.
Selain itu tidak amannya situs elaelo.id ini menjadi pertanyaan dan membuat alasan elaelo bukan buatan pemerintah jadi kuat. Alfons mengatakan bahwa bila ingin membuat platform pengganti X tentu harus sebanding.
”Siapa yg klaim elaelo buatan pemerintah? Domainnya saja tidak secure. Owner-nya dicari Aksaradigital,” ujar Alfons.
”Kalau benar Kominfo sih harusnya jadi pertanyaan besar kok websitenya seperti itu, lagi pula Kominfo kan regulator kok jadi pemain,” tambahnya.

Ia juga mendukung dengan keputusan Kominfo untuk memblokir X. Menurutnya pemerintah harus tegas namun keberadaan X akan sulit untuk digantikan.
”Kalau X di blokir kemungkinan yah akan bergeser ke Threads atau X diakses melalui VPN atau sejenisnya. Pemerintah harus tegas dalam hal ini, saya setuju,” ungkap Alfons.
Meski Threads terkenal dari grup Meta, namun menurut Alfons sosial media tersebut belum bisa berhasil menggeser keberadaan X.
”Aku bukan bilang X tidak bisa digeser atau merendahkan bangsa sendiri, tetapi kalau mau melakukan sesuatu harus realistis dan jangan ibarat mimpi disiang bolong dan merasa punya coding dan server bisa buat medsos sudah berasa jagoan mau mengalahkan penguasa market. Jadi realistis aja,” jelasnya.
Ketika berita ini tayang, Gizmologi mengecek situs elaelo.id dan menemukan perubahan dimana yang tadinya “Under Construction by Kominfo” menjadi “Under Construction by Democracy Fighter”.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




