Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Facebook Akui Mengintip Chat Pengguna di Aplikasi Messenger

Sering chatting menggunakan aplikasi Facebook Messenger? Mungkin mulai dari sekarang berhati-hatilah sebab ternyata Facebook mengintai percakapan pengguna aplikasi ini, yang lalu membuat kita jadi bertanya-tanya, apakah Facebook Messenger benar-benar rahasia?

Bocornya sekitar 80 juta, 1 juta di antaranya pengguna Facebook dari Indonesia, yang diduga dimanfaatkan oleh firma riset Cambridge Analytica untuk kepentingan pihak lain, membuka satu per satu ‘rahasia’ yang ada di dalam Facebook, termasuk aplikasi Facebook Messenger.

Dalam sebuah wawancara dengan Ezra Klein dari Vox, CEO sekaligus pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengatakan sistem Facebook mampu mendeteksi “apa yang sedang terjadi” dalam aplikasi Facebook Messenger.

Dia menambahkan ketika “pesan sensasional” ditemukan. “Kami menghentikan pesan tersebut tersebar.”

Mark mengatakan, “Facebook melakukan scan pesan dan menggunakan alat yang sama untuk mencegah adanya pelecehan yang umum terjadi di media sosial secara umum”, sebagai alasan mengapa pihaknya membaca pesan yang dikirim melalui aplikasi Facebook Messenger, tulis techradar.com.

Media sosial terpopuler di dunia tersebut menyebut semua konten di Facebook harus sesuai dengan “standar komunitas”. Unggahan atau pesan yang terbaca melanggar aturan bisa dilaporkan oleh pengguna yang lain jika tim “operasi komunitas” di Facebook melakukan review. Kadang review dapat dilakukan oleh alat otomatis.

“Sebagai contoh, di Messenger, saat kamu mengirim foto, sistem otomatis kami akan melakukan scan dengan memakai teknologi pengidentifikasian foto untuk mendeteksi jika ia mengandung pesan eksploitasi atau saat kamu mengirim tautan, kami akan melakukan scan untuk mengetahui jika ada malware atau virus,” ungkap juru bicara aplikasi Facebook Messenger.

Related Posts
1 daripada 17

Baca juga: Ini Taktik Zuckerberg Agar Skandal Bocornya Data Pengguna Facebook Tak Terulang Lagi

Ia menambahkan kebijakan yang diterapkan pada aplikasi Facebook Messenger terhadap penggunanya, “sangat mirip dengan kebijakan yang dilakukan perusahaan internet lainnya saat ini.”

Facebook dan teman-temannya ini sungguh populer di kalangan milenial. Foto oleh macworld.com

Meski demikian, aplikasi chatting Facebook lainnya, WhatsApp, membanggakan diri sebagai platform yang menghargai privasi sebab tidak mampu membaca pesan penggunanya. WhatsApp menerapkan enkripsi end-to-end yang membuat pihak Facebook tidak bisa mengetahui percakapan penggunanya. Aplikasi Facebook Messenger juga mempunyai pilihan enkripsi tetapi pengguna harus memilih terlebih dahulu lalu menggunakan kunci atau perintah agar bisa mengunakan enkripsi.

Facebook memang belakangan memperbaharui kebijakan data dan membuat aturan layanan baru guna mempermudah aturan seputar Facebook dan produk lainnya, kemungkinan aplikasi Facebook Messenger dan Instagram.

Dalam sebuah blog, Facebook menulis, “Kami lebih baik menjelaskan cara mengatasi pelecehan dan menginvestigasi kegiatan mencurigakan, termasuk dengan menganalisa konten yang dibagi pengguna.”

Facebook memang sedang dalam sorotan paska bocornya data pribadi pengguna, dari yang sebelumnya sekitar 50 juta kini meluas hingga menjadi sekitar 80 juta pengguna. Paling banyak data yang dibobol adalah milik pengguna Facebook asal Amerika Serikat, sedangkan Indonesia menduduki peringkat ke-3 dimana data pribadi 1 juta pemakai Facebook telah dicuri.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.