Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Ini Taktik Zuckerberg Agar Skandal Bocornya Data Pengguna Facebook Tak Terulang Lagi

Apa kalian termasuk salah satu yang menonaktifkan bahkan menghapus aplikasi Facebook dari smartphone paska skandal Facebook? Tak hanya minta maaf, CEO Facebook Mark Zuckerberg telah membeberkan strategi biar kejadian bocornya data pengguna Facebook tak terulang lagi.

Zuckerberg menggambarkan beberapa langkah mencegah terjadinya skandal Facebook sebagaimana  phonearena.com ambil kesimpulan dari surat permintaan maaf CEO tersebut ke sembilan media di Inggris dan AS Minggu (25/3/2018) lalu.

Langkah tersebut adalah memberlakukan batas data yang diperoleh oleh aplikasi ketika pengguna masuk menggunakan ke aplikasi tersebut melalui Facebook. Langkah kedua yakni menyetop  penerimaan ‘banyak sekali informasi’ ke beberapa aplikasi, contohnya aplikasi yang dibuat olah Aleksandr Kogan, periset dan mantan profesor Cambridge University yang diduga membocorkan data pengguna Facebook ke Cambridge Analytica tanpa izin.

Lalu langkah terakhir mencegah skandal Facebook adalah mencari aplikasi mana yang memperoleh banyak informasi lalu melarang tampilnya aplikasi itu di Facebook.

Sedangkan bagi pengguna, Facebook berencana mengingatkan mereka mengenai aplikasi mana yang membutuhkan izin pengguna dalam memperoleh data pengguna. Dengan cara ini pengguna dapat mencegah aplikasi tertentu memperoleh data mereka.

Related Posts
1 daripada 18

Dari surat berbentuk iklan satu halaman penuh kemarin, Zuckerberg menulis:

“Mungkin anda pernah mendengar tentang aplikasi kuis yang dibuat oleh seorang periset universitas yang membocorkan data Facebook atas jutaan orang pada 2014. Ini merupakan pelanggaran kepercayaan dan kami meminta maaf tidak melakukan lebih banyak hal lagi saat itu. Kini kami mengambil langkah agar hal ini tidak terjadi lagi.”

Skandal Facebook.Tak cuma merugi dari kehilangan penggunanya, Zuckerberg juga merugi secara nominal. Saham Facebook langsung anjlok, dari US$185,09 pada 16 Maret 2018 menjadi $159,39 per lembar saham pada Jumat pekan lalu. Dengan kata lain, skandal Facebook membuat kekayaan bersih Zuckerberg tergerus lebih dari $5 miliar.

Skandal Facebook bermula dari laporan New York Times dan The Guardian yang menduga Cambridge Analytica, sebuah perusahaan penerimaan data dan analitik, menyalahgunakan dari 50 juta pengguna Facebook. Data ini diperoleh dari Alexsandr Kogan lalu diduga diberikan ke firma riset yang masih terafiliasi dengannya, yakni Strategic Communication Laboratories, sehingga membuat Facebook tak memenuhi ketentuan ke penggunanya. Dua perusahaan ini menolak telah menyalahgunakan data pribadi pengguna Facebook, tulis theverge.com.

Baca juga: 6 Cara Efektif Memaksimalkan Facebook Page untuk Bisnis Anda

Di Indonesia sendiri, Facebook masih menjadi media sosial favorit masyarakat. Data dari We Are Social dan Hootsuite menyebut jumlah pengguna Facebook di Indonesia mencapai 130 juta akun per Januari 2018. Indonesia menjadi negara penyumbang akun terbesar ke-4 di dunia setelah India, Amerika Serikat dan Brasil. Pengguna Facebook di tanah air memberikan kontribusi sebesar 6% sama dengan Brasil yang mencatat 130 juta akun di negara tersebut.