Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

DANA Siap Membuat Isi Dompet Orang Indonesia Semakin Tipis Secara Aman

Semakin jarangnya uang fisik digunakan sehari-hari bukan berarti bentuk transaksi jual-beli dan pertukaran uang akan punah.

Suka atau tidak, era digital economy sudah di depan mata. Sayangnya tidak semua merasa senang dengan era ini jika menyangkut soal keamanan dan kenyamanan. Hadir di Indonesia, DANA tampaknya ingin mematahkan anggapan tersebut.

Cepat atau lambat isi dompet di uang kita akan semakin menipis. Hal ini bukan berarti kita akan mengalami krisis global, melainan uang fisik yang mulai dikonversi masuk ke dalam uang digital. Makin familiarnya belaja online, penggunaan e-money, dan transer uang langsung dari perangkat smartphone merupakan tanda-tanda bahwa era digital economy sudah mulai merasuk dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari.

“Kami akan membawa Indonesia sebagai negara yang memiliki daya saing tinggi dengan kemampuannya melakukan transaksi nontunai yang transparan, aman dan efisien,” ujar Vincent Iswara, CEO DANA lewat keterangan resmi yang diterima Gizmologi.

Dengan begitu, semakin jarangnya uang fisik digunakan sehari-hari bukan berarti bentuk transaksi jual-beli dan pertukaran uang akan punah. Justru cara ini bisa mendukung Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara maju lho, Gizmolovers!

Diluncurkan tepatnya 21 Maret 2018 lalu, DANA memang dihadirkan sebagai platform terbuka yang menjadi solusi untuk semua transaksi digital nontunai, baik online maupun offline. Selain itu, perusahaan rintisan mengklaim dibangun berdasarkan teknologi terdepan yang smart dan aman.

Hal ini karena pihaknya dibidani dengan para programmer muda Indonesia yang kompeten dan berdedikasi tinggi untuk menghadirkan teknologi yang cocok untuk masyarakat Indonesia. Apalagi Data Center dan Data Recovery yang dimiliki perusahaan yang “dibekingi” EMTEK Group sebagai investor utama ini juga berada di Indonesia.

DANA saat ini telah tersedia dalam versi Beta di berbagai aplikasi, seperti BBM, Bukalapak, Tix.ID. Nantinya, aplikasi full version siap hadir di berbagai jaringan kemitraan gerai online dan offiline untuk memberikan layanan transaksi nontunai yang aman.

“Kami ingin adanya optimalisasi penggunaan nontunai sehingga membuat masyarakat Indonesia jadi masyarakat ekonomi digital yang memiliki nilai tambah dan daya saing kuat. Kesulitan dalam melakukan transaksi konvensional dengan uang tunai dalam kegiatan sehari-hari bisa menghalangi peningkatan produktivitas dan daya saing,” tandas Vincent.

Related Posts
1 daripada 24

Kalangan Millenial Lebih Siap

Apa yang diucapkan Vincent bukan isapan jempol blaka. Pasalnya, dengan transaksi tunai yang dilakukan secara masif dengan uang fisik, setidaknya membuat negara harus mengeluarkan uang sedikitnya Rp 3,5 triliun setiap tahun untuk mencetak dan mendistribuksikan uang. Itulah sebabnya, Bank Indonesia sejak tahun 2014 sudah menggencarkan Gerakan Nasional Non Tunai agar terjadinya penghematan uang negara.

Hanya saja, kenyamanan dan keamanan adalah isu utama dalam hal transaksi dengan uang digital. Hal ini terungkap dalam survei persepsi publik yang dilakukan Proventic, sebuah lembaga survei digital yang menyebutkan sebanyak 90% dari responsennya sudah pernah melakukan transaksi non-tunai, meskipun dalam jumlah terbatas.

Survei tersebut juga mengungkap sebanyak 78% responden belum pernah melakukan transaksi nontunai namun siap beralih ke pembayaran dengan transaksi ini. Rata-rata responden juga mengeluhkan beberapa ketidaknyamanan dalam bertransaksi tunai.

“Untuk mengantisipasi ketidaknyamanan tersebut, dibutuhkan kerja sama antara investor di sektor fintech, merchants, pengguna, dan pemerintah, sehingga gerakan ini dapat bergerak lebih cepat,” ujar Iwan Setiawan dari Proventic.

Keberadaan dompet digital saat ini menurut Iwan bisa jadi pendorong gaya hidup nontunai di masa depan, terutama tren transaksi ini mulai dilakukan para millenial di Indonesia untuk belanja online di situs e-commerce. Menurutnya, berdasarkan survei Proventic, kalangan ini sering menggunakan transaksi nontunai untuk beli pulsa (58%) hingga bayar tagihan listrik (35%), selain belanja produk fashion.

DANA

Nah, apakah kamu masuk ke dalam salah satu jenis millenial yang juga sering memanfaatkan transaksi nontunai, Gizmolovers? Kesan kamu apa sih terhadap layanan jenis ini? Isi di kolom komentar, yuk!

Get real time updates directly on you device, subscribe now.