Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Berantas Berita Hoax, Facebook Akuisisi Bloomsbury AI

Kebebasan berekspresi melalui media sosial telah lama menimbulkan masalah tersendiri, salah satunya adalah kabar bohong atau hoax. Baru-baru ini raksasa media sosial Facebook mengakuisisi Bloomsbury AI sebagai upaya mengurangi penyebaran hoaks di platformnya.

Sementara berita palsu menimbulkan keresahan di masyarakat, bagi Facebook, jenis kabar ini mengurangi kredibilitasnya sebagai media sosial yang bisa membuat orang enggan lagi berkunjung. Agar tak berkepanjangan, Facebook mengakuisisi Bloomsbury AI yang bermarkas di London, Inggris.

Maraknya hoaks “memaksa” Facebook mengerahkan tim khusus dari Bloomsbury AI. Foto oleh techcrunch.com

Seperti ditulis oleh TechCrunch.com, Facebook akan mengerahkan tim dan teknologi di Bloomsbury AI ini untuk memerangi berita palsu dan hal lainnya terkait konten.

Bloomsbury AI sendiri salah satunya didirikan oleh Sebastian Riedel, yang turut membangun Factmata, sebuah startup yang telah mengembangkan piranti untuk membantu brand memerangi berita palsu.

Berita bahwa Facebook mengakuisisi Bloomsbury AI tidak ditulis dalam pengumuman tersendiri. Facebook malahan menulis keahlian tim Bloomsbury AI “akan memperkuat upaya Facebook dalam riset pemrosesan bahasa alamiah dan membantu lebih lanjut dalam memahami bahasa alami dan aplikasinya”. Tetapi mungkin saja berita bahwa Facebook mengakuisisi Bloomsbury AI juga dikarenakan ingin memperoleh alat untuk mendeteksi informasi yang keliru dan masalah terkait konten yang lain.

Related Posts
1 daripada 14

Baca juga: 10 Tips Mendeteksi  dan Mencegah Peredaran Konten Hoax di Facebook

Dana Facebook mengakusisi Bloomsbury AI sampai saat ini tidak diumumkan kepada publik tetapi dikabarkan bahwa Facebook membayar antara US$23 dan US$30 juta. Bloomsbury AI sendiri merupakan lulusan Entrepreneur First, yang juga didukung oleh Fly.VC, Seedcamp, IQ Capital, UCL Technology Fund dan London Co-investment Fund.

Sebelum Facebook mengakuisisi Bloomsbury AI, firma yang didirikan oleh Mark Zuckerberg pada April lalu membagikan tips mengenali berita palsu kepada penggunanya. Facebook bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Pengawas Pemilihan Umum/Bawaslu melalui laman pribadi masing-masing pengguna.

Beberapa cara yang disarankan oleh Facebook, yakni  jangan langsung percaya dengan judul, Perhatikan alamat URL berita, menyelidiki sumber berita, hingga mengecek foto dan tanggal beritanya.

Pengguna juga diajak untuk membandingkan berita yang diduga palsu tersebut dengan yang ada di media lainnya. Jika berita tersebut tidak mempunyai “teman” di media lain maka besar kemungkinan ia memang dibuat-buat.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: