Gizmologi
The Bilingual Tech Media

10 Tips Mendeteksi & Mencegah Peredaran Konten Hoax di Facebook

Pada Februari yang lalu, Direktur Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Fadli Imran, mengatakan kepada pers bahwa peredaran konten berita palsu atau hoax di Facebook merupakan yang terbanyak dibanding media sosial lainnya.  Setelah itu disusul Twitter dan Instagram.

“Korban paling banyak pemerintah, pejabat publik, dan tokoh politik,” ucap Fadli seperti dilansir dari CNN Indonesia. Peredaran konten hoax di Facebook maupun media sosial lainnya cenderung bermacam-macam jenisnya. Ada yang berupa informasi terkait seperti bencana alam, kebakaran, obat-obatan dan kesehatan, penyerangan tempat ibadah, hingga korban kekerasan.

Mau tak mau, ini menjadi tugas besar dari penyedia layanan media sosial untuk memerangi hoax. Seperti Facebook, yang selain diguncang skandal pencurian data pribadi, juga menjadi sarang peredaran berita palsu. Selain terus memperbaiki algoritma, media sosial besutan Mark Zuckerberg itu juga bekerja sama dengan sejumlah organisasi dan media massa untuk melawan hoax.

Namun upaya untuk membendung konten hoax tidak hanya datang dari penyedia layanan atau lembaga terkait semata. Pengguna yang setiap hari berinteraksi di layanan media sosial memiliki peran paling besar. Nah, bagaimana caranya? Berikut ini 10 tips jitu mendeteksi dan mencegah peredaran konten hoax di Facebook.

1. Jangan langsung percaya dengan judul

Tips perangi hoax di Facebook yang pertama adalah kita jangan langsung percaya pada judul berita. Hoax biasanya mempunyai judul yang menarik ditulis dalam huruf besar dan dengan tanda seru. Jika kita merasa dari judul saja membuat kita ragu-ragu maka mungkin memang begitulah aslinya.

2. Perhatikan alamat URL berita

Lalu nomor dua dari 10 tips perangi hoax dari Facebook terkait dengan alamat URL beritanya. Alamat URL palsu atau yang dibuat mirip aslinya dapat menjadi peringatan bahwa berita itu palsu. Banyak situs berita palsu autentik dengan sedikit mengubah alamat URL. Kita dapat membuka situs tersebut untuk membandingkan alamat URL-nya dengan sumber terpercaya.

3. Selidiki sumbernya

Tips perangi hoax dari Facebook selanjutnya mengajak penggunanya memastikan sumber berita dari yang mempunyai reputasi keakuratan yang baik. Jika berita tersebut berasal dari organisasi yang tidak dikenal, baca bagian “Tentang” di situs mereka untuk mempelajari selengkapnya.

4. Amati bila ada pemformatan yang tidak wajar

Yang ini gampang kita ketahui langsung. Cek jika ada kesalahan ejaan atau penataan letak yang janggal. Hoax biasanya banyak ditulis dengan kalimat yang kurang tertata baik, salah ketik dan kesalahan teknis lainnya.

5. Cek fotonya

Tips perangi hoax dari Facebook juga mengarah pada foto di tulisan. Seringkali foto di berita palsu mengandung gambar atau video yang dimanipulasi. Foto memang bisa jadi asli tapi konteks bisa berbeda. Buat membuktikannya, kita bisa menelusuri gambar itu untuk cari tahu asalnya.

Facebook rilis tips perangi hoax. Foto oleh wartakota.tribunnews.com

6. Cek tanggal berita

Jika jeli maka kita akan tahu bahwa berita palsu kemungkinan berisikan linimasa atau tanggal kejadian yang sudah diubah.

7. Cek buktinya

Tips perangi hoax dari Facebook yang ke-7 yakni memeriksa sumber si penulis untuk mengonfirmasi keakuratan beritanya. Jika kurang bukti atau tergantung pada ahli yang tidak disebutkan namanya bisa jadi mengindikasikan bahwa berita itu memang palsu.

Baca juga: 6 Cara Efektif Memaksimalkan Facebook Page untuk Bisnis Anda

8. Asli atau guyon?

Hoax memang bisa kadang terbaca seperti sindiran. Untuk hal ini, kita bisa mengecek apakah memang biasanya si sumber menuliskan parodi. Bisa pula kita memeriksa secara`teliti dari nada tulisan untuk tahu bahwa cerita itu sekadar lelucon atau tidak.

9. Bandingkan dengan laporan lainnya

Jika berita itu tidak mempunyai “teman” alias tidak ada sumber lain yang menceritakan hal yang sama maka besar kemungkinan berita itu memang palsu.

10. Beberapa berita memang sengaja dipalsukan

Tips perangi hoax di Facebook terakhir pada akhirnya mengajak kita semua berpikir kritis tentang yang dibaca. Jika memang akurat dan dapat dipercaya maka baru bagikanlah ke teman-teman kita.

 

%d blogger menyukai ini: