Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

OYO Raih 1 Juta Pengguna Aplikasi & Pendanaan USD 2 Miliar

Meski usianya terbilang masih belia, popularitas OYO tidak bia dipandang sebelah mata. Startup asal India yang bergerak di jaringan perhotelan ini terus menorehkan pencapaian spektakuler.  Belum lama ini, perusahaan yang didirikan pada 2013 ini mengumumkan pencapaian sebagai jaringan hotel nomor 1 di Indonesai dan ke-3 terbesar di dunia berdasar jumlah kamar.

Kini, mereka semakin memantapkan posisinya sebagai pemain terdepan di industri perhotelan Indonesia dengan keberhasilannya membukukan lebih dari 1 juta basis pengguna aplikasi OYO di platform iOS dan Android.  Hal ini menunjukkan bahwa pengguna aplikasi melakukan pencarian atas hotel OYO setiap harinya. Saat ini pemesanan melalui aplikasi OYO mencapai lebih dari 1.000 pemesanan di  akhir minggu, bahkan dalam 10 minggu terakhir naik sebanyak 2 kali lipat.

Aplikasi OYO yang baru berumur 8 bulan tersebut saat ini juga menduduki peringkat teratas ke-4 di Google Play Store di kategori Travel and Local apps di Indonesia. Ini sekaligus menempatkannya sebagai jaringan hotel pertama yang menjadi pilihan utama untuk para pengguna Android di Indonesia.

Selain kemudahan pemesanan kamar yang dihadirkan pada aplikasi OYO, harga yang ditawarkan pun cukup kompetitif. Faktor-faktor inilah yang membuat OYO mampu menarik 1 juta basis pengguna aplikasi dalam waktu yang relatif singkat sejak resmi beroperasi di Indonesia mulai Oktober 2018.

Menurut Rotsen Quispe, VP Growth and Product Marketing OYO Indonesia, pertumbuhan bisnis di Indonesia sangat mengesankan. Karena ridak lama setelah mengumumkan pencapaian OYO sebagai jaringan hotel terkemuka, kini berhasil meraih 1 juta basis pengguna yang terdaftar di platform mobile.

“Kami sangat berterimakasih kepada seluruh pelanggan setia  yang terus menjadikan hotel-hotel OYO sebagai akomodasi pilihan mereka, serta kepada mitra pemilik hotel dan tim OYOpreneurs (karyawan OYO) yang terus bekerja keras bersama kami untuk menghadirkan pengalaman menginap yang terbaik bagi para pelanggan di seluruh Indonesia,” ujar Rotsen.

Baca juga: Airy Business, Mudahkan Kelola Perjalanan Bisnis Korporasi Secara Online

OYO

Pendanaan OYO USD 2 Miliar

Berkat pertumbuhan yang solid, peningkatan margin dan peningkatan pengalaman pelanggan, OYO pun mendapat kucuran dana. Bukan investor dari luar, melainkan dari dalam. Pendiri dan CEO Ritesh Agarwal melakukan penandatanganan putaran investasi manajemen pertama dan kedua senilai USD2 miliar.  Aksi investasi ini mendapat dukungan dari bank dan mitra finansialnya, dengan tetap tunduk kepada peraturan yang berlaku dan persetujuan pemegang saham.

Pembelian saham ini disebut termasuk salah satu transaksi besar pertama di sektor teknologi dan hospitality di India yang dipimpin langsung oleh Pendiri perusahaan, dengan dukungan mitra institusi finansial. Sebagai bagian dari transaksi ini, Lightspeed Venture Partners dan Sequoia India menjual sebagian saham mereka di OYO untuk membantu Founder dan CEO OYO meningkatkan kepemilikan sahamnya, sambil tetap berinvestasi dan berkomitmen mendukung misi jangka panjang perusahaan

Sebagai informasi, OYO mengalami kenaikan pendapatan mencapai 4,4 kali lipat YOY per Juni 2019. Perusahaan ini memiliki lebih dari 1 juta kamar yang tergabung di dalam jaringan OYO; 850.000 kamar berasal dari bisnis hotel (lease dan waralaba) dan 300.000 kamar dari rumah tinggal dan rumah liburan. Sebanyak 200.000 dari total kamar tersebut berlokasi di India.

Sementara itu untuk di Indonesia, OYO mulai beroperasi sejak Oktober 2018. Saat ini OYO telah hadir di lebih dari 80 kota di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 720 hotel dan 20.000 kamar eksklusif. Secara global, OYO telah mengembangkan bisnisnya di lebih dari 80 negara, 800 kota, lebih dari 23.000 hotel OYO dan 850.000 kamar hanya dalam jangka waktu hanya 6 tahun.