Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Platform Waze for Brands, Saatnya Memonetisasi Aplikasi Navigasi

Bagi yang biasa berkendara, nama aplikasi Waze sudah bukan hal yang asing lagi. Banyak yang mengandalkan aplikasi ini untuk mencari jalan alternatif jika terjebak dalam kemacetan atau biar nggak tersesat. Nah, semakin banyaknya pengguna membuat aplikasi yang kini dimiliki Google tersebut memulai cara baru untuk memonetisasinya melalui platform Waze for Brands.

Pada dasarnya, Waze for Brands adalah platform iklan yang disediakan untuk memudahkan perusahaan pemilik merek mengiklankan produk dan layanannya melalui aplikasi ini. Modalnya tentu saja adalah memiliki basis data pengguna komunitas yang cukup besar dan aktif, sehingga lebih mudah untuk menargetkan calon konsumen sesuai yang ingin dibidik pengiklan.

Mengusung misi ingin mendekatkan pengguna dengan brand favorit mereka, Wave for Brands pun diluncurkan di Jakarta minggu ini dengan tema  membahas mobilitas di Indonesia dalam balutan “Waze Talks 2018”. Dengan memiliki fitur ini, pengguna bisa memperoleh update terbaru mengenai produk brand favorit hingga aktivitas brand mereka.

Waze for Brands ingin menjadi sahabat mengasyikkan saat pengguna dalam berkendara. Sebab mereka dapat memperoleh notifikasi promosi spesial hingga mendapatkan informasi tempat berguna untuk kebutuhan sehari-hari, seperti pom bensin.

Dalam memakai Waze for Brands ini, pengguna cukup memilih lokasi tertentu lalu mereka akan secara otomatis akan diarahkan ke tujuan yang diinginkan. Di lain pihak, aktivitas pengguna akan jadi masukan berharga bagi para pengelola brand sehingga brand dapat memberikan informasi dan produk yang sesuai kebutuhan konsumennya.

Peluncuran Waze for Brands minggu ini di Jakarta
Peluncuran Waze for Brands di Jakarta (29/3)
Related Posts
1 daripada 23

Selain meluncurkan Waze for Brands, Waze, yang merupakan bagian dari Google, juga memperkenalkan country manager baru untuk Indonesia, yakni Marlin R. Siahaan, yang akan memimpin perkembangan bisnis Waze di Indonesia.

“Indonesia adalah pasar yang penting bagi kami dengan jumlah pengguna yang hampir mencapai 4 juta,” kata Marlin R. Siahaan, country manager baru Waze untuk Indonesia.

“Saya berkomitmen untuk membantu Waze memecahkan permasalahan mobilitas urban, seperti lalu lintas dan kemacetan, serta membangun hubungan yang lebih kuat dengan para komunitas maupun brand di Indonesia,” ujar Marlin.

Waze for Brands saat ini telah beroperasi di berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Filipina. Di Indonesia, Waze akan bekerja sama dengan berbagai brand lokal dan internasional di area bahan bakar, ritel dan otomotif.

Pada 2017, data Waze menunjukkan bahwa Jakarta menempati peringkat keempat sebagai kota dengan lalu lintas terpadat di dunia, setelah Manila (Filipina), Bogota (Kolombia) dan Sao Paulo (Brasil). Sebanyak 50% dari pengguna Waze pun berlokasi di Jakarta. Rata-rata penggunaan Waze di Indonesia memuncak pada hari Sabtu pukul 5 sore. Pada jam tersebut pengguna biasanya memanfaatkan Waze untuk mencari rute pergi ke pusat perbelanjaan, supermarket dan kedai kopi, guna menghabiskan akhir pekan.

Baca juga: iMabrur, Aplikasi Ibadah Haji dan Umrah Ala Indosat Ooredoo

Ramadhan merupakan salah satu periode dengan tingkat arus lalu lintas terpadat di Indonesia. Jumlah orang yang berkendara meningkat hingga 45% setiap harinya. Selama bulan suci bagi umat muslim tersebut, total jarak tempuh pun bertambah hingga dua kali lipat dari hari biasa pada minggu pertama setelah Idul Fitri.

Waze memadukan teknologi mobile dan komunitas global untuk membantu siapa pun mensiasati kemacetan dan memberikan rekomendasi rute tercepat yang berasal dari pengendara lain. Selain menghemat waktu dan biaya, banyak yang menggunakan aplikasi ini sebab berdasarkan data real-time.