Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Kasus Penipuan Kian Marak, Telkomsel Siapkan Teknologi Biometrik

Kasus penipuan mengatasnamakan Telkomsel baik melalui telepon dan SMS kian marak. Berdasarkan informasi yang diungkap oleh Telkomsel, sepanjang tahun 2018 ini ada setidaknya 13 ribu laporan dari pelanggan terkait penipuan.

Dari sekian banyak modus penipuan mengatasnamakan Telkomsel, pelaku sering meminta informasi kode verifikasi atau One Time Password (OTP) di aplikasi MyTelkomsel yang dikirimkan melalui SMS.

Menurut Tuty R Afriza, Vice President Digital Experience & Business Insight Telkomsel, kode verifikasi OTP ini dikirim dari Telkomse jika pelanggan masuk ke akun MyTelkomsel melalui jaringan terbuka (WiFi), berganti perangkat, sampai menggunakan nomor operator lain.

“Jika pelaku berhasil masuk ke aplikasi MyTelkomsel, maka ia bisa leluasa mengakses berbagai fitur yang tersedia, mulai dari beli paket internet, beli pulsa, memberi hadiah, beli voucher game, sampai redeem point,” ujar Tuty saat jumpa pers di Telkomsel Smart Office, Jakarta (6/11/2018).

ilustrasi aplikasi MyTelkomsel

Selain meminta OTP, modus penipuan lainnya berupa pelanggan dirayu untuk memberikan kode pembelian layanan Telkomsel yang terkirim melalui SMS.Teknik seperti ini biasa disebut sebagai social engineering.

Oleh karena itu, pelanggan diharapkan waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel. Operator anak perusahaan Telkom Group ini mengingatkan kepada para pelanggan agar tidak memberikan OTP dan data transaksi lainnya kepada orang lain.

Ia menegaskan, Telkomsel serius menangani maraknya penipuan kepada pelanggan. Telkomsel tidak pernah meminta data diri, password atau kode verifikasi kepada pelanggan untuk alasan apapun. Data diri, password atau kode tersebut harus selalu dijaga kerahasiaannya seperti halnya PIN ATM atau bank.

Related Posts
1 daripada 12

“Dengan memberikan password atau kode verifikasi kepada orang lain sama saja dengan memberikan akses kepada orang lain untuk melakukan transaksi apapun melalui aplikasi MyTelkomsel,” ujar Tuty.

Sementara itu Yohannes Glen, Vice President ICT Security Management Telkomsel, menambahkan bahwa pengguna untuk meminimalisir penipuan atau upaya phising dengan memanfaatkan kelalaian pengguna.

“Pelanggan harus selalu update perangkat dengan sistem versi terbaru. Selain itu, jangan lupa gunakan aplikasi antivirus atau software keamanan terbaik di smartphone. Tak kalah penting, jangan pernah beritahukan informasi login kepada siapapun, baik password maupun OTP,” kata Glen.

Penguna yang merasa telah login aplikasi MyTelkomsel di beberapa perangkat, dapat melakukan logout otomatis dengan menghubungi *323*20#. Pelanggan akan mendapatkan notifikasi melalui SMS dan secara otomatis ter-logout atau keluar dari semua akses aplikasi MyTelkomsel.

Tuty menambahkan, pihaknya serius untuk menangani kasus penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel tersebut. “Saat ini kami sedang mempersiapkan beberapa fitur keamanan tambahan, seperti halaman login alternatif yang lebih aman dan juga memanfaatkan teknologi biometrik,” ungkapnya.

Fitur biometrik tersebut kabarnya akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Namun Telkomsel masih merahasiakan metode biometrik seperti apa yang akan digunakan. Apakah akan menggunakan fingerprint sensor, face detection ataukah retina sensor.

Denny juga menambahkan dalam menyampaikan segala informasi untuk pelanggan, baik mengenai program, layanan, produk, ataupun promosi berhadiah, Telkomsel selalu menggunakan mekanisme pemberitahuan resmi, seperti melalui surat, pemberitaan di media massa nasional, informasi di GraPARI terdekat atau di Call Center Telkomsel, serta situs resmi perusahaan di www.telkomsel.com.

Jika terjadi penipuan, pelanggan dapat menghubungi layanan call center 24 jam dengan menghubungi 188, mengiirmkan SMS pengaduan yang dikirimkan ke 1166 secara gratis dengan format PENIPUAN#NO. MSISDN PENIPU#ISI SMS PENIPUAN, menghubungi melalui chatting dengan asisten virtual di LINE, Telegram, dan Facebook Messenger Telkomsel, email [email protected]telkomsel.co.id, atau melalui facebook.com/telkomsel dan Twitter @telkomsel. Informasi lebih lanjut mengenai penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel dapat dilihat di https://www.telkomsel.com/ support/waspada-penipuan.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: