Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Natal dan Tahun Baru 2018: Kenaikan Trafik Layanan Data Telkomsel 42% & XL Axiata 20%

Momen khusus seperti Ramadhan dan Idul Fitri yang dirayakan Umat Islam, serta libur panjang Natal dan Tahun Baru selalu membawa berkah bagi operator seluler. Betapa tidak, pada masa ini mereka panen lonjakan trafik layanan data, kendati voice dan SMS meningkat sedikit saja.

Seperti trafik layanan data Telkomsel yang dilaporkan mengalami peningkatan sebesar 42% dibanding hari biasa. Sedangkan XL Axiata melaporkan trafik data secara rata-rata meningkat dari hari-hari biasa dan puncaknya pada malam pergantian tahun baru hingga tanggal 1 Januari 2018 yang mencapai sekitar 20%.

Telkomsel

Pada periode Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, operator anak perusahaan Telkom Grup dan Singtel tersebut  mencatat trafik layanan data atau payload mencapai 10,7 petabyte atau meningkat 42% dibandingkan pada hari normal 2017 sebesar 7,5 petabyte per hari.

Bahkan jika dibanding pada musim yang sama tahun sebelumnya,  trafik layanan data Telkomsel melonjak 151%. Sementara itu XL Axiata jika dibandingkan dengan periode yang sama pada periode liburan pergantian tahun 2016/2017, kenaikan trafik data mencapai 160%, bahkan untuk trafik layanan 4G LTE mencapai 300% di tanggal yang sama.

Wilayah dengan kenaikan trafik layanan data Telkomsel tertinggi adalah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dengan peningkatan 56% dibandingkan hari normal, diikuti Jawa Barat (51%) dan Sulawesi (50%).  Trafik layanan data di terbesar terjadi di wilayah Jabotabek, dengan total pemakaian mencapai 465 TB.

Menurut Adita Irawati, Vice President Corporate Communications Telkomsel, tingginya peningkatan trafik layanan data dipicu meningkatnya aktivitas pelanggan yang mengunggah foto atau video  melalui berbagai aplikasi media sosial. Selain itu, penggunaan smartphone dan komputer tablet untuk melakukan video streaming dan komunikasi melalui aplikasi pesan instan juga meningkat.

Kontribusi tertinggi penggunaan layanan data secara umum berasal dari aktivitas di media sosial yang mencapai 35%. Pelanggan juga memanfaatkan layanan data untuk menyaksikan film atau video secara streaming dengan kontribusi sebesar 31%. Sementara itu, komunikasi berbasis teks, serta panggilan suara dan panggilan video melalui aplikasi pesan instan memberikan andil sekitar 8% terhadap penggunaan layanan data.

Sementara itu, penurunan trafik terjadi untuk layanan suara dan SMS. Dibandingkan dengan trafik pada hari normal, trafik layanan suara menurun 6% menjadi 1,3 miliar menit, sementara trafik layanan SMS menurun 5% menjadi 659 juta SMS.

“Pergeseran perilaku pelanggan dalam menggunakan layanan sudah kami prediksi sebelumnya, di mana layanan data kini semakin dominan digunakan pelanggan.Meski demikian, pelanggan di beberapa wilayah masih intensif menggunakan layanan suara dan SMS dalam berkomunikasi selama periode Tahun Baru,” ungkap Adita.

Sebagai contoh, Papua dan Maluku menjadi regional yang mengalami kenaikan trafik layanan suara tertinggi dengan peningkatan sekitar 7%. Sementara itu, Kalimantan menjadi wilayah dengan kenaikan trafik layanan SMS tertinggi  dengan peningkatan 22%.

 

Related Posts
1 daripada 287

Berikut data performansi layanan Telkomsel pada Periode Tahun Baru 2017/2018:

Trafik Layanan

Layanan

Trafik Puncak

Tahun Baru 2017/2018

Perbandingan dengan Trafik Puncak Tahun Baru 2016/2017

Perbandingan dengan Trafik Hari Normal 2017

Data

10,7 petabyte

Naik 151 Persen

Naik 37 Persen

SMS

659 Juta SMS

Turun 28 Persen

Turun 5 Persen

Suara

1,3 Miliar Menit

Turun 9 Persen

Turun 6 Persen

 

XL Axiata

Teknisi XL sedang melakukan maintenance jaringan (Foto: XL Axiata)

Sementara itu Yessie D. Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata menyebutkan, trend kenaikan trafik akses video melalui layanan YouTube di liburan Natal, berlanjut pada periode pergantian tahun dan mencapai kenaikan 15 kali lipat. Kenaikan trafik berbagai layanan data terjadi di sebagian besar wilayah layanan XL Axiata.

Menurutnya, hal ini merupakan hasil dari upaya sepanjang tahun 2017, dimana XL Axiata secara masif telah memperluas jangkauan jaringan internet cepat, baik 3G U900 maupun 4G LTE, di berbagai daerah, termasuk di ratusan kota/kabupaten di luar Jawa.

Yessie mengatakan, selain akses ke layanan data dan video streaming dan social media menjadi pendorong utama kenaikan trafik tersebut, kenaikan trafik yang kami raih juga tidak terlepas dengan semakin nyamannya pelanggan menggunakan layanann 4G LTE di berbagai daerah. Hingga akhir Desember 2017, kota/kabupaten yang telah terjangkau layanan internet berkecepatan tinggi ini telah mencapai 360 kota, dengan jumlah pelanggan yang tentu juga terus meningkat. Dengan 4G LTE, akses ke konten-konten video dan film menjadi semakin baik dan nyaman untuk dinikmati.

Pelanggan XL Axiata juga mengisi liburan panjang Natal dan berlanjut Tahun Baru 2018 dengan beraktivitas melalui beragam sosial media. Facebook, Twitter, Instagram, LINE, dan Youtube masih menjadi tempat masyarakat dan pelanggan XL Axiata untuk menghabiskan aktivitasnya di dunia digital. Secara rata-rata, akses ke media sosial berbagai platform tersebut naik sebesar 15%, di mana di puncak malam tahun baru kenaikannya mencapai sekitar 60%. Akses ke aplikasi Whatsapp menjadi yang paling tinggi kenaikannya, mencapai 70%, bahkan di malam tahun baru naik sampai dengan 1.000% dibandingkan malam biasanya.

Dari beragam media sosial tersebut, pelanggan mengakses informasi berita yang disediakan media, menyampaikan pesan pribadi, chatting, berbagi video live streaming, bahkan juga melakukan belanja. Sementara itu, kaum muda banyak mengakses layanan video di Youtube. Selain itu, akses ke video atau film juga banyak dilakukan di website atau aplikasi penyedia video on demand antara lain iflix.

Sementara itu terkait area dengan kenaikan trafik tertinggi, wilayah Central Java dan West Java menyumbang kenaikan tertinggi dengan 29% dan 21%. Untuk wilayah kota besar lainnya di luar Jawa seperti Medan naik sekitar 5%, Makassar, 4%, Palembang 21%, Pontianak 22% dan Lampung 22 %. Sementara itu, di daerah tujuan wisata utama Bali, terjadi kenaikan sebesar 24%, Yogyakarta 27%, Bandung 13%.

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.