alexa

Dari Robot, AI Hinga 5G, Begini Canggihnya Sistem Logistik E-commerce JD

Jakarta, Gizmologi – Tren belanja online semakin melonjak di berbagai negara. Tantangan bagi industri e-commerce adalah membuat proses distribusi yang semakin efektif dan efisien. Hal ini telah dilakukan oleh JD.com, raksasa e-commerce di China dan sebagian juga sudah diadopsi oleh anak perusahaannya di Indonesia, JD.ID.

Perusahaan yang belum lama berhasil menempati peringkat ke-59 dalam daftar Fortune Global 500 ini mulai membangun taman logistik Asia No.1 pertama di Shanghai pada tahun 2009. Selanjutnya, JD.com juga memiliki pusat logistik otomatis tercanggih di Beijing, China.
Baca juga: Masuk 500 Fortune Global Peringkat 59, JD.com Jadi E-Commerce Terbesar di China

Sesuai dengan namanya, JD.com berencana membangun jaringan pusat logistik e-commerce dengan skala terbesar dan tercanggih di dunia. Hingga saat ini, JD.com telah mengoperasikan 32 proyek Asia No. 1, sebagai bagian dari 1.000 gudang di seluruh China.

Pusat Logistik JD, Berteknologi Canggih

JD 5G powered warehouse
Warehouse JD memakai jaringan 5G yang terintegrasi dengan edge computing, big data, AI dan SaaS.

Dengan mengadopsi teknologi otomatisasi dan robot, perusahaan kini dapat memenuhi lebih dari 90% pesanan ritelnya dari lebih dari 500 juta pelanggan aktif dalam waktu 24 jam, tingkat yang tidak dapat ditandingi oleh perusahaan lain di dunia.

Menurut Yuchuan Wang, Senior Manager of Global Corporate Affair JD.com, pusat logistik JD Beijing adalah contoh utama dari otomatisasi di tempat kerja. Dioperasikan pada tahun 2017, Asia No.1 Beijing memiliki luas lebih dari 120.000 meter persegi, dan mampu menangani sebanyak 800.000 pesanan per hari.

Mereka bisa melakukan itu berkat inovasi sistem 19-storey shuttle. Sistem ini meningkatkan kapasitas penyimpanan dengan Automated Ground Vehicles (AGVs) yang digunakan untuk membantu alur ekspedisi. Kemudian menyortir pesanan dan mengantarkan ke petugas untuk dikemas, serta penyortiran otomatis berkecepatan tinggi.

JD.com adalah pelopor area logistik 5G yang mengintegrasikan komputasi edge, biga data, AI, dan SaaS untuk membangun platform bersama, cerdas, dan terbuka. Sejauh ini, 28 pusat pemenuhan JD Asia No.1 dicakup oleh jaringan 5G. Tahun ini, JD Logistics juga telah membangun sistem penentuan posisi dalam ruangan “5G+Bluetooth AoA (angle of arrival)” dengan akurasi 10 cm yang dapat digunakan oleh robot logistik. Selain itu, kombinasi teknologi 5G dan IoT memungkinkan fasilitas otomatis untuk berkomunikasi satu sama lain.

Dengan perkembangan teknologi 5G, smart logistics park akan menjadi standar dan terukur sehingga membawa perubahan mendasar pada industri logistik. JD Logistics tidak hanya akan menerapkan 5G pada skenarionya sendiri, tetapi juga akan membuka kemampuannya untuk memimpin transformasi industri.

Yuchuan menambahkan, pandemi COVID-19 yang telah menciptakan permintaan besar untuk belanja online di seluruh dunia, membawa peluang sekaligus tantangan bagi perusahaan e-commerce besar untuk memenuhi pesanan pelanggan yang melonjak dengan lebih efisien.

Mengadopsi konsep sinergi manusia-mesin, JD.com dan JD.ID – dengan dukungan dari JX memungkinkan karyawannya menangani tugas dengan cerdas dan cepat dengan bantuan teknologi canggih. “Seiring dipercepat oleh pandemi, industri sedang mengalami transformasi menuju digitalisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Yuchuan Wang.

Sistem Logistik JD.ID di Indonesia

Paket JDID Dijamin Sampai 02Sejak hadir pada Oktober 2015, JD.ID pun menerapkan sistem logistik JD.com, mulai dari tempat penyimpanan (gudang), penyortiran, hingga transportasi dan menjadi pionir sistem pengiriman 24 jam di Asia Tenggara. Sendy Sopacua, Head of Warehouse JD.ID, mengakui bahwa memang belum bisa mengadopsi secara penuh kecanggihan teknologi logistik seperti di China, karena permasalahan yang dihadapi pun berbeda.

Meski belum secanggih di China, warehouse di Indonesia telah mengaplikasikan sistem manajemen logistik yang canggih dan terbarukan, bernama “Hybrid Supply Chain Management System”. Ini merupakan kombinasi dari strategi manajemen logistik “push” (dorong) dan “pull” (tarik). Dengan cara ini, JD.ID dapat meningkatkan kualitas pengalaman belanja/berjualan para pelanggan dan mitra seller, terutama melalui penyusutan biaya kirim. Sehingga, produk yang dibeli oleh konsumen bisa diterima dengan lebih cepat dan hemat biaya.

Selain itu, dengan memanfaatkan armada logistik milik sendiri serta didukung oleh jaringan mitra di seluruh Indonesia, JD.ID dapat menyediakan layanan antar yang cepat dan dapat diandalkan di seluruh wilayah Indonesia dengan jangkauan 365 kota, dimana 85% pesanan mampu memenuhi target 24 jam pengiriman.

“JD.ID memiliki lebih dari 100.000 Stock Keeping Unit (SKU) dari 23 kategori pilihan produk, dan melayani lebih dari jutaan pelanggan di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, JD.ID telah memiliki 13 warehouse yang berlokasi di Jakarta, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar dan Pontianak,” ungkap Sendy, saat jumpa pers di Jakarta (19/8).

Pelayanan sistem logistik JD.ID ditangani oleh J-Express atau JX sebagai logistic partner sekaligus sister company JD.ID. Barry Lim, CEO PT Jaya Ekspress Transindo (JX), menjelaskan, perusahaan menghadirkan kebahagiaan kepada pelanggan dengan produk berkualitas tinggi sebagai mitra untuk menjalankan sistem logistik. JX berupaya untuk dapat memberikan layanan andal, cepat dan aman kepada pelanggan di seluruh Indonesia.

“Dengan dukungan 250 lebih moda transportasi dan 3.000 lebih tenaga pengantaran (JX Smiling Warrior), kami berharap dapat memberikan pelayanan maksimal dan tepat waktu secara cepat yaitu dalam waktu 24 jam sejak order diterima. Dan di tahun 2021 ini, kami bersama JD.ID terus bergerak maju untuk memperluas pasar ke seluruh rantai solusi e-commerce,” ungkapnya.

Tinggalkan komen