Jakarta, Gizmologi – Menjelang peluncuran Galaxy Z Fold8 yang diperkirakan berlangsung musim panas tahun ini, Samsung kembali digadang-gadang menyiapkan pendekatan baru untuk mengatasi masalah creasing pada layar smartphone flagship tersebut. Laporan terbaru menyebutkan bahwa perusahaan asal Korea Selatan ini akan menyematkan teknologi layar berbeda dari generasi sebelumnya.
Menurut laporan dari dealsite, Samsung memang berambisi dalam memberikan peningkatan pada layar dari segi daya tahan. Mengingat, salah satu momok dalam smartphone lipat adalah crease pada layar yang sering dibuka tutup, dan pada Samsung Galaxy Z Fold8 dijanjikan akan mendapatkan peningkatan baru.
Jika benar, langkah ini menegaskan bahwa Samsung belum berhenti bereksperimen di ranah foldable. Namun di sisi lain, klaim perbaikan visual pada crease juga patut dilihat dengan kacamata kritis, mengingat pengalaman nyata sering kali tidak sepenuhnya sejalan dengan angka di atas kertas.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Series Mulai Terendus di Indonesia dengan Adanya Sertifikasi TKDN
Pendekatan Baru Samsung Galaxy Z Fold8 untuk Mengurangi Crease

Menurut laporan DealSite, Samsung Galaxy Z Fold8 akan mengadopsi struktur layar yang lebih kompleks dengan penggunaan Ultra Thin Glass atau UTG di dua sisi, bukan hanya sebagai lapisan teratas. UTG juga akan diterapkan di bagian bawah panel, dikombinasikan dengan pelat penyangga berbahan logam yang dilubangi menggunakan teknologi laser.
Struktur baru ini diklaim mampu mengurangi visibilitas crease hingga sekitar 20 persen. Meski terdengar menjanjikan, ukuran tersebut masih cukup abstrak. Tidak ada standar baku untuk mengukur seberapa “terlihat” sebuah lipatan, sehingga klaim ini kemungkinan besar bersifat komparatif antar generasi, bukan absolut.
Pendekatan ini juga membedakan Samsung dari rival potensial seperti Apple, yang dirumorkan akan memakai substrat kaca pada iPhone Fold, meski panel lipatnya tetap dipasok oleh Samsung Display.
Ambisi Samsung Guna Minimalisir Layar Bergaris
Menariknya, Samsung sempat memamerkan panel foldable tanpa crease yang terlihat pada ajang CES 2026. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah panel tersebut benar-benar siap diproduksi massal, atau hanya sebatas demonstrasi kemampuan teknologi.
Jika teknologi tersebut belum matang, ada kemungkinan Samsung Galaxy Z Fold8 hanya membawa peningkatan bertahap, bukan lompatan besar. Hal ini sejalan dengan strategi Samsung beberapa tahun terakhir yang cenderung konservatif di lini Fold.
Di sisi konsumen, ekspektasi terhadap ponsel lipat flagship jelas semakin tinggi. Dengan harga yang nyaris menyentuh segmen ultra-premium, pengurangan crease 20 persen bisa terasa kurang signifikan jika tidak dibarengi peningkatan lain yang benar-benar terasa dalam penggunaan harian.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



