Gizmologi
The Bilingual Tech Media

LG G7 ThinQ Resmi Meluncur dengan Kecerdasan Buatan & Spesifikasi Gahar

Tak berselang lama dari saudaranya LG V30  yang lahir di ajang MWC 2018, pekan ini sang adik yang juga sama-sama menjadi flagship, LG G7 ThinQ resmi diluncurkan. Label ThinQ menjadi andalan baru LG yang memberi pesan bahwa produk ini mampu berpikir (think) karena menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau lebih keren disebut artificial intelligence (AI).  Sekadar gimmick atau memang benar-benar cerdas? Ini yang mesti dicari tahu.

Tentu saja kami belum bisa membuktikannya secara langsung. Karena produk ini baru dilucurkan dalam tataran global, belum resmi dipasarkan di Indonesia. Pihak  LG menyebut, sematan fitur AI benar-benar memberi manfaat dan kenyamanan, menjadi fokus smartphone ini dalam menyajikan pengalaman penggunaan fundamental. 

Teknologi ThinQ pertama kali diperkenalkan di CES 2018 Las Vegas pada awal tahun ini yang telah diimpelementasikan di beberapa produk elektornik LG, dan kini coba diaplikasin LG di produk smartphone-nya. Dari informasi press release yang kami terima, terlihat bahwa pengembangan AI masih dalam tahap dasar dengan terfokus hanya pada dua bidang utama, yaitu; kamera dan asisten digital dengan pengenalan suara (voice recognition).

Bagian “otak” LG G7 ThinQ yang membuatnya pintar ini bersenjatakan Snapdragon 845, yang merupakan chipset terbaru dan tertinggi dari Qualcomm. Untuk memori, ada dua varian yang ditawarkan yaitu varian RAM 4GB dengan memori internal 64GB atau RAM 6GB dengan kapasitas penyimpanan 128GB. Selain itu, masih bisa diperluas lagi dengan microSD. Hanya perlu menyesuakan budget dan kebutuhan saja.

 

Rilis LG G7 ThinQ. Foto oleh xda-developers.com

LG G7 ThinQ ini disebut akan membuat AI lebih mudah, dan lebih cerdas, daripada sebelumnya. Bekerjasama dengan Google, LG menyematkan tombol khusus Asisten Google di sisi kiri G7ThinQ, agar mempermudah penelusuran suara saat bepergian.

Satu ketukan pada tombol ini akan mengaktifkan Google Assistant, sementara dua ketukan cepat akan mengaktifkan Google Lens. Opsi untuk menekan dan menahan tombol ini selama beberapa saat akan membuat penggunanya dapat langsung berbicara dengan Google Assistant.

Sebagai informasi, LG G7ThinQ masuk dalam deretan pertama smartphone yang mendapatkan fitur Google Lens. Ini merupakan cara baru untuk melakukan penelusuran dengan memanfaatkan AI dan visi komputasi. Tersedia dalam Google Assistant dan Google Photos, penggunaannya memberikan informasi lebih terhadap sebuah objek seperti ikon sebuat tempat, tumbuhan, binatang, buku dan bahkan dapat melakukan identifikasi sebuah teks.

Google Lens dapat melakukan banyak pekerjaan mulai dari mengunjungi sebuah website, menambahkan kontak melalui sebuah kartu nama, menambahkan kegiatan pada kalender ataupun melihat dan memilih menu pada sebuah restoran. Bisa juga mengambil objek dalam gambar dan menghubungkan dengan Amazon dan Pinterest untuk membantu mempelajari lebih lanjut dan bahkan melakukan pembelian. Keren ya.

LG G7ThinQ dilengkapi Super Far Field Voice Recognition (SFFVR) dan mikrophon dengan sensitivitas tinggi. Kelengkapan ini membuat Google Assistant di dalamnya mampu mengenali perintah suara hingga lima meter jaraknya. Lebih jauh, fitur ini mampu mengenali dan memisahkan perintah suara dari kebisingan suara latar pada lingkungan sekitarnya.  Berbagai perintah telah ditingkatkan pada LG G7ThinQ untuk Google Assistant yang membuat pengguna dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan hanya melalui suara mereka.

 

Pengembangan AI selanjutnya adalah pada kamera. LG telah melakukan berbagai peningkatan AI pada fitur kamera LG G7ThinQ dari yang pertama kali diperkenalkan pada LG V30S ThinQ.  LG G7 ThinQ masih menggunakan rumus LG seperti sebelumnya, yakni sepasang kamera masing-masing berkekuatan 16MP, dimana yang satu mempunyai derajat pandang 71 sedangkan yang satunya 107 derajat. Modul utamanya mempunyai f/1.6 lensa dan lengkap dengan OIA, deteksi fase plus autofocus laser.

Lensa lebar menggunakan f/1.9 tanpa OIS dan menggunakan fokus tetap. Tak ketinggalan dalam rilis LG G7 ThinQ ini menggunakan AI pada kameranya sekaligus teknologi pixel-binning cerdas untuk menjepret dalam kondisi minim cahaya. Sedangkan kamera sekunder bisa membantu menghasilkan kamera dengan model portrait. Pengabdi selfie bisa mengandalkan kamera di LG G7 ThinQ yang berkekuatan 8MP dengan f/1.9 dengan 90 derajat.

AI CAM pada LG G7ThinQ menawarkan 19 mode pemotretan, dari yang sebelumnya hanya 8, untuk optimisasi kecerdasan pengambilan gambar. Pengguna kini dapat meningkatkan kualitas hasil foto dengan memilih diantara tiga opsi efek bila yang direkomendasikan AI CAM tak sesuai dengan seleranya.

Kamera LG G7ThinQ juga mendukung fotografi low light dengan Super Bright Camera. Fitur ini memberi kecerahan gambar hingga empat kali lipat lebih tinggi dibanding foto yang biasanya dihasilkan dalam kondisi cahaya redup. Melalui kombinasi pixel binning dan pemrosesan perangkat lunak, algoritma AI bekerja menyesuaikan pengaturan kamera secara otomatis saat pemotretan dilakukan dalam cahaya rendah.  Apakah kemampuannya di low light sanggup mengalahkan Huawei P20 Pro yang memiliki ISO 102400? Perlu dicoba lebih lanjut.

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Akhirnya LG G7 ThinQ ini dibekali pula dengan  fitur Portrait Mode yang sudah jamak ditemukan di banyak smartphone. Fitur ini disukai karena bisa mendapatkan hasil bidikan ala professional dengan latar belakang out of focus. Efek bokeh ini dapat dihasilkan baik pada mode lensa standar maupun Super Wide Angle yang memberikan opsi lebih luas bagi penggunanya untuk berkreasi lebih.

 

Bagian paling penting lainnya adalah layar di mana LG G7 ThinQ terlihat lebih lapang dengan ukuran 6,1 inchi yang  mengadopsi Full Vision Display dengan resolusi 3210 x 1440 rasio 19,5:9. Ponsel ini tampil kekinian dengan desain “berponi” seperti beberapa ponsel baru yang berkiblat pada iPhone X. Entah mengapa LG memilih ikut tren, ketimbang tetap seperti pendahulunya. Untungnya, ada opsi untuk menampilkan bentuk layar berponi atau konvensional.

Yang menarik pada bagian layar ini adalah tampilan dapat diatur sesuai jenis konten pada enam pilihan: Auto, Eco, Cinema, Sports, Game dan Expert. Pada mode Auto, smartphone ini akan secara otomatis menganalisis konten games dan foto untuk kemudian mengoptimalkan tampilannya dan konsumsi daya. Pengguna pun dapat menyempurnakan tampilan gambar pada layar dengan menyesuaikan tingkat RGB.

Di sektor multimedia, faktor audio mendapat porsi fokus yang besar dalam G7 ThinQ ini. Untuk pertama kalinya, LG membenamkan teknologi Boombox Speaker yang memanfaatkan ruang di ponsel sebagai ruang resonansi. Sehingga memberikannya kekuatan suara bass dua kali lebih besar tanpa tambahan speaker eksternal. Bahkan, saat diletakkan pada permukaan atau kotak berbahan solid, smartphone ini akan menggunakan ruang resonansi ini sebagai woofer untuk lebih memperkuat efek bass.

Selain itu, LG G7 ThinQ juga  menjadi smartphone pertama yang menawarkan DTS:X untuk mengalirkan suara 3D bagi seluruh konten dengan kanal audio 7.1 channel untuk penggunaan earphone.

Sistem operasi Android terbaru, yakni Android Oreo, komplet dengan AI Pack 2.0 sudah bisa dirasakan dalam G7 ThinQ ini. Empat varian warna; abu-abu, hitam, biru dan merah, tersedia bagi pembeli.  Bagi kamu yang tertarik, harap bersabar dulu. Karena LG G7ThinQ baru akan mulai beredar dalam beberapa hari mendatang di Korea Selatan. Kemudian akan diikuti di berbagai negara yang menjadi pasar utama di belahan Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin dan Asia. Informasi harga belum diumumkan. Termasuk ketika kami mengecek di situs Kemenperin maupun Postel, belum ada informasi ponsel ini memperoleh sertifikasi TKDN sebagai syarat utama untuk dipasarkan di Indonesia.

 

%d blogger menyukai ini: