Xiaomi dikabarkan tengah mengembangkan smartphone dengan desain layar lebar yang berbeda dari ponsel candybar pada umumnya. Perangkat ini disebut akan mengadopsi rasio layar 16:10 atau 16:9, mengikuti konsep yang diperkenalkan Huawei melalui Pura X View.
Informasi tersebut berasal dari tipster Digital Chat Station melalui platform Weibo. Meski tidak menyebut nama Xiaomi secara langsung, petunjuk berupa emoji dalam unggahannya mengarah pada produsen smartphone asal China tersebut. Perangkat itu kabarnya masih berada dalam tahap pengujian.
Tren smartphone layar lebar mulai menarik perhatian sejumlah produsen karena menawarkan pendekatan berbeda terhadap desain ponsel. Jika smartphone konvensional umumnya menggunakan layar memanjang, format ini menghadirkan bidang tampilan yang lebih lebar. Hal tersebut berpotensi memberikan pengalaman berbeda untuk membaca, menonton video, maupun menjalankan aplikasi. Namun, belum diketahui apakah Xiaomi benar-benar akan membawa perangkat tersebut ke pasar atau sebatas mengujinya secara internal.
Baca Juga: Xiaomi 18 Pro Series Siap Meluncur Global Bulan Ini, Baterai Diduga Lebih Kecil
Xiaomi Siapkan Desain Layar 16:10 atau 16:9

Menurut Digital Chat Station, smartphone Xiaomi tersebut akan menggunakan layar dengan rasio 16:10 atau 16:9. Sebagai perbandingan, format ini lebih mendekati layar tablet dibandingkan rasio layar smartphone modern yang cenderung tinggi dan ramping.
Tipster tersebut juga menyebut perangkat akan menggunakan sensor sidik jari di bagian samping. Penempatan ini terbilang masuk akal untuk desain layar lebar, meskipun detail lain seperti ukuran layar, chipset, kamera, dan kapasitas baterai belum terungkap. Belum ada pula informasi mengenai nama produk maupun jadwal peluncurannya.
OPPO dan Merek Lain Ikut Mengembangkan HP Layar Lebar
Xiaomi bukan satu-satunya produsen yang dikabarkan tertarik dengan format tersebut. OPPO po disebut sedang mengembangkan smartphone layar lebar di bawah lini Reno. Bocoran sebelumnya menyebut perangkat itu berpotensi membawa layar 6,35 inci, baterai 8.000mAh, dua kamera belakang 200MP, serta chipset Dimensity 9600M.
Sejumlah merek lain seperti Doogee dan Coolpad juga telah memperkenalkan perangkat dengan pendekatan serupa. Sementara itu, Huawei dikabarkan menyiapkan smartphone layar lebar yang lebih terjangkau melalui sub-brand Osta. Meski mulai diikuti banyak produsen, format ini masih perlu membuktikan daya tariknya. Layar lebih lebar memang berpotensi meningkatkan kenyamanan konsumsi konten, tetapi bisa mengurangi kepraktisan ketika perangkat digunakan dengan satu tangan. Karena itu, keberhasilan tren ini akan sangat bergantung pada keseimbangan desain dan pengalaman penggunaan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

