Moto Watch 100 Tak Jalankan Wear OS, Harga Lebih Murah

Jakarta, Gizmologi – Dalam dunia jam tangan pintar, salah satu perangkat yang paling diingat sebagai pelopor smartwatch Wear OS adalah Moto 360 rilisan Motorola. Beberapa tahun kemudian, tiba saatnya Moto Watch 100 diresmikan, namun sudah jauh berbeda dari generasi-generasi yang pernah hadir sebelumnya.

Harganya memang lebih terjangkau, namun bisa dibilang sudah tinggal nama saja. Pasalnya, Motorola sendiri sudah berhenti untuk rilis smartwatch sejak 2016 lalu. Selang tiga tahun kemudian, muncul smartwatch dengan sistem operasi Wear OS, namun diluncurkan oleh perusahaan pihak ketiga. Mirip seperti TWS maupun perangkat IoT Nokia yang diproduksi oleh Flipkart dan pihak lainnya.

Tidak hanya penamaannya saja yang dibuat cukup berbeda, Moto Watch 100 jadi smartwatch dengan merek Motorola pertama yang tidak menjalankan sistem operasi rilisan Google. Ya, tak lagi menggunakan Wear OS, perangkat rilisan perusahaan bernama eBuyNow ini gunakan OS rancangan sendiri. Membawa kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Baca juga: Moto G51 Jadi yang Pertama Pakai Snapdragon 480 Plus, Harga Rp5 Jutaan

Spesifikasi Moto Watch 100, Punya Sensor Lengkap

Moto Watch 100

Desain dari Moto Watch 100 sendiri masih terlihat mirip, dengan layar bulat dan material premium pada bagian bodinya. Strap-nya sendiri terbuat dari material karet bertekstur hingga kulit. Mudah dilepas pasang menggunakan strap lebar 20mm, warna bodi utamanya Glacier Silver dan Phantom Black, dengan bobot kurang dari 46 gram.

Meski halaman produk Moto Watch 100 sebutkan layar LCD, panel 1,3 inci pada smartwatch dengan diameter 42mm ini mendukung always-on display, sehingga diduga tetap pakai panel OLED seperti seri-seri sebelumnya. Meski tampilannya tergolong generik, jumlah sensor di dalam bodinya tergolong banyak. Motorola juga mengedepankan fitur olahraga pada perangkat ini, selain monitor kesehatan sepanjang hari.

Selain tahan air berkat sertifikasi 5ATM, Moto Watch 100 dibekali sensor seperti akselerometer, giroskop, sensor denyut jantung sampai SpO2. Bahkan dukungan GPS untuk olahraga tanpa membawa smartphone, sehingga tetap bisa mencatat rute lari atau bersepeda secara langsung. Ada 26 jenis olahraga yang bisa dideteksi, termasuk berenang sampai olahraga di dalam ruangan.

Didukung Fast Charging, Hingga 14 Hari Penggunaan

Moto Watch 100

Lantas apa alasan brand partner Motorola satu ini merilis Moto Watch 100 dengan OS sendiri? Pihak resminya sendiri mengatakan bila produk tersebut ditargetkan bagi mereka yang pertama kali menggunakan smartwatch. Faktor kedua adalah daya tahan baterainya yang meningkat secara dramatis, dari hanya kisaran 1-2 hari saja rerata smartwatch Android.

Dengan kapasitas baterai 355 mAh di dalamnya, Moto Watch 100 diklaim bisa digunakan hingga 14 hari penggunaan ringan. Tak hanya itu, proses pengisian dayanya pun tergolong kencang. Cukup membutuhkan waktu 60 menit hingga terisi penuh, melalui charger magnetik alias belum mendukung standar Qi wireless charger.

Moto Watch 100

Kekurangannya? Tentu saja tidak mendukung aplikasi tambahan, berbanding terbalik dengan Wear OS yang menyediakan Play Store khusus jam tangan pintar. Moto OS pada Moto Watch 100 saat ini baru bisa disambungkan ke Android—dukungan perangkat iOS bakal menyusul di akhir tahun 2021.

Jauh lebih murah dari seri-seri sebelumnya, Moto Watch 100 sudah mulai dijual lewat jalur pre-order dari situs resminya. Mulai 10 Desember mendatang, konsumen bisa mendapatkannya dengan harga hanya USD99,99, alias Rp1,4 jutaan.

Tinggalkan komen