Jakarta, Gizmologi – Selain earphone TWS yang kini hadir dalam dua jenis berbeda, Samsung juga tidak lupa membawa penyegaran ke lini wearables berbasis jam tangan pintar, lewat kehadiran Samsung Galaxy Watch 7 Series. Walaupun ada seri Ultra sebagai opsi paling premium, varian standar bakal lebih banyak diminati berkat harga yang lebih terjangkau.
Untuk pasar jam tangan pintar dengan sistem operasi Android (Wear OS), bisa dibilang smartwatch Samsung membawa keunggulan tersendiri. Pasalnya, merek asal Korea Selatan satu ini menjalin kerja sama tingkat lanjut dengan Google, membawa benefit seperti dukungan software lebih dulu dibandingkan produsen lainnya. Termasuk Wear OS dengan tampilan kustom One UI agar lebih selaras dengan smartphone.
Sama seperti versi Ultra, Samsung Galaxy Watch 7 versi standar juga sudah mengusung hardware terbaru, baik chipset serta sensor kesehatannya. Desainnya masih mirip seperti generasi sebelumnya, tersedia dalam dua ukuran berbeda. Di Indonesia, Galaxy Watch 7 menjadi satu-satunya opsi, karena versi Ultra tidak ikutan debut saat peluncuran. Begitu pula Galaxy Ring yang hanya tersedia di regional tertentu saja.
Baca juga: Samsung Galaxy Watch Ultra Hadir dengan Bodi Titanium, Baterai Hingga 100 Jam
Bisa Hasilkan Energy Score Berkat Sensor BioActive Baru

Ada dua ukuran Galaxy Watch 7 yang bisa konsumen pilih. Versin 40mm hadir dengan layar Super AMOLED berukuran 1,3 inci dan baterai 300 mAh. Sementara Galaxy Watch 44mm punya layar 1,5 inci dengan baterai lebih besar di 425 mAh. Keduanya sama-sama punya proteksi kristal safir di sisi kaca depannya, serta membawa sertifikasi IP68, 5ATM, dan MIL-STD-810H.
Dibandingkan generasi sebelumnya, ada cukup banyak peningkatan terkait performa dan pelacakan kesehatan. Menjadi smartwatch rilisan terbaru, Galaxy Watch 7 sudah menggunakan kombinasi hardware terbaru. Termasuk chipset Exynos W1000 3nm dengan perform lebih kencang dan efisien daya, serta sensor BioActive generasi kedua yang bisa mendeteksi metriks kesehatan lebih akurat dan cepat.

Selain menganalisis kualitas tidur (termasuk sleep apnea) dan kesehatan jantung, AI pada Galaxy Watch 7 juga bisa hasilkan Energy Score—skor dalam rentang 0-100 untuk menunjukkan jumlah energi yang kita punya dalam satu hari. Lalu juga ada AGEs Index untuk pendeteksian glukosa, untuk metabolisme tubuh.
Seperti Apple Watch terbaru, Galaxy Watch 7 juga mendukung gestur Double Pinch, untuk memberhentikan timer, mengangkat telepon, mengambil foto dan lainnya. Dan ketika ada pesan masuk, smartwatch juga secara otomatis memberikan saran balasan memanfaatkan AI untuk opsi lebih personal.
Harga Galaxy Watch 7, Ada Cashback Selama Pre-Order

Uniknya, pada halaman resmi Samsung Indonesia, tidak disebutkan estimasi daya tahan baterai Galaxy Watch 7—berbeda dengan Galaxy Watch Ultra yang dicantumkan secara cukup jelas. Namun situs Toms Guide memperkirakan daya tahannya bisa sampai 30 jam dengan always-on display menyala.
Masih terkait dengan baterai, juga dikabarkan kalau Samsung menghilangkan opsi pengisian daya nirkabel dari smartphone. Charger bawaan tetap tanpa kabel, namun protokolnya dihapus karena ada perbedaan peletakan sensor di bodi jam tangan. Berlaku di Galaxy Watch 7 maupun Galaxy Watch Ultra.
Harga Galaxy Watch 7 di Indonesia dibanderol Rp4,499 juta untuk versi 40mm, dan Rp4,999 juta untuk layar lebih besar alias 44mm. Promo selama masa pre-order memberikan bonus strap tambahan senilai Rp649 ribu. Serta tambahan diskon cash Rp500 ribu, cashback bank sampai Rp150 ribu, dan diskon Samsung Care+ sampai 50% untuk proteksi total selama dua tahun.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


