Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Image Stabilization

« Back to Glossary Index

Image stabilization (IS) adalah teknologi fotografi yang dibuat untuk mengkompensasi goyangan (shake) kamera saat memotret supaya fotonya lebih tajam. Secara garis besar fungsi IS berguna untuk mendapatkan hasil gambar yang stabil dan tajam ketika memotret dengan kondisi low light (yang membutuhkan slow speed) atau saat kondisi kamera terguncang ketika dalam mode video recording. Sehebat dan semahal apapun lensa, saat kamera mengalami shake maka hasil foto akan berkurang ketajamannya.

Pada umumnya IS memiliki 2 jenis yaitu yang terdapat pada lensa (lens-based) dan pada body kamera (body-based). Nah, IS pada lensa menggunakan sebuah elemen optic tambahan yang terbatas hanya bekerja pada 2-axis saja yaitu pada sumbu x dan y. Biasanya, mereka menyematkan IS pada body kamera 3 axis, lensa 2 axis.

Pada smartphone, teknologi image stabilization ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu EIS dan OIS.

  1. Electronic Image Stabilization (EIS)

EIS berfungsi untuk meminimalisir blur, namun bukan lensa yang bekerja, melainkan algoritma atau program yang telah ditanamkan untuk memperbaiki sinyal digital yang telah ditangkap oleh bagian optik kamera. EIS memanfaatkan Charge Coupled Device (CCD) yang ada pada tiap kamera, kemudian memecah gambar ke dalam beberapa potongan kecil. Berikutnya EIS akan mendeteksi apakah ada gerakan atau getaran yang selanjutnya akan diperbaiki oleh sistem.

Karena dilakukan secara digital, pada EIS ada kemungkinan besar terjadinya degradasi gambar. Algoritma EIS terus dikembangkan untuk mendapatkan akurasi yang lebih baik. Namun tetap saja ada masalah terutama ketika melakukan zoom pada obyek yang terfokus.

2. Optical Image Stabilization (OIS)

Dibanding EIS, OIS jelas bekerja dengan lebih baik untuk mengurangi blur. Karena gambar distabilkan dengan memvariasikan jalur optik sensor secara real time dan lensa bisa bergerak sejajar dengan bidang gambar. Oleh karena itu, tidak ada perubahan atau degradasi gambar.

Selain itu, OIS juga memanfaatkan sensor pendeteksi getaran atau sensor gyro pada smartphone yang akan mengirimkan sinyal untuk mengubah susunan lensa mengikuti objek gambar.  Karena OIS pada ponsel membutuhkan modul tersendiri dan spesifikasi kamera yang cukup tinggi, maka biasanya hanya smartphone high-end atau yang berukuran besar saja yang memilikinya.

Synonyms:
OIS, EIS, image stabilizer
« Back to Glossary Index