Electronic Arts (EA) baru saja mengumumkan BioWare ditutup. BioWare sendiri dikenal sebagai studio pengembang di balik franchise game RPG populer seperti Mass Effect dan Dragon Age. Kabar ini juga sekaligus mengonfirmasi pengembangan game Mass Effect terbaru berakhir.
Sebelumnya, rumor beredar menyebut studio populer berbasis di Kanada tersebut sedang mengembangkan game Mass Effect terbaru selama beberapa tahun belakangan ini.
Kabar BioWare tutup ini terungkap lewat memo internal EA pada Rabu, 21 Oktober 2026, dan akhirnya perusahaan mengunggah pernyataan resmi di situs EA.
Baca Juga: Meta Muse Tembus 10 Juta Unduhan dalam 40 Hari, Ancam ChatGPT?
Perusahaan menyebutkan, penutupan studio game ini merupakan bagian dari perubahan strategi EA dalam menentukan prioritas pengembangan game dan alokasi investasi untuk beberapa tahun mendatang.
Dalam pengumumannya, pengembangan Mass Effect berikutnya masih dikerjakan oleh tim kecil di BioWare dan berdada pada tahap awal. Namun, perusahaan memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek tersebut, sekaligus menutup studio dan kantor BioWare di Edmonton, Kanada.
“BioWare adalah studio legendaris yang ikut membentuk genre role-playing game, dan kami tidak mengambil keputusan ini dengan mudah,” tulis Cam Weber, President and Chief Studios Officer EA, bersama David Tinson, President and Chief Operating Officer EA, dalam memo tersebut, sebagaimana dikutip dari IGN, Kamis (22/10/2026).
Keputusan BioWare ditutup ini menandai berakhirnya perjalanan BioWare setelah lebih dari tiga dekade berkecimpung di industri game. Studio yang berdiri pada 1995 itu dikenal lewat sejumlah RPG berpengaruh, termasuk Baldur’s Gate, Neverwinter Nights, Star Wars: Knights of the Old Republic, hingga franchise orisinal Mass Effect dan Dragon Age.
BioWare Ditutup Saat Ratusan Karyawan EA Kena PHK

Kabar BioWare ditutup juga terjadi bersamaan dengan pemangkasan tenaga kerja di lingkungan EA. Berdasarkan laporan Bloomberg, perusahaan akan mengurangi sekitar 400 posisi, atau sekitar 3% dari total karyawannya. Sekitar 50 posisi yang terdampak disebut berasal dari BioWare.
Angka tersebut dilaporkan Bloomberg berdasarkan informasi dari sumber yang mengetahui rencana perusahaan. Dalam pengumuman resminya, EA tidak menyebutkan secara terperinci jumlah karyawan yang akan terkena PHK.
EA menyatakan akan membantu karyawan terdampak untuk mencari peluang pekerjaan lain di dalam perusahaan. Namun, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai berapa banyak pekerja BioWare yang akan dialihkan ke studio atau divisi EA lainnya.
Restrukturisasi ini berlangsung hanya sekitar dua bulan setelah EA resmi menjadi perusahaan privat pada Agustus 2026. Sebelumnya, EA diakuisisi melalui kesepakatan senilai USD 55 miliar oleh kelompok investor yang melibatkan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, Silver Lake, dan Affinity Partners.
Meski berlangsung setelah akuisisi tersebut, EA tidak secara khusus menyebut perubahan kepemilikan perusahaan sebagai penyebab BioWare ditutup. Dalam memo internalnya, perusahaan lebih menekankan kebutuhan untuk memusatkan investasi pada franchise dan proyek yang dinilai memiliki peluang pertumbuhan jangka panjang.
Bagaimana Nasib Franchise Mass Effect dan Dragon Age?

Bagi fans game-game buatan BioWare, keputusan paling terasa adalah pembatalan pengembangan Mass Effect berikutnya. Proyek tersebut pertama kali diperkenalkan melalui teaser pada 2020 dan sempat mendapat sejumlah pembaruan informasi, meski EA belum pernah mengumumkan tanggal rilis resminya.
Dengan BioWare ditutup, proyek Mass Effect yang selama ini dikembangkan dipastikan tidak akan berlanjut dalam bentuk yang telah direncanakan. Namun, EA belum memberikan penjelasan mengenai masa depan franchise Mass Effect maupun Dragon Age dalam jangka panjang.
Ini berarti, penghentian proyek tersebut belum dapat diartikan sebagai keputusan EA untuk mengakhiri kedua franchise secara permanen.
Sebelum ditutup, BioWare memang menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangan game. Mass Effect: Andromeda yang dirilis pada 2017 mendapat respons beragam, sementara Anthem pada 2019 gagal memenuhi ekspektasi sebagai game berbasis layanan online.
Game terakhir BioWare, Dragon Age: The Veilguard, dirilis pada 2024. EA sebelumnya mengungkap bahwa performa game tersebut berada di bawah ekspektasi perusahaan, yang kemudian diikuti perubahan struktur dan pengurangan tim pengembang BioWare.
Meski demikian, pengaruh BioWare terhadap industri RPG tetap sulit diabaikan. Melalui franchise seperti Mass Effect dan Dragon Age, studio ini ikut memopulerkan pendekatan cerita berbasis pilihan pemain, hubungan antarkarakter, dan konsekuensi keputusan yang menjadi bagian penting dari banyak RPG modern.
Dalam pesan perpisahannya, BioWare menyampaikan terima kasih kepada para pemain yang selama lebih dari 30 tahun ikut membentuk perjalanan studio melalui game-game yang mereka mainkan.
Kabar BioWare ditutup sekaligus mengakhiri operasional perusahaan sebagai studio pengembang, sementara nasib jangka panjang franchise yang pernah dibesarkannya kini bergantung pada keputusan EA.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

