Jakarta, Gizmologi – Double Fine Productions mengumumkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 23 karyawannya. Kabar ini muncul tidak lama setelah studio di balik seri Psychonauts tersebut resmi kembali menjadi perusahaan independen menyusul restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan Xbox dan Microsoft Gaming.
Gelombang restrukturisasi Microsoft beberapa waktu lalu berdampak pada banyak studio game. Selain penutupan sejumlah studio dan ribuan PHK, beberapa tim pengembang juga dilepas dari naungan Xbox agar dapat kembali beroperasi secara mandiri. Double Fine menjadi salah satu studio yang berhasil memperoleh kembali status independennya dalam proses tersebut.

Namun, kembalinya status independen ternyata juga membawa tantangan tersendiri. Studio mengungkapkan bahwa pengurangan jumlah karyawan dilakukan sebagai langkah untuk menyesuaikan kondisi finansial perusahaan agar tetap dapat bertahan dalam jangka panjang. Hingga kini, Double Fine juga belum mengungkap proyek baru apa yang sedang mereka kerjakan.
Baca Juga; Assassin’s Creed Hexe Berpotensi Mundur, Dirilis Paling Cepat Paruh Kedua 2027
Seperempat Karyawan Terdampak PHK

Dalam pernyataan resminya di Bluesky, mereka menyebut sebanyak 23 karyawan terdampak PHK. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai sekitar seperempat dari total tenaga kerja studio, menjadikannya salah satu pengurangan karyawan terbesar dalam sejarah perusahaan.
Studio menegaskan keputusan tersebut bukan diambil dengan mudah. Menurut Double Fine, langkah ini dilakukan semata-mata untuk memastikan kelangsungan operasional perusahaan setelah kembali menjadi studio independen. Mereka juga menyebut seluruh karyawan yang terdampak telah memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan game maupun budaya kerja di dalam studio.
Xbox Pastikan Double Fine Kembali Mandiri
Dalam pernyataan kepada Kotaku, pihak Xbox mengonfirmasi bahwa Double Fine kini telah sepenuhnya kembali berada di bawah manajemen independen. Studio juga disebut tetap memiliki hak atas seluruh katalog game dan intellectual property (IP) yang dimilikinya, serta memiliki sumber daya untuk mengembangkan proyek berikutnya.
Meski demikian, masa depan proyek baru Double Fine masih belum jelas. Belum ada informasi mengenai game yang sedang dikembangkan maupun jadwal pengumumannya. Jika memang terdapat proyek yang masih berada dalam tahap produksi, pengurangan jumlah karyawan berpotensi memengaruhi proses pengembangan. Di sisi lain, status independen juga memberi Double Fine keleluasaan yang lebih besar dalam menentukan arah kreatifnya tanpa berada di bawah struktur organisasi Microsoft.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

