ZA/UM resmi mengonfirmasi bahwa Zero Parades: Director’s Cut akan hadir di Nintendo Switch 2 pada 3 November 2026, bersamaan dengan rilis versi PS5. Game RPG spionase ini adalah garapan kedua ZA/UM setelah Disco Elysium, dan versi Switch 2 membawa seluruh konten Director’s Cut yang sebelumnya dirilis untuk PC pada Mei 2026. Meski sudah dekat waktu rilis namun harga konsol belum diumumkan, dan wishlist sudah bisa dibuka di eShop.
Zero Parades mengikuti kisah Hershel Wilk, operatif bernama sandi CASCADE, yang dipanggil kembali untuk sebuah misi misterius lima tahun setelah operasi gagal yang menghancurkan timnya. Di kota Portofiro, pemain menyelidiki sekitar, bekerja dengan berbagai kontak, dan menggunakan sistem skill check untuk memengaruhi percakapan serta jalur cerita. Pilihan pemain juga berdampak pada loyalitas karakter lain dan kondisi mental Hershel, yang dipantau lewat sistem Pressures berupa Fatigue, Anxiety, dan Delirium.
Versi Switch 2 memanfaatkan fitur yang ada pada konsol tersebut. Joy-Con 2 bisa dipakai sebagai mouse, layar sentuh didukung, dan ada HD Rumble 2. Mode mouse ini cocok untuk RPG bergaya point-and-click.
Director’s Cut sendiri menambahkan sekitar 40.000 kata dialog baru, adegan dramatis baru bernama Quisach Roundabout, Backstage Mode yang berisi komentar pengembang, pakaian tambahan, pengaturan aksesibilitas, dan Photosensitivity Mode.
Baca juga: Apple Gelar Indie Games Week, Sifu dan No Man’s Sky Hadir di iPhone
Fitur Lama di Zero Parades dan Bayangan Konflik Developer

Salah satu kekuatan Zero Parades ada pada sistem pengaruh pikiran. ZA/UM menyebut sistem ini sebagai penerus Thought Cabinet dari Disco Elysium, dengan pilihan pemain yang bisa mengubah loyalitas karakter lain, jalur cerita yang tersedia, sampai kondisi mental Hershel. Kondisinya dipantau lewat sistem Pressures yang mencakup Fatigue, Anxiety, dan Delirium. Game ini juga dirancang agar pemain tetap ingin melanjutkan cerita meski gagal dalam satu tugas.
Namun hal menarik justru hadir di balik game ini, tentang konflik yang terjadi pada developer. ZA/UM dikenal lewat skandal setelah kepergian sejumlah staf kunci dari tim Disco Elysium, termasuk pendirinya, novelis Estonia Robert Kurvitz, yang keluar dari studio setelah sengketa hukum. Studio ini juga dilaporkan memberhentikan cukup banyak staf pada Juli 2026, dan hampir semua pengembang asli Disco Elysium sudah tidak lagi berada di ZA/UM. Akibatnya, citra studio di mata publik cenderung negatif, meski tanggapan kritikus terhadap Zero Parades justru umumnya positif.
Situasi ini membuat pertanyaan soal dukungan pasca-rilis versi konsol menjadi wajar. Hingga kini belum jelas seberapa jauh ZA/UM akan ‘merawat’ versi Switch 2 dan PS5 setelah peluncuran. Namun bagi pemain yang ingin mencoba RPG spionase dengan dialog padat dan pilihan yang berdampak, rilis 3 November ini tetap menjadi kesempatan pertama untuk memainkannya di konsol.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

