Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

OpenSignal Paparkan Cara Teknologi 5G Atasi Masalah 4G

OpenSignal merilis laporan mengenai cara teknologi 5G memecahkan masalah kongesti pada jaringan 4G saat ini. Laporan tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan selama tahun 2018 dengan 94 juta perangkat dan 586 miliar pengukuran.

Berdasarkan studi di 77 negara, kecepatan pengunduhan memakai jaringan 4G antara 31,2 Mbps dan 5,8 Mbps. Biasanya kecepatan terendah di malam hari, tetapi hal ini berbeda di setiap negara. Beberapa negara mengalami kecepatan paling lambat antara pukul 9 malam sampai 11 malam. Tetapi bagi pengguna smartphone di Singapura dan Norwegia pelambatan kecepatan ini lebih dini, yaitu pukul 6 sore. Bahkan di Inggris dan Belanda lebih dahulu lagi, masing-masing pukul 5 sore dan 4 sore.

Jam ketika kecepatan pengunduhan pada jaringan 4G mengalami kecepatan paling lambat (sumber: Opensignal)
Jam ketika kecepatan pengunduhan pada jaringan 4G mengalami kecepatan paling lambat (sumber: Opensignal)

Kemacetan atau kongesti pada jaringan 4G saat ini menyebabkan tertahannya kecepatan jaringan, masalah ini menunjukkan kebutuhan kapasitas 5G yang baru untuk melegakan hambatan tersebut. Analisa OpenSignal mengungkap bahwa selama waktu optimal, biasanya sebagian besar pengguna sedang tidur. Jaringan memungkinkan memberi pengalaman pengunduhan yang lebih cepat saat jam tidur dibandingkan jam-jam orang masih terjaga.

Pada siang hari, 42% negara mengalami variasi kecepatan dua kali lipat atau lebih. Di Amerika Serikat, kecepatan pengunduhan di jaringan 4G 1,9 kali lebih cepat pada larut malam, yaitu ketika jaringan sepi dan sebagian besar pengguna offline. Sementara di India kecepatannya bisa 3,9 kali lebih cepat jika dibandingkan waktu terpelan.

Baca juga: Laporan Barometer Mobile Internet Indonesia: Koneksi Jaringan Masih “Menderita”

Related Posts
1 daripada 46
Rentang perbedaan kecepatan unduh pada jam berbeda dan Perbedaan kecepatan unduh antara jam tercepat dan jam terpelan
Rentang perbedaan kecepatan unduh pada jam berbeda dan Perbedaan kecepatan unduh antara jam tercepat dan jam terpelan

Solusi Teknologi 5G

Nah, teknologi 5G akan menambahkan kapasitas baru untuk membantu variasi kecepatan yang lebar ini, jadi tak hanya semata-mata lebih cepat. Kapasitas baru tersebut dibuat menggunakan bandwidth tinggi baru, pita spektrum frekuensi tinggi, yang akan membantu memitigasi siklus harian kongesti yang terlihat pada jaringan 4G saat ini. Layanan 5G akan mendukung lebih banyak pengguna secara srentak pada kecepatan yang sangat tinggi.

Manfaat Kapasitas Jaringan 5G Baru
Manfaat Kapasitas Jaringan 5G Baru

Bahkan negara-negara dengan kecepatan jaringan 4G tertinggi membutuhkan 5G untuk menghadapi turunnya kecepatan di waktu-waktu sibuk. Dua negara dengan kecepatan jaringan tertinggi, yaitu Korea Selatan dan Singapura, pengguna mengalami perbedaan kecepatan 13 Mbps antara jam-jam paling cepat dan paling lambat. Kota-kota dengan perbedaan kecepatan yang besar mengindikasikan bahwa kongesti di siang hari tersebut dapat dilancarkan dengan teknologi 5G.

Volatilitas kecepatan yang sangat besar ini bisa menghambat masa depan aplikasi-aplikasi mobile. Berbagai aplikasi baru membutuhkan kecepatan, seperti Augmented Reality untuk berkendara otomatis. Operator dan developer aplikasi haris bisa bebas dari batasan-batasan dimana mereka dipaksa untuk membuat aplikasi dan layanan pada kondisi kongesti terburuk. Maka dari itulah dunia membutuhkan jaringan 5G untuk memberikan kapasitas yang lebih ditingkatkan dan kecepatan yang lebih konsisten untuk mendukung inovasi-inovasi baru.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More