Data Garmin 2020: Pengguna di Indonesia Punya Tingkat Stres Rendah

Keseharian masyarakat sepanjang 2020 lebih banyak ditemani perangkat wearable. Karena selain harganya yang kini semakin terjangkau, masyarakat sudah lebih sadar untuk menjaga kesehatan masing-masing. Ditambah adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan kita harus lebih sadar untuk terus bergerak maupun berolahraga. Terkait hal tersebut, Garmin baru saja merilis sebuah insight menarik.

Sebagai merk pelopor navigasi GPS dan perangkat nirkabel yang dirancang untuk mereka yang memiliki gaya hidup aktif, perangkat wearable utamanya smartwatch Garmin juga tak kalah banyak digunakan oleh masyarakat Tanah Air. Untuk itu, mereka dapat merilis “Data Kesehatan 2020 Pengguna Garmin di Asia” untuk pertama kalinya. Data tersebut integrasikan data penggunanya secara anonim.

Kebanyakan perangkat wearable Garmin sudah dilengkapi fitur untuk pemantauan kesehatan sepanjang hari. Lewat data tersebut, Garmin mengamati aktivitas fisik pengguna Garmin, khususnya di Asia, dan berikan gambaran lebih lanjut terkait kondisi kesehatan masyarakat selama pandemi. Tentunya Indonesia termasuk dalam salah satu negara yang ada dalam data tersebut.

Baca juga: Garmin Venu Sq Hadir di Indonesia, Smartwatch dengan GPS Mulai Rp3 Jutaan

Pengguna Laki-Laki di Indonesia Paling Kurang Gerak

Garmin Health Campaign - Activity Intensity

Salah satu data yang disajikan oleh Garmin adalah intensitas aktivitas fisik. Garmin sendiri menggunakan metode pengukuran yang biasa mereka sebut dengan Intensity Minutes. Data diperoleh saat jam tangan pintar atau smartwatch Garmin mendeteksi aktivitas fisik dengan intensitas tertentu, yang berlangsung selama lebih dari 10 menit berdasarkan detak jantung pengguna.

Data tersebut kemudian diolah untuk keperluan evaluasi, apakah pengguna sudah capai intensitas latihan mingguan sesuai standar WHO. Untuk kawasan Asia sendiri, intensitas aktivitas fisik pengguna laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Dan di Indonesia sendiri, intensitas pengguna laki-lakinya menjadi yang terendah, sementara pengguna perempuan masuk posisi keenam dari total sebelas negara.

Jam tangan Garmin juga bisa deteksi tingkat stres penggunanya, terutama saat pandemi hadir dan pemberlakuan kebijakan seperti PSBB diberlakukan. Yang menarik tingkat stress pengguna Garmin di Indonesia menjadi yang terendah ketiga. Data tersebut menurun dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.

Dengan kata lain, adanya pandemi dan PSBB tak membuat tingkat stres masyarkaat Tanah Air menanjak. Khususnya untuk perempuan di Indonesia, yang mencatat tingkat stress di bawah 20. Menjadi yang paling rendah dibanding seluruh pengguna Garmin di negara Asia lainnya.

Kualitas Tidur Pengguna Perempuan Lebih Baik

Garmin Health Campaign

Tak hanya saat berolahraga dan sedang beraktivitas, Garmin Connect juga menangkap dan merangkum data informasi kualitas tidur penggunanya. Deep sleep adalah fase tidur terbaik, di mana pengguna masuk ke zona tidur yang paling lelap. Tingkatan deep sleep sendiri penting untuk menentukan rasa segar keesokan harinya saat terbangun.

Dari data yang terkumpul sepanjang tahun 2020, rata-rata perempuan di Indonesia miliki kualitas deep sleep yang cukup baik, hampir mencapai 70 menit. Sementara untuk laki-laki, rata-rata deep sleep-nya cukup rendah, yaitu di atas 50 menit. Bila dilihat lebih luas, perempuan di Asia punya waktu deep sleep lebih lama dari laki-laki. Bisa jadi karena perempuan lebih baik mengelola stres, sesuai studi oleh Bixler et.al.

Garmin Health Campaign - Deep Sleep Minutes

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, ketidakaktifan fisik jadi faktor risiko utama keempat untuk kematian di seluruh dunia. Meski tingkat stres pengguna Garmin di Indonesia terbilang rendah, bukan berarti masyarakat tak perlu tingkatkan intensitas aktivitas fisiknya. Masih perlu ditingkatkan, mengingat jumlahnya juga berada di golongan terendah dibandingkan negara lain di Asia.

Untuk terus menginspirasi masyarakat dalam jalankan gaya hidup aktif, Garmin hadirkan kampanye Health Campaign, ajak masyarakat Indonesia secara aktif pantau kondisi tubuh demi kesehatan jangka panjang. Garmin berkomitmen untuk edukasi masyarakat Indonesia terkait kesehatan fisik dan mental, lewat berbagai data kesehatan yang dihasilkan dari pemantauan sehari-hari.

Tinggalkan komen