Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

3 Teknologi Sinematografi yang Pengaruhi Industri Perfilman

0 84

Kemajuan teknologi, mengubah segala aspek kehidupan. Tak terkecuali bidang perfilman yang terus mengalami pemutakhiran teknologi. Sejatinya, penayangan film telah dilakukan awal abad 20. Pada tahun 1927, kita disuguhkan tampilan film yang sederhana dan masih berwarna hitam putih. Industri film mengalami peningkatan kualitas ketika memasuki era Digital Video Disc (DVD).

Terdapat peningkatan pada warna, serta kualitas suara yang membuat penonton nyaman untuk menyaksikan film. Saat ini dengan kecanggihan teknologi film dapat disajikan beberapa format penayangan seperti dalam bentuk, tiga dimensi (3D) dan empat dimensi (4D). Dengan perubahan tersebut, penonton akan merasakan masuk ke dalam film.

Baca juga: Teknologi Canggih di Film Marvel Ini Telah Terwujud di Dunia Nyata

Pemutaran Avatar di bioskop (2009) menjadi titik awal revolusi teknologi visual efek pada industri film. Melalui kemegahan yang ditampilkan, mengantarkan film tersebut menduduki peringkat pertama film dengan penonton terbanyak di dunia. Banyak teknologi yang telah mempengaruhi industri film, apa sajakah itu? Berikut beberapa rangkuman Gizmologi mengenai teknologi yang telah mengubah industri sinematografi.

Kamera Video

Blackmagic Pocket Cinema Camera 6K Pro

Setiap film tak akan lepas dengan perangkat satu ini. Peranan kamera video sangat vital dalam pengambilan adegan dalam suatu film. Penemuan kamera video dibuat orang-orang dari John Logie Baird, berdasarkan Nipkow disk yang elektromekanis dan digunakan oleh BBC dalam siaran percobaan melalui tahun 1930-an.

Hingga saat ini, penggunaan kamera video untuk membuat sinema semakin canggih dan mengalami penyempurnaan bentuk dan kualitas tayangan. Melalui peningkatan resolusi hingga 8K, setiap adegan yang ditampilkan akan terasa semakin nyata.

Lensa

Lensa Canon RF 50mm & 70-200mm

Dalam setiap adegan, dibutuhkan sebuah alat yang dapat mengambil sebuah momen. Berfungsi layaknya mata manusia, keberadaan lensa dapat berguna dalam memfokuskan setiap detail gerakan. Saat ini lensa sudah dapat menangkap aktivitas dari jarak jauh. Beragam lensa dapat dipakai untuk sinematografi seperti lensa zoom, wide, dan lainnya.

Computer Generated Imagery (CGI)

Film
ilustrasi CGI pada film Guardian of The galaxy (Hipwee)

Seringkali, kita disuguhkan adegan-adegan yang tak mungkin dilakukan. Dengan latar tempat yang penuh imajinasi, semua dapat dilakukan dengan mudahnya. Melalui keberadaan CGI, adegan jenis apapun bisa diwujudkan. Hanya bermodal kain hijau dan dipadukan sentuhan teknologi animasi, semua latar tempat di seluruh dunia dapat ditampilkan.

Baca juga: Film Pendek Vertikal Pertama di Indonesia Garapan Studio Antelope Tayang di TikTok

Tak hanya latar tempat, mengubah tampilan seseorang menjadi karakter imajinasi sekarang dengan mudah dapat dilakukan. Nantinya pemeran akan dipakaikan kostum berwarna abu-abu hitam yang telah diberi tanda khusus untuk dikolaborasikan animasi teknologi. Saat ini, terdapat beberapa film Indonesia telah menerapkan teknologi CGI, seperti Gundala (2019), The Raid 1 (2011) & 2 (2014) , Bangkit! (2016), serta Rafathar The Movie (2017).

Tinggalkan komen