SocialPeta Ungkap Tren Media Buying pada Aplikasi dan Game Mobile

Jakarta, Gizmologi – Dengan adanya wabah pandemi Covid-19, telah terjadi perubahan besar pada cara konsumen menggunakan dan berinteraksi dengan aplikasi. Saat ini, lebih banyak orang beralih ke aplikasi mobile untuk hiburan, pekerjaan jarak jauh, dan tugas sehari-hari. Game mobile juga berkembang pesat karena menjadi alternatif hiburan selama di rumah saja.

Untuk membantu lebih memahami audiens dan situasi ekonomi aplikasi saat ini, SocialPeta telah menyusun laporan terbarunya yaitu Panduan Pemasaran Aplikasi Mobile Global – Semester Pertama 2021. Perusahaan periklanan intelijen asal Tiongkok tersebut telah menganalisis data dari game dan aplikasi yang diambil dari platform iklan global.

Baca juga: Laporan Facebook: Aplikasi Game & Hiburan Tumbuh Paling Tinggi di 2020

Laporan ini juga merangkum statistik industri aplikasi mobile, termasuk analisis kampanye iklan dari game dan aplikasi teratas. Fokus laporan tersebut memang lebih pada dampak penggunaan iklan pada aplikasi dan game. Bahkan perusahaan ini menganggap sudah berlalu masanya ketika ketika mengembangkan game dan mengandalkan jangkauan organik untuk mendapatkan keuntungan dengan jumlah modal yang wajar. Sekarang, industri ini sangatlah kompetitif dan keberhasilan atau kegagalan game bergantung pada komitmen dan investasi pada strategi periklanan.

Porsi Iklan pada Aplikasi dan Game

Berdasarkan temuan SocialPeta, rata-rata jumlah pengiklan game mobile adalah 18 ribu per bulan, dan jumlah pengiklan aplikasi non-game adalah 70 ribu per bulan. Jumlah ini meningkat 5.79% dibandingkan dengan Semester Kedua 2020. Hal ini menunjukkan bahwa industri periklanan aplikasi mobile akan terus meningkat meskipun terjadi krisis ekonomi global.

Game mobile meraih porsi 22.98% dari total iklan, dibanding aplikasi non-game yang menyumbang 77.02% dari total iklan aplikasi. Margin ini terlihat sangat lebar karena terbagi ke dalam banyak industri dan sektor yang berbeda. Mereka  mengumpulkan jumlah data kumulatif sebanyak 47.6 juta materi iklan pada Semester Pertama 2021. Jumlah ini meningkat 38% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020.

Menurut SocialPeta, kunci dominasi dalam industri game adalah seberapa luas penguasaan lahan target iklan. Perusahaan ini mendata peringkat 30 pengiklan terkemuka di dunia, dengan sebagian besar berasal dari pengembang game Tiongkok mencapai lebih dari 70%.

Tren Mobile Media Buying

big data Satu Data Indonesia
Foto: 123rf/Paulus Rusyanto

SocialPeta mengungkap setidaknya ada tiga tren terkait media buying untuk aplikasi dan game mobile. Pertama, Pergeseran platform membuka peluang besar. Keberadaan kanal Google dan Facebook sudah bagus. Namun, jika tidak membuka kanal pemasaran lain, seperti platform video pendek mungkin akan ketinggalan momen besar. Data periklanan menunjukkan bahwa proporsi video iklan masih akan terus bertambah.

Tren kedua, penerbit dan pengembang aplikasi mulai mengembangkan cara yang lebih kreatif untuk memasukkan iklan secara native ke dalam game mobile mereka di masa mendatang. Penelitian menunjukkan bahwa banyak pengguna merasa iklan itu sangat mengganggu, terutama jika tidak relevan.

Ketiga, kreativitas adalah faktor kunci keberhasilan periklanan. Pengembang aplikasi perlu berpikir secara out-of-the-box alias kreatif untuk masuk ke pola pikir pengguna. Iklan yang inovatif dan unik akan dengan mudah menarik pengguna dan membangkitkan rasa ingin tahu untuk mencoba game atau aplikasi.

Sebuah game biasanya melalui tiga fase iklan; peluncuran, tiga bulan pertama, dan satu tahun pertama. Rata-rata, sebanyak 80 materi iklan dijalankan dan sekitar 300 iklan dalam tiga bulan pertama setelah game mobile meluncur ke pasar. Materi iklan paling banyak yang pernah dijalankan selama 1 tahun peluncuran game, yaitu 1000 materi.

Nah, bagi para developer ataupun publisher yang ingin meningkatkan pengetahuannya seputar industri, SocialPeta dan Asosiasi Games Indonesia (AGI) menggelar webinar. Ajang seminar virtual bertema memfasilitas pengembangan mobile game casual di Asia Tenggara tersebut bisa diikuti dengan mendaftar di https://forms.gle/9J1RjrSuvd9rChG29.

Menurut SocialPeta, statistik penggunaan aplikasi mobile saat ini masih mencatat tren yang baik. Ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi mobile adalah tren yang akan terus berkembang. Salah satunya, perusahaan ini memperhatikan bagaimana game super kasual telah bertransisi menjadi game yang mempunya daya jual tinggi dan retensi pengguna yang tinggi. Mereka memasukkan semua strategi di atas ke dalam satu game dengan beberapa tema pemasaran sehingga menjadi kampanye yang sukses.

Tinggalkan komen