Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

9 Tahun Berkiprah, Gojek Ungkap Strategi Jangka Panjang

Bermula dari startup ojek yang melayani pesanan penumpang melalui telepon, kemudian bertransformasi menjadi aplikasi mobile, kini Gojek telah menjelma menjadi perusahaan raksasa di Indonesia. Meski ditinggal sang pendiri, Nadiem Makarim yang kini menjabat sebagai Mendikbud, Gojek berupaya untuk melangkah jauh ke depan di usia yang kini menginjak sembilan tahun.

Menurut Kevin Aluwi, Co-CEO pengganti Nadiem Makarim, Gojek adalah pelopor konsep super app dengan ekosistem bisnis yang menghubungkan jutaan orang, pelanggan, mitra driver, merchant, serta penyedia layanan. Konsep ini bahkan menjadi referensi para pemain di industri teknologi global.

“Keberhasilan sistem operasional Gojek dibuktikan dengan pertumbuhan total pengguna aktif bulanan yang mencapai 1,5 kali lipat dalam satu tahun terakhir, berdasarkan data platform global independen yang menganalisis  penggunaan aplikasi mobile sedunia. Hal ini didukung oleh semakin bertambahnya jumlah pelanggan yang menggunakan setidaknya tiga layanan Gojek dalam sebulan (core users). Ini menjadi indikator bahwa upaya kami untuk menjadi super app kehidupan sehari-hari tepat sasaran,” ujar Kevin.

Sementara itu co-CEO lainnya, Andre Soelistyo,mengatakan Gojek akan terus membangun bisnis dengan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan melalui pendekatan berbasis produk. Brand Gojek dianggap lekat di masyarakat karena menyediakan produk yang mudah digunakan dan benar-benar menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari pelanggan.

“Fokus terhadap pelanggan serta posisi Gojek sebagai pelopor super app ini menumbuhkan kedekatan dan kecintaan terhadap brand kami. Sehingga hubungan Gojek dengan para pelanggan lebih dari sekadar hubungan transaksional. Kami akan terus meningkatkan loyalitas yang berujung pada peningkatan frekuensi penggunaan aplikasi Gojek,” ujar Andre.

Baca juga: ABI Research: Grab Memimpin Pasar di Indonesia 64%

Related Posts
1 daripada 288

Strategi Jangka Panjang Gojek

GojekSejak berdiri pada 2010, hingga saat ini Gojek berhasil menciptakan lebih dari 2 juta peluang penghasilan. Mereka membangun ekosistem yang menghubungkan lebih dari 500.000 pengusaha makanan yang sebagian besar merupakan UMKM ke pasar yang lebih besar. Aplikasinya sendiri diunduh lebih dari 155 juta kali oleh pengguna di beberapa negara Asia Tenggara.

Saat ini Gojek telah mampu mencetak kontribusi margin positif di hampir seluruh layanan utama, yaitu pesan-antar makanan dan minuman, pembayaran, serta transportasi online. Gojek juga telah berhasil mencetak 2 kali lipat pertumbuhan pendapatan dalam 12 bulan terakhir.

Sang duo Co-CEO, Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo, memastikan perusahaan yang dinakhodainya melangkah jauh ke depan dengan strategi yang berfokus pada empat hal. Pertama, peningkatan kepuasan pelanggan, penyelarasan pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis, menjadi perusahaan global melalui ekspansi internasional, dan mewujudkan Gojek sebagai tempat bekerja yang berkelas dunia.

Untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang, Gojek akan memperkuat pengembangan tiga pilar produk. Pilar ini adalah yang paling dibutuhkan dan diminati pelanggan, yaitu  pesan-antar makanan dan minuman, pembayaran, serta transportasi.  Gojek juga tengah menyiapkan diri untuk melantai di bursa efek sebagai perusahan publik.

Perusahaan ride hailing yang telah mencapai status decacorn ini pun berupaya meningkatkan rasio dari pelanggan Indonesia vs pasar Internasional dari 80:20 menjadi 50:50. Caranya adalah dengan melakukan ekspansi di pasar-pasar baru di Asia Tenggara.

Mereka juga ingin memposisikan sebagai tempat kerja kelas dunia untuk menjaring talenta terbaik nasional dan internasional. Dalam enam bulan terakhir, Gojek telah berhasil merekrut berbagai pemimpin industri teknologi kelas dunia antara lain dari Silicon Valley, serta perusahaan global terkemuka seperti Netflix, NASA, dan lainnya.