Akun X (dulunya bernama Twitter) resmi Microsoft dengan lebih dari 13 juta pengikut diretas pada Kamis, 1 Oktober 2026. Setelah mengambil akses, pelaku kemudian menggunakan akun X tersebut untuk mengikuti atau follow akun mengaku sebagai Clippy dan membagikan promosi token kripto $Clippy.
Mendapati akun media sosial (medsos) miliknya diretas, Microsoft langsung menghapus unggahan dibuat hacker dan memastikan akun tersebut sudah diamankan.
Baca Juga: Steam Autumn Sale 2026 Dimulai, Ribuan Game PC Diskon hingga 8 Oktober
Raksasa teknologi terebut juga mengatakan, saat ini mereka sedang melakukan penyelidikan secara mendalam bagaimana akses tidak sah itu bisa terjadi.
“Sudah terjadi akses tidak sah ke akun kami di X, termasuk unggahan bukan dibuat dan tidak berasal dari Microsoft,” ujar juru bicara Microsoft kepada The Verge, Jumat (2/10/2026). Perusahaan juga sudah menghapus cuitan tersebut.
Hacker Pakai Akun Microsoft untuk Promosi Token Kripto
Insiden bermula ketika akun @Microsoft mengikuti akun X @clippymsftcto yang mengaku terkait dengan Clippy, asisten virtual Microsoft yang ikonik. Selang beberapa saat, akun Microsoft kemudian me-repost salah satu unggahan akun tersebut.
Akun @clippymsftcto kini telah ditangguhkan oleh X. Namun, akun lain bernama @ClippyMSFT masih sempat mempromosikan token $Clippy. Dalam postingannya, akun itu mengklaim token memiliki liquidity pool yang dipasangkan langsung dengan $MSFT.

Klaim itu berasal dari pihak yang mempromosikan token dan tidak menunjukkan adanya keterlibatan resmi Microsoft.
BleepingComputer menyebutkan, aksi ini menyerupai skema pump-and-dump, yang memanfaatkan akun resmi dengan jumlah pengikut besar untuk membangun kepercayaan terhadap aset kripto yang dipromosikan.
Bantah Terlibat

Setelah itu, perusahaan kemudian menghapus unggahan terkait dan mengeluarkan pernyataan menegaskan perusahaan tidak pernah mengesahkan token tersebut.
Raksasa teknologi itu mengatakan token membawa nama Clippy, Microsoft, maupun simbol $MSFT itu tidak pernah mendapat izin, sponsor, atau dukungan dari perusahaan.
Microsoft juga menyatakan akan mengambil langkah hukum untuk meminta penghapusan token dan materi promosi yang menggunakan merek serta kekayaan intelektual perusahaan tanpa izin.
Dengan demikian, keberadaan unggahan dari akun resmi perusahaan tidak dapat dianggap sebagai bukti bahwa perusahaan mendukung atau menerbitkan token tersebut.
Bukan Kali Pertama Akun Microsoft Diretas

Ini bukan pertama kalinya akun X perusahaan teknologi ini menjadi sasaran penyerang untuk promosi kripto. Pada Juni 2024, akun @MicrosoftIndia dengan lebih dari 211.000 pengikut juga diretas. Penyerang menggunakannya untuk menyamar sebagai Roaring Kitty dan mengarahkan pengguna ke situs yang mengklaim menawarkan presale kripto terkait GameStop.
Dalam kasus tersebut, korban yang menghubungkan dompet kripto mereka ke situs dan mengotorisasi transaksi dapat kehilangan aset digital akibat layanan wallet drainer yang digunakan penyerang.
Kasus serupa juga pernah menimpa akun resmi Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau SEC. Pada Januari 2024, akun @SECGov dibajak dan digunakan untuk mengunggah klaim palsu bahwa regulator telah menyetujui ETF Bitcoin.
Insiden tersebut sempat memicu pergerakan harga Bitcoin. Pelaku, Eric Council Jr., kemudian mengaku bersalah pada Februari 2025 dan dijatuhi hukuman 14 bulan penjara.
Metode Pembobolan Masih Belum Diketahui

Perusahaan belum mengungkap bagaimana penyerang memperoleh akses ke akun X tersebut. Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada bukti yang mengonfirmasi apakah insiden terkait pencurian kredensial, phishing, SIM swapping, akses aplikasi pihak ketiga, atau metode lainnya.
Hal serupa berlaku untuk dampak finansial dari promosi token $Clippy. Belum ada informasi terverifikasi mengenai jumlah korban maupun kerugian akibat insiden terbaru ini.
Kasus tersebut kembali menunjukkan risiko ketika akun resmi dengan basis pengikut besar berhasil dikuasai penyerang. Dalam situasi seperti ini, unggahan dari akun resmi sekalipun belum tentu menunjukkan bahwa sebuah promosi berasal dari perusahaan yang bersangkutan.
Microsoft Daftarkan Paten Iklan untuk Xbox

Di sisi lain, Microsoft kedapatan sudah mengajukan permohonan paten iklan untuk Xbox berjudul “Contextually Aware Management of Interactive Software Application Access” ke kantor paten Amerika Serikat (USPTO) dengan nomor pengajuan 20260260258.
Kabar ini pertama kali diulas oleh Business Insider. Mengutip TechSpot, Senin (21/9/2026), dokumen tersebut menjelaskan sistem memungkinkan iklan tampil saat jeda gameplay, termasuk setelah pemain menyelesaikan level atau mencapai titik transisi tertentu dalam game.
Dalam paten itu, Microsoft menggambarkan mekanisme paten iklan untuk Xbox ini dapat memberikan imbalan kepada pemain setelah mereka menonton iklan yang ditawarkan sistem.
Konsep tersebut lebih dekat dengan model rewarded ads yang sudah lama digunakan di game mobile. Dalam model ini, pemain secara sukarela menonton iklan untuk memperoleh manfaat tertentu, seperti akses tambahan, bonus, atau keuntungan dalam permainan.
Paten Iklan untuk Xbox Muncul Saat Jeda Gameplay
Sebaliknya, sistem paten iklan untuk Xbox ini dirancang untuk memanfaatkan momen yang dianggap tidak terlalu mengganggu pengalaman bermain, misalnya setelah sebuah level selesai atau saat terjadi transisi tertentu.
Microsoft juga menjelaskan, sistem dapat mempertimbangkan konteks permainan dan aktivitas pemain sebelum menawarkan iklan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

