alexa

Aplikasi DANA 2.0 Diluncurkan, Bawa Peningkatan UI & UX Menyeluruh

Jakarta, Gizmologi – Pada masa di mana banyak sekali pembayaran bisa dilakukan secara digital, rasanya aplikasi pembayaran dari smartphone sudah masuk ke dalam ritme penggunaan sehari-hari. Fitur, kemudahan dan tampilannya pun terus diperbarui oleh penyedianya. Salah satunya dompet digital DANA, yang baru saja merilis DANA 2.0.

Platform kan kini dikembangkan hingga menjadi lifestyle payment app ini hadir sebagai solusi transaksi #BebasDrama, untuk semua kalangan masyarakat. Lewat pembaruan DANA 2.0, tak hanya tampilan antarmuka (UI) saja yang dihadirkan, namun juga pengalaman pengguna (UX) yang lebih baik dalam bertransaksi digital.

Lewat sebuah gelaran diskusi virtual DANA Tech Talk edisi perdana, Vince Iswara, CEO & co-founder DANA mengatakan bila inklusi teknologi finansial akan terwujud apabila kepercayaan dan literasi masyarakat Indonesia terhadap manfaat yang dihadirkannya menguat. Evolusi DANA 2.0 juga diharap mampu akselerasi teknologi yang inklusif tersebut.

Baca juga: DANA Alami Lonjakan Pengguna, Capai 70 Juta di Pertengahan 2021

Usaha DANA Untuk Terus Pahami Kebutuhan Pengguna

Webinar DANA Tech Talk
Webinar DANA Tech Talk perdana sekaligus peluncuran DANA 2.0 yang diadakan Jumat (27/8).

Menurut Vince, fondasi yang dibutuhkan untuk membangun kepercayaan tersebut adalah lewat kemudahan dan kenyamanan penggunaan serta akses, keandalan teknologi, serta jaminan keamanan dan proteksi. “Inovasi teknologi, termasuk UI & UX, akan terus kami lakukan secara konsisten dan senantiasa menjadi fokus dalam pengembangan dompet digital DANA,” jelasnya.

Pengembangan UI berperan besar dalam nilai pengalaman pengguna alias UX. Menurut studi dari Forrester Research di tahun 2019, optimasi kedua poin tersebut sangat penting untuk sebuah aplikasi dalam mengantarkan pengguna pada tujuannya. Dikatakan bila UI/UX yang optimal bisa dorong keinginan transaksi hingga 14,4%, serta pertahankan retensi sampai 15,8%.

Studi tersebut turut melatarbelakangi pengembangan DANA 2.0, yang juga hadir sebagai upaya untuk menjembatani dan memahami basis pengguna di era digital, dengan karakteristik unik dan kebutuhan yang kompleks. Dihadirkan sejumlah pembaruan pada beberapa aspek yang menjadi pilar DANA.

Yaitu sebagai dompet digital yang aman dan tepercaya, bersahabat serta ramah pengguna, juga mudah dan selalu siap diandalkan (trusted, friendly & accessible). Peluncuran kali ini juga bertepatan dengan HUT RI dan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Mengokohkan tekad dan upaya nyata DANA dalam mendukung transformasi menuju masyarakat digital.

DANA 2.0 Juga Bawa Widget Khusus iOS

DANA 2.0

Tampilan baru bisa langsung dinikmati oleh para pengguna sejak pada tampilan depan DANA 2.0, yang disebut dengan “DANA Home”. Selain lebih bersih, disajikan informasi kontekstual seperti aktivitas penggunaan, menu khusus untuk cek kode referral dan voucher hingga lainnya.

Juga disajikan informasi DANA Protection agar pengguna bebas cemas saat bertransaksi. Sementara untuk fitur Kirim Uang, langkahnya disederhanakan. Pengguna bisa manfaatkan kolom pencarian untuk metode transfer praktis, juga kirim lebih cepat lewat deretan tujuan transaksi yang terakhir dilakukan.

Untuk pengguna smartphone Apple, DANA perbarui fitur DANA Statement dengan widget baru agar pengguna bisa cek keseluruhan pengeluaran tanpa masuk ke aplikasi. Plus fitur Daily Limit untuk atur pembelanjaan harian.

Fitur baru lainnya yang diluncurkan pada DANA 2.0 adalah Smart Pay, bantu berikan rekomendasi metode pembayaran terbaik agar pengguna tak perlu khawatir saldo DANA tidak mencukupi untuk bertransaksi. Bisa diakses lewat halaman Me – Profile Setting – Automatically Redirect Payment.

Sementara melalui ajang DANA Tech Talk perdananya, DANA mengadakan sebuah forum diskusi para penggiat teknologi untuk membahas potensi teknologi dan inovasi dompet digital, dalam memajukan ekonomi digital nasional. Ke depannya bakal digelar rutin untuk menjadi sarana diskusi yang edukatif, jaring ide-ide baru terkait pemanfaatan teknologi demi wujudkan ekonomi digital inklusif.

Tinggalkan komen