Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Raih Rp2,86 Triliun, AppsFlyer Perkuat Atribusi Iklan Mobile dan Buka Kantor Indonesia

0 54

Awal tahun 2020 ini dibuka dengan gemilang oleh AppsFlyer. Betapa tidak, perusahaan teknologi atribusi pemasaran tersebut baru saja mendapat guyuran dana segar berupa pendanaan  Seri D senilai 210 juta dolar AS (Rp2,86 triliun). Dengan investasi tersebut  valuasi AppsFlyer menjadi USD1,6 miliar sekaligus menorehkan statusnya menjadi unicorn.

Investasi ini dipimpin oleh General Atlantic yang sebelumnya telah memiliki portofolio pendanaan luas mulai dari Ruangguru (Indonesia) hingga Rubicon Research (India). Investor sebelumnya seperti Qumra Capital, Goldman Sachs Growth, DTCP (Deutsche Telekom Capital Partners), Pitango Venture Capital, dan Magma Venture Partners juga turut berpartisipasi dalam putaran ini.

Dengan suntikan dana tersebut, AppsFlyer akan mendorong sistem open-platform untuk developer pihak ketiga. Tujuannya memberikan manfaat bagi para marketer berbasis data di ekosistem mobile-first Asia Pasifik.

Berkat pendanaan tersebut, dua petinggi General Atlantic yaitu Alex Crisses, Managing Director dan Anton Levy, Co-President sekaligus Head of Technology otomatis bergabung ke dalam Dewan Direksi AppsFlyer.

Alex Crisses, menceritakan ihwal ketertarikan mereka berinvestasi di AppsFlyer. Menurutnya, atribusi telah menjadi bagian inti dari rangkaian teknologi marketing. Nah, AppsFlyer telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin dalam kategori yang tumbuh dengan cepat ini.

“Komitmen AppsFlyer untuk menjadi independen, tidak memihak, dan mewakili kepentingan marketer telah mendapat kepercayaan dari berbagai merek terkemuka di dunia, dan kami melihat potensi signifikan untuk meraih peluang lainnya di pasar ini,” kata Alex Crisses.

Sementara CEO dan Co-Founder AppsFlyer Oren Kaniel mengatakan sebagai pemimpin pasar, platform AppsFlyer digunakan setiap harinya oleh banyak tim pemasaran di seluruh dunia. “Kami memegang tanggung jawab ini dengan sangat serius. Putaran baru ini memungkinkan kami untuk menguatkan misi kami dalam menyediakan alat yang dibutuhkan para pemasar demi meraih kesuksesan dan mengambil keputusan yang akurat, berdasarkan informasi yang tepat, strategis, serta membantu mendorong inovasi dan transparansi di seluruh industri kami,” kata Kaniel.

AppsFlyer dinilai investor sebagai pemain yang mentransformasi pasar. Karena skala AppsFlyer bisa menyediakan data atribusi yang akurat dan proteksi dari penipuan, menghemat jutaan dolar bagi para pemasang iklan. Sebagai salah satu perusahaan SaaS dengan pertumbuhan tercepat, AppsFlyer mencatat pertumbuhan Pendapatan Berulang Tahunan (ARR) hingga lima kali lipat pada tahun 2019, yang menembus angka 150 juta dolar AS. Hal tersebut melengkapi pertumbuhan ARR dalam lima tahun dari satu juta dolar AS menjadi 100 juta dolar AS.

Investasi tersebut juga merupakan investasi pertama setelah tiga tahun lalu AppsFlyer menggalang pendanaan Seri C, sehingga total investasi terhadap perusahaan menjadi 294 juta dolar AS. Sejak seri sebelumnya, tim AppsFlyer telah berkembang hingga empat kali lipat,menjadi perusahaan dengan 850 pegawai yang tersebar di 18 kantor di seluruh dunia.

AppsFlyer Buka Kantor di Jakarta untuk Perkuat Kehadiran di Asia Pasifik

President dan Managing Director APAC AppsFlyer Ronen Mense

Dana dari investor tersebut akan digunakan untuk terus mengembangkan sistem atribusi iklan mobile dan memperkuat kehadirannya di Asia Pasifik karena dinilai pasar yang potensial.

Pada tahun 2020 ini, AppsFlyer membuka kantor di Jakarta sebagai kantor ketujuhnya di kawasan tersebut. Sebelumnya, AppsFlyer telah membuka perwakilan di Bangkok, Bangalore, Beijing, Seoul, Shenzhen, dan Tokyo.

Hal ini ditegaskan oleh President dan Managing Director APAC AppsFlyer, Ronen Mense, yang mengatakan bagaimana perkembangan ini berdampak kepada wilayah Asia Pasifik. Tahun 2020, ia memprediksi bahwa wilayah Asia Pasifik akan memegang nilai pembelanjaan iklan di aplikasi (app-install ad spend) terbesar di dunia dengan nilai 30 juta dolar AS.  “Dengan volume dan skala yang masif di wilayah mobile-first ini, para pemasar akan lebih sulit untuk melihat bagaimana mereka dapat mengoptimalkan dana pemasaran mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ronen Mense menyebutkan adanya bahaya yang nyata dari eksposur kecurangan (fraud exposure) terhadap merek dan user. Sayangnya kawasan Asia Pasifik justru menjadi tempat teratas di dunia dalam hal pertumbuhan kecurangan tercepat yang 60% lebih tinggi dari angka rata-rata global.

“Pendanaan ini akan digunakan untuk memperkuat platform terbuka kami bagi mitra dan pengembang pihak ketiga, memberi mereka fleksibilitas untuk menambahkan solusi khusus di atas apa yang kami miliki, sehingga mereka dapat tumbuh dengan penuh percaya diri dan melindungi bisnis mereka di pasar yang sangat kompetitif seperti Asia Pasifik,” katanya.

Saat ini, AppsFlyer bekerja sama dengan lebih dari 12.000 pelanggan, termasuk merek terkemuka seperti Gojek, Agoda, Tokopedia, SEA Group (Shopee & Garena), HBO, Tencent, dan Nike. Perusahaan ini juga terhubung dengan ekosistem yang terdiri lebih dari 5.000 mitra, termasuk Facebook, Google, Apple Search Ads, Twitter, Salesforce, Adobe dan Oracle.