Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

91 Juta Data Pelanggan Bocor, Asosiasi E-Commerce: Tokopedia adalah korban

0 259

Di akhir pekan kemarin (4/7), warganet Indonesia kembali dihebohkan dengan kabar tentang isu keamanan data. Ada pengguna yang berbagi tautan untuk mengunduh 91 juta data pengguna Tokopedia secara gratis di sebuah grup keamanan siber Facebook yang beranggotakan setidaknya 15 ribu anggota.

Tautan tersebut merujuk pada salah satu akun bernama @Cellibis di Raidsforum yang memang telah membagikan data itu pada Jumat (3/7/2020).  Akun itu berbagi secara hampir cuma-cuma di forum itu, yang sebelumnya dia peroleh dengan membeli data itu di Dark Web senilai USD 5.000. Aksi ini disebut merupakan kelanjutan dari kasus kebocoran data yang menerpa akun pengguna Tokopedia pada Mei 2020.

Baca juga: Tokopedia Dibobol, Data 91 Juta Pengguna Dijual di Darkweb

Tanggapan iDEA

Menanggapi berita tersebut, Ignatius Untung, Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA), mengaku prihatin atas apa yang terjadi pada Tokopedia dan para penggunannya. Namun, ia menekankan bahwa posisi Tokopedia dalam masalah ini juga sebagai korban.

“Menurut saya Tokopedia adalah korban dari tindakan para hacker ini. Jadi sudah jelas itu bukan kesalahan Tokopedia. Bisnis online itu adalah bisnis kepercayaan, sehingga masalah seperti ini pasti sudah diantisipasi sejak awal oleh setiap pelaku bisnis online,” ujar Ignatius melalui pernyataan tertulis yang diterima Gizmologi (6/7).

Ia mengambahkan, IdEA selalu berkomunikasi dengan para pelaku e-commerce, termasuk jika terjadi masalah peretasan data pengguna seperti yang terjadi pada Tokopedia. “Sebagai sebuah asosiasi, penting bagi kami untuk mendapatkan informasi terkait dari anggota yang terdampat masalah ini,” tambah Ignatius.

Mengingat Tokopedia juga merupakan korban dari kasus ini, Ignatius berharap media dapat memberitakannya dengan berimbang dan adil. “Kami sangat yakin Tokopedia bisa mengatasi hal tersebut, dan mendukung Tokopedia agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Tidak hanya kepada Tokopedia tapi juga kepada para pelaku e-commerce lainnya,” imbuhnya.

Tokopedia Tegaskan Bukan Upaya Pencurian Data Baru

Menanggapi berita tersebut, Nuraini Razak, VP of Corporate Communications Tokopedia, menyampaikan bahwa ini bukanlah upaya pencurian data baru. Informasi password pengguna Tokopedia tetap aman terlindungi di balik enkripsi.

“Pihak Tokopedia juga menyampaikan sudah menyadari ada pihak ketiga yang mengunggah informasi secara ilegal di media sosial dan forum internet terkait akses data pelanggan yang telah dicuri. Sekali lagi memastikan bahwa ini bukan aksi pencurian data baru,” ujar Nuraini.

Lebih lanjut Nuraini mengatakan pihaknya sudah melaporkan tindakan ini ke pihak berwajib.

Sementara itu Pratama Persadha, pakar keamanan siber, menyatakan Tokopedia sudah semestinya bertanggung jawab. Karena data pengguna yang mereka kelola bocor dan tentu banyak pihak akan memanfaatkannya untuk tindak kejahatan. “Ini menjadi bukti bahwa Tokopedia benar-benar telah diretas,” pungkasnya.