Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Tokopedia Dibobol, Data 91 Juta Pengguna Dijual di Darkweb

0 1.886

Kelanjutan dari aksi pembobolan akun Tokopedia oleh hacker kian meresahkan. Didirikan 11 tahun yang lalu, Tokopedia adalah raksasa e-commerce Indonesia yang memiliki lebih dari 91 pengguna terdaftar dan lebih dari 7 juta merchant.

Laporan terbaru masih dari akun Twitter @underthebreach menyebutkan 91 juta data lengkap pelanggan dijual di Darknet senilai $5000. Data ini jauh lebih besar dari yang dilaporkan sebelumnya yakni 15 juta pengguna. Dark web atau dikenal dengan nama Darknet sendiri adalah jaringan web underground yang biasanya berkaitan dengan aktivitas kriminal dan pasar ilegal.

Data pribadi pengguna Tokopedia yang berisiko dibocorkan tersebut meliputi nama lengkap, nama pengguna, alamat email, jenis kelamin, lokasi, nomor telepon, dan hash password. Sementara itu situs keamanan data hackread.com juga menampilkan screenshot data Tokopedia yang dijual di dark web.

Screenshot Tokopedia di darkweb (Kredit: Hackread.com)

Tokopedia Pastikan Tidak Ada Kebocoran Data Pembayaran

Nuraini Razak, VP of Corporate Communications Tokopedia, tak mengakui bahwa telah terjadi upaya pencurian data pengguna. “Berkaitan dengan isu yang beredar, kami menemukan adanya upaya pencurian data terhadap pengguna Tokopedia. Namun Tokopedia memastikan, informasi penting pengguna, seperti password, tetap berhasil terlindungi,” ujar Nuraini, saat dihubungi Gizmologi di Jakarta (02/05).

Ia menjelaskan, meskipun password dan informasi krusial pengguna tetap terlindungi di balik enkripsi, pihaknya menganjurkan pengguna Tokopedia untuk tetap mengganti password akunnya secara berkala demi keamanan dan kenyamanan.

Tokopedia juga menerapkan keamanan berlapis, termasuk dengan OTP yang hanya dapat diakses secara real time oleh pemilik akun, maka kami selalu mengedukasi seluruh pengguna untuk tidak memberikan kode OTP kepada siapapun dan untuk alasan apapun. “Saat ini, kami terus melakukan investigasi dan belum ada informasi lebih lanjut yang dapat kami sampaikan,” imbuhnya.

Sementara dalam pernyataan terbarunya Minggu (3/5), Nuraini memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran. “Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit, dan OVO, di Tokopedia tetap terjaga keamanannya,” ujar Nuraini.

Buntut dari pembobolan data Tokopedia yang dilakukan hacker ini bisa berlangsung lama.Terutama pada pelanggan dan pedagang yang mungkin akan mendapat serangkaian penipuan email. Karena dari kejadian-kejadian sebelumnya, penjahat cyber menggunakan kata sandi asli korban dari pelanggaran data untuk melakukan pemerasan dan penipuan terkait pencurian identitas.

Karena alamat nama lengkap, alamat email, nomor handphone, dan lokasi terekspos, pengguna diharapkan lebih waspada terhadap segala bentuk aksi yang mungkin dilakukan penjahat cyber.