Jakarta, Gizmologi – Isu soal masa depan lini smartphone ASUS akhirnya terjawab. Setelah rumor menyebut tidak ada ponsel ASUS baru yang meluncur tahun ini, konfirmasi resmi datang langsung dari pucuk pimpinan perusahaan. ASUS memang sedang bersiap menutup satu bab penting dalam bisnisnya.
Dalam sebuah acara gala di Taipei Nangang Exhibition Center, Chairman ASUS Jonney Shih menyatakan bahwa perusahaan tidak lagi merencanakan peluncuran smartphone baru. Artinya, lini Zenfone dan ROG Phone praktis berhenti di generasi terakhirnya.
Keputusan ini menandai perubahan arah besar bagi perusahaan. Brand yang dulu dikenal berani bereksperimen di pasar ponsel kini memilih fokus ke segmen lain yang dinilai lebih menjanjikan secara bisnis.
Baca Juga: ROG Flow Z13-KJP Hadir Berkat Kolaborasi ASUS dan KOJIMA PRODUCTIONS
Smartphone Ditinggal, PC dan AI Jadi Prioritas

Menurut Jonney Shih, sumber daya dan riset ASUS ke depan akan difokuskan ke commercial PC serta pengembangan “physical AI”, termasuk robotika dan smart glasses. Langkah ini sejalan dengan tren industri, di mana investasi AI kini lebih banyak mengalir ke sektor enterprise ketimbang consumer gadget.
Dari sisi bisnis, keputusan ini cukup masuk akal. Kabarnya memang mereka resmi mencatat pendapatan TWD 738,91 miliar atau sekitar US$23,4 miliar sepanjang 2025, naik 26 persen dibanding tahun sebelumnya. Bisnis AI server bahkan tumbuh 100 persen, jauh melampaui target internal perusahaan.
Meski keluar dari pasar smartphone, mereka juga memastikan tetap memberikan dukungan purna jual untuk pengguna lama. Layanan garansi, pembaruan software, dan perawatan perangkat masih akan berjalan, setidaknya dalam jangka waktu tertentu.
Penjualan Lesu Jadi Alarm Dini

Jika ditarik ke belakang, sinyal mundurnya ASUS dari pasar smartphone sebenarnya sudah terlihat. Dalam beberapa tahun terakhir, Zenfone makin kehilangan arah, sementara ROG Phone yang dulu niche dan kuat di komunitas gamer juga mulai jarang diperbarui.
Sepanjang 2025, mereka hanya merilis dua ponsel, yakni ROG Phone 9 FE dan Zenfone 12 Ultra. Keduanya tidak mencatatkan penjualan yang signifikan, sebuah indikator bahwa posisi ASUS di pasar smartphone semakin terjepit oleh kompetitor yang lebih agresif.
Dari sisi konsumen, keputusan ini tentu mengecewakan, terutama bagi penggemar Zenfone yang menginginkan flagship ringkas atau ROG Phone dengan pendekatan gaming ekstrem. Namun dari perspektif bisnis, bertahan di pasar yang semakin padat tanpa volume penjualan memadai justru berisiko lebih besar.
ASUS mungkin kehilangan panggung di smartphone, tapi langkah ini bisa menjadi upaya menyelamatkan fokus dan relevansi di era AI yang semakin kompetitif.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



