Startup Fintech “AwanTunai” Beri Pinjaman untuk Beli Ponsel Hingga Rp 4 Juta

Industri financial technology (fintech) berkembang dengan pesat. Banyak startup teknologi finansial muncul pada beberapa tahun terakhir ini. Salah satu yang terbaru adalah AwanTunai yang menawarkan solusi pinjaman digital bagi masyarakat Indonesia.

Ditemui saat peluncuran di Conclave coworking space, Jakarta (29/11), Founder sekaligus Chief Executive Officer AwanTunai Dino Setiawan mengatakan layanna ini lahir sebagai wujud mendukung program pemerintah meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Menurutnya, penyaluran kredit ke masyarakat Indonesia masih sangat sulit. Hanya 12% masyarakat dengan akses keuangan yang memiliki pinjaman formal alias masih ada 88 persen masyarakat yang masih sukar memperoleh kucuran kredit resmi dari bank dan lembaga serupa.

Karena itulah, startup ini lebih banyak mengincar masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. “Memahami kondisi yang ada, kami hadir untuk membantu mendukung kemandirian finansial bagi masyarakat Indonesia dengan menawarkan fasilitas pinjaman digital yang dapat diakses oleh semua orang dengan mudah, cepat dan tentunya aman,” kata Dino.

Ia menjelaskan, pengajuan pinjaman dapat dilakukan lewat aplikasi yang diunduh melalui ponsel pintar milik debitur secara cepat dan mudah. “Pengajuan pinjaman dapat dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone, baik bagi yang memiliki rekening bank maupun tidak. Saat proses pengajuan peminjaman, calon debitur hanya diminta menyertakan identitas diri berupa KTP. Selanjutnya, calon debitur akan mengetahui status persetujuan pinjaman dalam waktu 15 menit,” ujar Dino.

AwanTunai
Kiri – kanan: Windy Natriavi, COO AwanTunai; Rama Notowidigdo, Co-Founder & CTO AwanTunai; Dino Setiawan, Founder & CEO AwanTunai.

Namun jangan berharap bisa meminjam uang dalam jumlah besar di sini. Karena plafon kredit yang ditetapkan maksimal sebesar Rp4 juta. Menurut Windy Natriavi, COO AwanTunai, angka itu berasal dari estimasi harga ponsel cerdas yang berkualitas namun masih bisa dijangkau masyarakat di segmen menengah ke bawah.

Uniknya, pinjaman dana dari AwanTunai untuk saat ini hanya dibatasi untuk mencicil smartphone. Karena perangkat ini dianggap sudah jadi kebutuhan utama masyarakat sekaligus cara paling cepat bagi AwanTunai untuk mengumpulkan data dan menyimpulkan pola penggunaan kredit di pelanggan. Kendati demikian, setelah data awal terkumpul dan sistemnya sudah siap, mereka akan membuka produk konsumer lain yang bisa dicicil.

Pendanaan AwanTunai dari Kredit Plus

Dijelaskan lebih lanjut, sebagai perusahaan fintech yang beroperasi sejak Mei 2017, AwanTunai telah terverifikasi dan diawasi oleh OJK. Di sini, AwanTunai hanya bertindak sebagai penghubung antara peminjam dengan pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman adalah PT Finansial Multi Finance atau Kredit Plus yang sudah berkomitmen menyalurkan dana sebesar USD30 juta (sekitar Rp405 miliar) untuk membiayai pinjaman (lending capital) kepada masyarakat.

Saat ini, mereka telah bekerjasama dengan Blue Bird Group dengan menyediakan program cicilan smartphone untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pengemudi. Sebanyak ~ 5.000 driver dalam 2 bulan telah mengajukan program ini dengan approval rate 45%.

Agar lebih dekat dengan target market, AwanTunai juga telah melakukan kerjasama dengan beberapa toko offline yang menjual smartphone dengan tujuan menjadi point of sales financing yang aman, cepat dan mudah. Ke depan, mereka akan bekerjasama dengan berbagai mitra untuk memberikan layanan kepada seluruh masyarakat, mulai dari pedagang kecil hingga perusahaan besar.

 

Tinggalkan komen