Progate Berikan Program Studi Coding Bagi Mahasiswa Kampus Merdeka

Dalam kondisi yang serba terbatas seperti saat ini, kemudahan untuk mendapatkan pendidikan bagi masyarakat dinilai penting. Tentunya agar bisa tingkatkan daya saing, sebagai persiapan karier mereka di masa depan. Untuk itu, dirancang sebuah program bernama Kampus Merdeka, di mana Progate tergabung resmi sebagai mitra pengajar.

Kampus Merdeka sendiri merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar, diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI), berikan kesempatan bagi mahasiswa untuk asah kemampuannya sesuai bakat dan peminatan. Sementara Progate sebagai platform pembelajaran coding daring resmi hadir untuk merancang sebuah program studi khusus.

Tema yang diusung Progate untuk materi studi pada Kampus Merdeka adalah “Kecerdasan dan Kepemimpinan Digital melalui Coding,” bertujuan untuk hasilkan talenta-talenta digital Tanah Air yang berkualitas dan siap kerja. Dilakukan sepenuhnya secara daring dan berlangsung senilai 20 SKS, setara satu SKS pada semester penuh. Berikan mahasiswa materi relevan untuk tingkatkan keahlian digital.

Baca juga: Progate & UGM Gelar “Coding Experience Bootcamp

Progate Bantu Cetak Talenta Digital Indonesia Lebih Cepat

Progate - Kampus Merdeka

Dalam program studi yang diberikan oleh Progate ini, mahasiswa bakal diberikan dasar teori, kesempatan untuk membuat berbagai proyek berbasis coding, hingga implementasi nyata dari ilmu yang telah dipelajarinya. Norman Ganto, Country Manager Progate mengatakan bila perkembangan teknologi dan industri teknologi di Indonesia masih merupakan awal dari potensi besar di masa depan.

Demografi serta keseriusan pemerintah untuk tingkatkan ekonomi digital dinilai akan menjadi daya tarik bagi investor untuk perluas bisnis di Indonesia. “Program Kampus Merdeka ini adalah inisiatif yang brilian, karena dengan metode pembelajaran yang online, akan membuka kesempatan bagi seluruh mahasiswa secara nasional untuk dapat mengembangkan skill mereka,” jelas Norman.

Berdasarkan data startup dari situs ranking.com, Indonesia telah menduduki peringkat kelima sebagai negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia—ada sekitar 2,200 hingga April 2021. Tantangan yang dihadapi mereka saat ini adalah ketersediaan SDM atau sumber daya manusia unggul yang siap pakai di industri.

Program Studi Coding Progate Terbuka Untuk Semua Jurusan Mahasiswa

Progate menawarkan coding bahasa Indonesia

Kementerian Komunikasi & Informatika (Kemenkominfo) pun mengatakan bila kemungkinan Indonesia akan kekurangan sekitar 9 juta talenta digital di 2030. Untuk itu, Prograte hadir untuk dorong potensi pertumbuhan startup digital. Meningkatkan jumlah talenta digital yang berkualitas, sejalan dengan visi dan misi milik Pemerintah.

Kerjasama yang dijalankan bersama Kemendikbud Ristek pada program Kampus Merdeka ini diharap dapat mencetak 3,750 talenta digital baru. “Mahasiswa dari jurusan apa pun dapat dan disarankan untuk mengikuti program ini, karena kurikulum yang diterapkan tidak hanya tentang belajar coding, melainkan juga tentang bagaimana menjadi seorang profesional dengan digital dan growth mindset,” tambah Norman.

Terbuka bagi mahasiswa D1 hingga S1 dari semua jurusan, program studi ini dapat diakses melalui situs resmi Kampus Merdeka. Pendaftaran telah dibuka dengan batas waktu terakhir 31 Juli 2021. Progate sendiri telah melayani lebih dari 2,1 juta pelajar aktif secara global, sejak didirikan pada Juli 2014.

Tinggalkan komen