Jakarta, Gizmologi – AWS Summit Jakarta 2026 menempatkan AI sebagai salah satu pembahasan utama, khususnya terkait bagaimana teknologi tersebut mulai digunakan untuk mendukung operasional dan pertumbuhan bisnis. AWS menilai AI di Indonesia telah bergerak dari tahap adopsi menuju fase yang mulai memberikan dampak langsung bagi perusahaan.
Berdasarkan riset AWS dalam gelaran AWS Summit 2026, tingkat adopsi AI pada bisnis di Indonesia telah mencapai 40% atau lebih dari 25 juta bisnis. Angka tersebut meningkat dari 28% pada 2025. Dari perusahaan yang sudah menggunakan AI, sebanyak 75% memperkirakan teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas hingga 75%, mempercepat inovasi hingga 72%, serta mendorong pertumbuhan pendapatan hingga 62%.
Meski demikian, AWS Summit 2026 memperlihatkan bahwa Amazon menilai adopsi AI tidak cukup hanya dengan menerapkan teknologi. Perusahaan perlu memperhatikan strategi, pengukuran return on investment (ROI), serta kesiapan dan keterampilan sumber daya manusia. Tanpa fondasi yang memadai, penerapan AI justru berisiko tidak menghasilkan dampak yang diharapkan.
Baca Juga: Amartha 10X Run Kembali Hadir, Hadiahnya Rp200 Juta Loh!
AWS Summit 2026 Perlihatkan Sektor Finansial dan Kesehatan Mulai Aktif Mengadopsi AI

AWS melihat sektor finansial dan kesehatan sebagai dua industri yang cukup aktif mendorong inovasi AI. Industri finansial disebut banyak berfokus pada governance framework, talenta, serta fondasi data. Sementara sektor kesehatan lebih menyoroti kesiapan infrastruktur, dukungan implementasi, dan tata kelola AI.
Salah satu contoh datang dari Mitra Keluarga yang melayani sekitar 3 juta kunjungan pasien setiap tahun. AI awalnya digunakan untuk membantu pekerjaan administratif, termasuk proses rekrutmen di bagian Human Resource melalui Amazon Textract dan Amazon Bedrock. Mitra Keluarga menilai AI bukan untuk menggantikan tenaga kesehatan, melainkan mengurangi pekerjaan administratif agar tenaga medis dapat memiliki lebih banyak waktu untuk menangani pasien.
AWS Dorong Infrastruktur dan Pengembangan Talenta
AWS juga memperkenalkan sejumlah solusi untuk mendukung implementasi AI, termasuk Amazon Bedrock AgentCore untuk pengembangan agentic AI serta AWS Context yang dapat membantu agen memahami data terstruktur maupun tidak terstruktur. OJK menjadi salah satu institusi yang telah menggunakan solusi Generative AI AWS untuk menghadirkan chatbot omnichannel guna mempercepat akses informasi.
Selain infrastruktur, kesiapan talenta menjadi perhatian. AWS menyebut telah melatih lebih dari 1,3 juta talenta di Indonesia melalui berbagai program, termasuk IndonesiapandAI dan MAIN (Mastering AI for Nation-Building). Program pelatihan tersebut juga menghasilkan peserta yang kemudian menggunakan keterampilan AI dan cloud dalam pekerjaan maupun proyek pendidikan mereka. Salah satunya mengembangkan aplikasi berbasis AI untuk membantu siswa memahami materi dan latihan fisika.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

