Jakarta, Gizmologi โ Ramainya penyerangan ransomware dari Brain Cipher ini bisa dibilang sedang mencapai klimaks. Kemarin (2/7/2024), Brain Cipher memberikan pernyataan permintaan maaf dan mengatakan akan membuka kunci data Pusat Data Nasional Sementara atau PDNS 2 yang diserangnya.
Pernyataan tersebut diingatkan oleh pengamat atau pakar siber Vaksincom, Alfons Tanujaya bisa saja hanya janji palsu. Kunci enkripsi data PDNS 2 tersebut penting adanya untuk menyelamatkan data-data yang tak memiliki back up.
Adapun informasi terakhir yang Gizmologi dapat Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Cybercrime Polri, Telkomsigma, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah berhasil melakukan back up dari 44 tenant (instansi atau lembaga) dan 18 ditargetkan di akhir Juni 2024.
Baca Juga: Adakah Sanksi Dari Serangan PDNS 2 untuk Telkomsigma?
Tanggapan Pengamat Mengenai Pernyataan Brain Cipher

Menurut Alfons dalam akun Instagram-Nya, Selasa, (02/07), pernyataan publik yang dibuat oleh Brain Cipher benar adanya dan dirilis oleh pihak yang sama dalam situsnya. Bagi masyarakat ini merupakan kabar yang baik, namun Alfons mengingatkan bahwa jangan terlalu percaya dengan pernyataan peretas atau Brain Cipher tersebut.
โSebagai masyarakat Indonesia tentu senang karena itu adalah data PDN yang tidak dikelola dengan baik lalu menjadi terenkripsi oleh hacker, walaupun menurut saya nantinya mereka gak bisa didownload ya. Cuma hati-hati, jangan mudah dikelabui oleh janji palsu,โ ujar Alfons.
Menurutnya, ada beberapa hal yang membuat omongan Brain Cipher ini mencurigakan dan tidak sepenuhnya bisa dipercaya. Seperti halnya tentang detail waktu yang diberikan tak terlalu jelas.
โJadi dia bilang this Wednesday, artinya Rabu ini. Ini tuh Rabu Orang Jawa atau Rabu besok. Dia gak ngasih tanggal, kecuali ngasih tanggal misalnya 3 Juli 2024, baru kita percaya dia akan rilis Rabu ini,โ jelas Alfons.

Bila peretas atau kelompok ransomware tersebut sudah menulis tanggal pasti, maka ia kemungkinan besar akan memenuhi janjinya. Alfons pun menyinggung bahwa persoalan ini seperti prinsip honour among thieves di kalangan komunitas penjahat siber di wilayah mereka.
โKalau misalnya dia (Brain Cipher) ini bilang dia akan rilis maka dia akan melakukannya, dan jika tidak, dia akan dimusuhi oleh sesama pembuat ransomware disana,โ ungkapnya.
Alfons juga menyebutkan, selain tanggal ada juga yang membuat pernyataan tersebut jadi mencurigakan. Yaitu persoalan countdown atau hitung mundur yang diberikan pada situs peretas.
โMasalahnya, ada countdown-nya di situs Brain Cipher, harusnya 12-14 jam lagi karena Rabu besok. Tapi di-countdown ini ada tambahan waktu 3105 hari lagi, itu artinya 8,5 tahun lagi. Mungkin Rabu yang dimaksud adalah Rabu pada 8,5 tahun ke depan dia akan rilis data ini,โ jelasnya.
Ia pun menambahkan jika seandainya Brain Cipher bisa memenuhi janjinya Rabu esok (yang berarti hari ini), Alfons dan teman-temannya akan turut menyumbang sejumlah uang kripto pada akun Monero yang dipajang oleh hacker tersebut dalam akunnya.
Isi Pernyataan Brain Cipher yang Akan Buka Kunci Data PDNS 2
Berdasarkan tangkapan layar dari akun @stealthmole_int di X, Brain Cipher memberikan pernyataan dalam situsnya pada Selasa (2/7/2024).
โRabu ini, kami akan memberikan kunci secara gratis. Kamu berharap bahwa serangan kami dapat memperjelas bagaimana pentingnya pembiayaan industri dan perekrutan spesialis yang berkualifikasi. Penyerangan kami tak ada kaitannya dengan konteks politik, tetapi hanya mengevaluasi pengamanan yang berlandaskan post-payment. Masyarakat Indonesia, kami memohon maaf atas fakta yang berdampak ke semua orang,โ tulis Brain Cipher. Selengkapnya kamu bisa melihat utas berikut.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



