Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Gandeng Akseleran dan Avantee, Bhinneka Bantu UMKM Naik Kelas

0 149

Bersama menggandeng perusahaan fintech, Akseleran dan Avantee, Bhinneka.Com terus memperkuat infrastrukturnya sebagai Business Super-Ecosystem, menyalurkan pinjaman usaha untuk UMKM guna pengembangan bisnis. Dengan begitu, diharapkan Bhinneka dapat membantu UMKM di Indonesia dalam menjalankan dan pengembangan usaha mereka melalui sistem invoice financing.

Dari data yang dilansir Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), jumlah UMKM saat ini diperkirakan sebanyak 58 juta yang tersebar di seluruh Indonesia. 14 juta UMKM sudah memanfaatkan platform daring (online) dalam memasarkan produknya, namun 74 persen di antaranya belum mendapat akses pembiayaan karena banyaknya persyaratan yang belum terpenuhi, menurut laporan perusahaan jasa konsultan internasional Pricewaterhouse Coopers (PwC).

Vensia Tjhin, Chief of Commercial and Omnichannel, Bhinneka.Com mengatakan pihaknya sebagai Business Super-Ecosystem sadar bahwa UMKM merupakan penggerak perekonomian nasional yang telah berkontribusi setidaknya 60% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan 90% serapan tenaga kerja.

“Sebanyak 58 juta UMKM di Indonesia kerap menghadapi masalah akses pendanaan. Maka dari itu, kami berupaya untuk memberikan kenyamanan kepada lebih dari 500.000 pelanggan Bhinneka yang sebagian besar adalah segmen UMKM untuk mendapat akses pendanaan dan bertumbuh bersama Bhinneka dan Mitranya,” ujar Vensia di Jakarta (28/02).

Bantuan Pendanaan dari Bhinneka Untuk UMKM

Bhinneka BisnisSetiap transaksi produk di Bhinneka.com melalui penyaluran pinjaman usaha berbasis invoice financing dan pra invoice financing dengan besaran minimal Rp200 juta hingga Rp 2 miliar, berpotensi mendapat bantuan pendanaan dari Akseleran sampai 80% dari total invoice.

Sementara Avantee berkomitmen untuk mendorong pengembangan UMKM di Indonesia lewat penyaluran pinjaman usaha, mulai Rp10 juta hingga Rp2 miliar, membayarkan hingga 70% total invoice. Baik Akseleran dan Avantee menawarkan bunga per tahun mulai dari 18%.

“Kerja sama Bhinneka dengan Avantee dan Akseleran memungkinkan UMKM di Indonesia mendapatkan modal tambahan yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas usahanya. Bantuan pendanaan dari Avantee bisa diperoleh UMKM di wilayah Jabodetabek, sedangkan bantuan pendanaan dari Akseleran bisa diakses oleh UMKM di seluruh wilayah Indonesia,” tambah Vensia.

Baca juga: Ini yang Dilakukan Grab dan Microsoft untuk Digitalisasi UMKM di Indonesia

Akseleran & Avantee, Bersama Bhinneka Membantu UMKM Indonesia

Bhinneka UMKMPT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) merupakan fintech peer to peer (P2P) lending yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selama 2019, Akseleran telah menyalurkan pinjaman usaha sebesar Rp776 miliar atau melonjak empat kali lipat untuk sektor UMKM Indonesia.

“Banyak UMKM yang masih belum terpapar teknologi finansial dan kesulitan untuk mendapatkan tambahan modal. Disaat yang sama, kami tahu bahwa Bhinneka memiliki 500 ribu pelanggan dan banyak di antaranya adalah UMKM. Kerja sama dengan Bhinneka.Com memungkinkan kami untuk menjangkau lebih banyak UMKM di Indonesia,” ujar Chief Credit Officer & Co-founder Akseleran, Christopher Gultom.

Sementara Avantee merupakan sistem berbasis teknologi finansial yang dibangun dan dikembangkan oleh PT Grha Dana Bersama (“GDB”), menyediakan produk pembiayaan dengan skema P2P Lending dan penggalangan pendanaan secara crowdfunding. Avantee telah berhasil menyalurkan total pendanaan senilai Rp62,78 miliar, dengan rata-rata pembiayaan sebanyak Rp5,2 miliar untuk UMKM di Jabodetabek selama 12 bulan terakhir.

Direktur Utama Avantee, Firman Wiranata mengatakan, “Avantee bangga bisa bekerja sama dengan Bhinneka untuk memberikan bantuan pendanaan kepada UMKM di Indonesia. Kami harap kerja sama ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan memberikan dampak yang baik bagi para pengusaha UMKM di Indonesia.”