Samarinda, Gizmologi โ Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Huawei Indonesia menggelar BSSN-Huawei TechDay 2024 serta Bedah Buku Komunikasi Siber dalam upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Apa yang menarik dari acara ini?
Berdasarkan informasi yang diterima Gizmologi, Minggu (24/3/2024), mengusung tema โYuk, bijak Berkomunikasi di Ruang Siberโ, BSSN-Huawei TechDay 2024 dihadirkan untuk meratakan distribusi pengetahuan dan memperkuat ekosistem digital yang mendukung Ibu Kota Negara Nusantara, dengan fokus meningkatkan kesadaran dan pemahaman generasi muda tentang aturan keamanan dan penggunaan ruang siber secara bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Sekretaris Utama BSSN Y.B. Susilo Wibowo S.E., M.M., menekankan bahwa BSSN-Huawei TechDay 2024 adalah implementasi nyata dari nota kesepahaman antara BSSN dan Huawei, yang bertujuan menciptakan platform edukasi dan sosialisasi mengenai solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di lingkungan perguruan tinggi.
Dengan fokus pada tema bijak berkomunikasi di ruang siber, mereka berharap dapat meningkatkan kewaspadaan mahasiswa terhadap ancaman serangan siber dan penyebaran konten negatif seiring dengan semakin intensifnya penggunaan ruang siber dalam kehidupan sehari-hari.
Data dari BSSN menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2023, lebih dari 403 juta anomali malware terdeteksi, dengan 900 ribu di antaranya merupakan ransomware. Analisis ini menyoroti potensi serangan siber seperti ransomware, phising, dan advance persistent threat (ATP) yang harus diantisipasi pada tahun 2024. Selain itu, penyebaran konten negatif di media sosial, termasuk disinformasi dan malinformasi, mencapai 2.000 konten per hari, menjadi ancaman bagi pengguna dunia maya.
โProgram BSSN-Huawei TechDay 2024 ini adalah hasil dari kolaborasi erat antara pemangku kepentingan di ekosistem digital, dengan tujuan menjaga keamanan ruang siber melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi talenta digital di perguruan tinggi,โ ungkap Susilo.
Yenty Joman, Direktur Urusan Pemerintah Huawei Indonesia, menegaskan bahwa Huawei TechDay adalah platform untuk berbagi pengetahuan tentang kemajuan TIK dan antisipasi terhadap tantangan masa depan. Dengan membawa acara ini ke Pulau Kalimantan, mereka berkomitmen untuk menyebarkan pengetahuan dan mendukung pengembangan ekosistem digital yang mendukung Ibu Kota Negara Nusantara, khususnya melalui penyiapan talenta digital yang handal.
Dia menjelaskan, hingga akhir tahun 2023, Huawei telah melatih 102 ribu talenta, melampaui target yang ditetapkan satu tahun sebelumnya. Mereka tetap berkomitmen untuk melanjutkan program penguatan talenta digital, sesuai dengan Visi Indonesia Emas 2045.
โDengan berinvestasi pada penyiapan kompetensi dan kapasitas generasi muda kami yakin program BSSN-Huawei TechDay 2024 menjadi investasi tak ternilai bagi masa depan Indonesia yang lebih cerah,โ ujarnya.
BSSN-Huawei TechDay 2024 untuk Indonesia yang Lebih Cerah
Di kesempatan yang sama, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., Rektor Universitas Mulawarman, menyambut baik kolaborasi dalam TechDay 2024 sebagai langkah penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan di kalangan civitas academica. Menurutnya, BSSN-Huawei TechDay memberikan kesempatan yang besar bagi seluruh civitas academica Universitas Mulawarman untuk menguatkan pengetahuan dan kewaspadaan sehingga menjadi lebih bijak dalam berkomunikasi di ruang siber.
โApresiasi tertinggi bagi BSSN dan Huawei yang telah menjadikan Unmul sebagai mitra strategis dalam penguatan kapasitas dan kompetensi talenta digital di Kalimantan,โ katanya.
Sementara itu, Prof. Ir. Nizam, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas dan kompetensi digital di era revolusi industri keempat. Menurutnya, dengan sekitar 5,13 miliar manusia yang terhubung internet. Mereka menjadi penghuni rumah siber yang besar, di mana kunci virtual dari rumah tersebut rawan diambil oleh orang lain.
โSejalan dengan program Kampus Merdeka, kita dorong mahasiswa untuk belajar kemajuan teknologi dan ancaman serangan siber dari kelas kehidupan dengan melibatkan BSSN, Huawei dan segenap pemangku kepentingan ekosistem digital lainnya sehingga tidak tertinggal dari trend teknologi yang terus berkembang. Terima kasih kepada BSSN dan Huawei yang telah menyelenggarakan program ini di Universitas Mulawarman,โ katanya.
Baca juga: BSSN hingga Polri Turun Tangan Selidiki Peretasan YouTube DPR RI Buat Judi Online
Pada sesi Bedah Buku Komunikasi Siber, Ariandi Putra, S.I.Kom., M.Si., Juru Bicara BSSN dan penulis buku tersebut, menekankan pentingnya literasi digital dalam menghadapi tantangan masa depan. Buku tersebut merupakan salah satu upaya BSSN dalam meningkatkan kesadaran akan risiko dan peluang di ruang siber, serta memberikan panduan untuk memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
โBuku ini ditulis untuk memberikan literasi digital kepada publik terkait perkembangan dunia TIK yang sangat cepat. Penguasaan teknologi maju seperti robotika, metaverse, dan artificial intelligence akan menentukan kemajuan suatu bangsa,โ ujarnya.

Sekedar informasi, berdasarkan Indeks Literasi Digital Indonesia 2022 yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Informatika, literasi digital masyarakat Indonesia berada pada 3,54 poin. Skor ini meningkat selama tiga tahun berturut-turut dari 3,46 pada 2020 dan 3,49 pada 2021. Indeks Literasi Digital menggunakan pengukuran yang bersandar pada empat pilar, yakni kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital. Pada pilar kecakapan digital Indonesia memiliki skor 3,52, pilar etika digital 3,68, dan pilar keamanan digital 3,12. Sedangkan, pilar budaya digital berada pada 3,84.
Dengan demikian, BSSN-Huawei TechDay 2024 bisa dibilang memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya Indonesia menuju masa depan digital yang lebih aman dan cerah.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



