Samsung Hadirkan Solusi Untuk 5 Skenario Serangan Siber di Smartphone

Jakarta, Gizmologi – Tak hanya file lagu, gambar bergerak hingga file sederhana lainnya, smartphone yang kita gunakan sehari-hari juga umumnya digunakan untuk menyimpan hal-hal penting. Mulai dari password perbankan, foto keluarga, sampai dokumen kantor yang tak boleh diketahui siapa pun kecuali orang di dalam organisasi.

Kemudahan teknologi untuk mendapatkan sesuatu secara daring juga hadirkan ancaman tersendiri bagi pengguna smartphone yang tak awas atau berhati-hati. Tidak cukup mengunci layar dengan kode PIN saja, juga perlu menjaga aktivitas yang dilakukan dalam kesehariannya. Supaya data tidak dapat diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab, atau bahkan peretas dari jarak jauh.

Sebuah perusahaan keamanan siber, IronNet telah melaporkan bila jumlah serangan siber sudah meningkat sebanyak 168% antara Mei 2020 hingga Mei 2021. Salah satu yang terbanyak terjadi di kawasan Asia Pasifik. Untuk itu, penting bagi kita agar mengetahui hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah peretasan terjadi.

Baca juga: One UI 4 Berbasis Android 12 Digulirkan Untuk Samsung Galaxy S21 Series

Samsung Knox

Bagi Gizmo friends yang menggunakan smartphone Samsung, mungkin sudah tahu jika di dalam perangkatnya terdapat sebuah fitur tambahan bernama Samsung Knox, namun tak pernah dimanfaatkan sebelumnya. Berikut lima skenario potensi serangan siber yang bisa terjadi, dan bagaimana fitur tersebut bisa melindungi data kamu.

  1. Akses Backdoor Tanpa Persetujuan

Ketika smartphone sudah dibuat aman, terkadang para pengembang membuka akses backdoor atau ‘pintu rahasia’ untuk lakukan konfigurasi tertentu. Bahkan termasuk pengguna amatir hanya sekadar untuk mendapat akses lebih jauh. Namun jangan salah, peretas pun juga akhirnya bisa menemukan akses yang sedang terbuka ini.

Samsung Galaxy Z Fold 3 5G

Untuk itu, disarankan untuk tidak mengunduh aplikasi non-resmi atau di luar toko aplikasi seperti Play Store dan Galaxy Store. Samsung sendiri telah merancang perangkatnya agar aman dari akses backdoor tak disetujui, baik secara software hingga hardware. Tujuannya tentu agar penggunanya selalu terlindungi dari akses yang tidak diinginkan oleh pihak luar.

  1. Password yang Lemah

Pada survei yang dilakukan oleh IBM di Agustus 2021 kemarin, ditemukan sebanyak 86% konsumen di Asia Pasifik mengakui bila mereka gunakan kembali password yang sama di beberapa akun daringnya. Hal ini memang sangat umum ditemui, terutama ketika semakin banyak akun yang harus dibuat, supaya tidak lupa satu password dengan lainnya. Namun tentu saja tak baik bagi keamanan data pribadi.

Karena kelak ketika terdapat sebuah serangan siber, satu password bisa langsung digunakan peretas untuk membobol seluruh akun lainnya. Samsung sendiri sediakan sebuah fitur bernama Samsung Pass, mungkinkan pengguna untuk akses kredensial tanpa perlu mengingat nama pengguna (username) dan sandi (password) secara aman dan terenkripsi.

  1. Wi-Fi Gratis Berbahaya

 

Doyan menggunakan Wi-Fi gratisan, terutama yang tidak dilengkapi dengan kata sandi? Meski memang menggiurkan, data pribadi juga bisa terancam ketika kamu sedang tersambung dalam hotspot tersebut. Karena lalu lintas data yang terjadi bisa jatuh ke tangan peretas, seperti informasi kartu kredit ketika sedang bertransaksi dan data lainnya.

Samsung Secure Wifi

Lebih amannya, kamu bisa menggunakan VPN atau aplikasi untuk enkripsi lalu lintas internet yang terjadi, dan juga menonaktifkan pelacakan data tertentu di dalam sebuah aplikasi maupun situs. Secure Wi-Fi dari Samsung hadir untuk penuhi keperluan tersebut, memungkinkan kamu untuk akses internet aman meski gunakan Wi-Fi publik sekalipun.

  1. Phising Untuk Ambil Data Sensitif

Dalam mengakses data maupun situs penting, kamu juga perlu antisipasi kasus phishing, alias bagaimana penjahat siber mengelabui korban untuk serahkan informasi sensitif atau memasang malware, menyamar sebagai tautan hingga lampiran. Ketika mereka berhasil mendapatkan informasi sensitif, pembobolan bisa dilakukan.

Ada banyak yang bisa mereka lakukan, seperti meminta tebusan, hingga melakukan pembelian dengan informasi kartu kredit yang berhasil didapat. Samsung Device Care pada smartphone terbaru hadir otomatis untuk terus-menerus lakukan pemindaian perangkat, memberitahukan bila ada malware atau aktivitas mencurigakan.

  1. Kerentanan Zero-Day

Yang dimaksud dengan kerentanan zero-day adalah sebuah kondisi kerentanan dalam sebuah sistem atau perangkat yang sudah ditemukan, namun belum ditambal. Bila tidak dibenahi, tentu penjahat dunia maya bisa targetkan kelemahan tersebut sebelum pengembang atau publik sadar akan hal itu.

Smartphone yang dilengkapi dengan Samsung Knox otomatis terlindung secara real-time, secara aktif lindungi perangkat dari serangan data hingga malware. Secure Boot juga otomatis aktif setiap kali perangkat dinyalakan ulang, untuk deteksi upaya mencurigakan dari perangkat lunak maupun akses dari pihak luar.

Tinggalkan komen