Toba, Gizmologi – Selain pandemi yang belum selesai, Indonesia diprediksi juga akan menghadapi sejumlah tantangan besar di tahun 2023. Di antaranya seperti isu perubahan iklim dan transisi energi untuk mencapai target emisi nol karbon, disrupsi teknologi digital, dan gejolak geopolitik yang dapat memicu krisis pangan dan keuangan.
Di sisi lain, kesuksesan Presidensi KTT G20 dan terpilihnya Indonesia sebagai pemimpin ASEAN tahun 2023 memberikan peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional sesuai target pemerintah yakni menjadi USD146 miliar pada tahun 2025.
Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengupayakan secara masif Indonesia pembangunan jaringan infrastruktur digital yang dibutuhkan untuk mengatalisasi pertumbuhan ekonomi digital. Huawei sebagai penyedia teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global disebut akan terus mendorong berbagai upaya untuk memajukan ekonomi digital di Indonesia.
Serangkaian inovasi teknologi digital generasi baru seperti 5G, kecerdasan buatan, dan komputasi awan dipercaya memacu efisiensi dan menciptakan beragam terobosan bagi pertumbuhan ekonomi digital yang berkesinambungan, rendah karbon dan nir emisi.

Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia menegaskan komitmen perusahaan untuk turut berkontribusi dalam kemajuan Indonesia terus diperkuat. Huawei terus menghadirkan teknologi terdepannya, upaya ini dilakukan dengan mengembangkan infrastrukutur TIK untuk menghubungkan yang tak terkoneksi, mempromosikan tolok ukur use case global dan menyediakan teknologi maju terdepan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital.
Menurutnya, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah, industri, dunia pendidikan, komunitas dan media dalam melakukan transfer pengetahuan dan teknologi terus digiatkan. Upaya ini dilakukan dengan pemahaman akan main terakselerasinya transformasi digital di Indonesia dan makin mendesaknya kebutuhan akan konektivitas jaringan broadband, peningkatan adopsi teknologi-teknologi terdepan seperti AI, Big Data dan Cloud, serta telah dimulainya komersialisasi layanan 5G.
“Huawei Indonesia akan mendukung pengembangan solusi TIK, memperkuat kolaborasi antara industri, pemerintah dan menyediakan manfaat yang lebih baik sehingga Indonesia dapat memainkan peran lebih besar dalam perekonomian digital global. Seiring dengan digitalisasi yang masif, aspek keamanan siber dalam membangun ekosistem digital Indonesia juga penting. Hal ini membutuhkan kolaborasi yang terkoordinasi dan dekat, serta berbagi informasi antara pemangku kepentingan berdasarkan standar umum, terutama dalam hal tata kelola, kemampuan teknis dan sertifikasi” ucap Jacky Chen, di sela-sela Huawei Outlook 2023 yang digelar di IT Del, Toba (8/12).
Strategi More Bits, Less Wats
Dalam paparannya pada Huawei ICT Outlook 2023 yang mengusung tema, Forging Ahead Indonesian Digital Transformation in 2023, Steven Wang, CEO of Huawei Indonesia Carrier Network Business Group, menegaskan peran kunci TIK sebagai enabler bagi perkembangan yang rendah karbon dan hijau.
“Kami akan terus mendorong implementasi strategi ‘more bits, less watts’ untuk mendorong TIK hijau yang berfokus meningkatkan efisiensi energi yang sangat dibutuhkan di industri TIK melalui 3 lapis solusi arsitektur: sites, jaringan dan operasi yang hijau. Di Indonesia, Huawei akan terus mendorong industri TIK untuk memperbaiki efisiensi jaringan dan memaksimalkan energi terbarukan dalam rangka mengurangi emisi,” tegas Steven Wang.
Di lain sisi, inovasi di teknologi digital memainkan peran penting untuk menggarap berbagai peluang yang bermanfaat bagi ekosistem digital sebagaimana disampaikan oleh Jason Zhang, CEO of Huawei Cloud Indonesia. Huawei belum lama ini meluncurkan inisiatif Go Cloud, Go Global yang akan berfokus pada Everything as a Service [XaaS] dan perluasan jejak Huawei dalam rangka membangun ‘1 jejaring global’ yang memungkinkan layanan dapat diakses dalam 50 seperseribu detik secara global.
“Di Indonesia, Huawei baru saja menghadirkan 3 Region baru untuk memberikan pengalaman kecerdasan buatan (AI) lokal terbaik dan layanan B2B lokal yang unggul melalui layanan komputasi awan yang bisa diandalkan, bisa dipercaya dan berkesinambungan,” tegas Jason Zhang.
Sementara, Miao Jun, Account Director Enterprise Business Group, Huawei Indonesia, menyoroti secara khusus salah satu sektor yang bisa menjadi game changer bagi ekonomi digital, yaitu industri transportasi. Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang memiliki jumlah bandara terbanyak, yaitu 673 dan 3227 pelabuhan.
“Masa depan industri transportasi adalah menjadi semakin digital, diperkuat dengan kecerdasan buatan dan cerdas. Dalam hal ini, Huawei memiliki pengetahuan yang mendalam mengenai lanskap industri transportasi global secara komprehensif, termasuk dengan berbagai pilot project penerapan di bandara Shenzhen dan pelabuhan Tianjin, Tiongkok,” ujar Miao Jun.
Menurut Lai Chaosen, Vice President, Delivery & Service Huawei Indonesia, untuk memastikan bahwa jaringan senantiasa beroperasi setiap waktu dan di segala situasi, Huawei juga fokus pada delivery dan network assurance untuk memastikan pembangunan infrastruktur digital.
Begitu juga dengan pengembangan talenta digital sebagai fondasi transformasi digital, Wang Bin, Vice President, Management Transformation, Huawei Indonesia mengatakan bahwa Huawei Indonesia melalui platform Huawei ASEAN Academy Indonesia akan terus mendorong penyiapan talenta digital yang profesional dan sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
“Melalui 3 lini, yaitu Business Institute, Engineering Institute dan Technical Insitute, Huawei telah berkontribusi untuk menyiapkan lebih dari 71 ribu talenta digital dalam dua tahun terakhir dari target 100 ribu talenta digital dalam 5 tahun,” pungkas Wang Bin.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




