Perkembangan smartphone membuat pekerjaan reparasi ikut mengalami perubahan. Jika sebelumnya teknisi lebih banyak berurusan dengan penggantian komponen, kini pekerjaan dapat mencakup pemeriksaan motherboard, micro-soldering, diagnostik, hingga pemrograman komponen.
Perubahan tersebut terlihat dalam Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026: Mobile Phone Repair Exhibition & Competition yang berlangsung pada 26–27 September 2026 di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta. Selain kompetisi, acara ini mempertemukan teknisi, komunitas, industri, dan produsen peralatan reparasi.
Sejumlah brand seperti iColor, JCID, dan AiXun turut hadir dalam acara tersebut. Ketiganya bergerak pada area berbeda dalam ekosistem perbaikan perangkat, mulai dari peralatan pendukung hingga kebutuhan programming dan pekerjaan elektronik presisi.
Baca Juga: AMD Akuisisi World Labs Milik Fei-Fei Li Senilai US$8,2 Miliar
iColor, JCID, dan AiXun Dukung Workflow Teknisi

Semakin kompleksnya motherboard smartphone membuat pekerjaan board-level repair membutuhkan tingkat presisi yang lebih tinggi. Teknisi harus bekerja dengan komponen berukuran kecil, sehingga pengalaman, metode kerja, dan perangkat yang digunakan menjadi bagian dari proses reparasi. iColor hadir dalam CGC Indonesia 2026 sebagai salah satu brand yang memperlihatkan perkembangan peralatan pendukung untuk kebutuhan tersebut.
Sementara itu, JCID dikenal melalui perangkat yang berkaitan dengan programming dan diagnostik smartphone. Kebutuhan terhadap perangkat semacam ini menunjukkan bahwa reparasi modern tidak selalu berhenti pada penggantian komponen fisik. Teknisi juga perlu memeriksa kondisi perangkat dan memastikan sistem dapat kembali berfungsi setelah proses perbaikan dilakukan.
AiXun sendiri hadir dengan perangkat yang berkaitan dengan pekerjaan elektronik presisi, termasuk micro-soldering. Pekerjaan pada level motherboard membutuhkan kontrol terhadap panas dan proses pengerjaan yang lebih terukur. Peralatan seperti soldering dan power supply kemudian menjadi bagian dari workflow teknisi ketika menangani kerusakan pada tingkat komponen.
Kompetensi Teknisi Ikut Berubah

CGC Indonesia 2026 juga menghadirkan area Super Expo dengan lebih dari 170 booth yang mencakup sparepart, alat servis, hardware, dan software. Format tersebut mempertemukan kebutuhan teknisi dengan berbagai perangkat yang tersedia di industri, sementara kompetisi menjadi ruang untuk menguji kemampuan reparasi secara langsung.
Perubahan kebutuhan ini membuat kompetensi teknisi menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem reparasi smartphone. Berdasarkan materi penyelenggara, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyoroti perlunya perkembangan standar kompetensi dari kemampuan perbaikan dasar menuju keterampilan yang lebih spesifik, presisi, dan terukur. CGC Indonesia 2026 juga menjadi bagian dari jalur menuju Grand Final CGC World Cup di Guangzhou, China.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

